Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Bupati Kukar, Edi Damansyah. (Foto: M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah mengajak seluruh Kepala Desa (Kades) terlibat aktif dalam berbagai kegiatan posyandu.
“Saya berpesan kepada kades-kades di Kukar untuk mengingatkan warganya terkait kegiatan di posyandu supaya ibu-ibu bisa aktif melakukan pemeriksaan” kata Edi, Kamis (15/5/2025).
Ia menyebut ketidakhadiran warga dalam kegiatan pemeriksaan membuat para kader posyandu merasa cemas, sebab mereka tidak mengetahui kondisi pasiennya.
"Para ibu hamil juga harus aktif melakukan pemeriksaan, makanya kita ingin adanya peran desa untuk mengingatkan warganya," ujarnya.
Selain itu Edi juga menyoroti pentingnya menjaga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Ia menilai posyandu menjadi pilar penting dalam menjaga tumbuh kembang anak secara optimal.
“Selain kades, Ketua RT juga harus aktif mengingatkan warganya, kalau ini ditangani dengan baik, seribu HPK anak akan mudah ditangani,” jelasnya.
Tidak aktifnya warga ibu hamil melakukan pemeriksaan Antenatal care (ANC) dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, baik bagi ibu maupun janin. Kurangnya ANC dapat meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi, serta menyebabkan masalah kesehatan lain selama kehamilan dan persalinan.
Edi berharap ada inisiatif dari kades untuk memperkuat sistem pelaporan dan pemantauan kegiatan posyandu guna memastikan warganya melakukan pemeriksaan.
“Pemdes itu sangat penting perannya kepada warga, kita ingin pemdes di Kukar bisa bersinergi juga dengan Pemkab Kukar untuk menangani masyarakat dalam hal kesehatan,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Bupati Kukar, Edi Damansyah. (Foto: M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah mengajak seluruh Kepala Desa (Kades) terlibat aktif dalam berbagai kegiatan posyandu.
“Saya berpesan kepada kades-kades di Kukar untuk mengingatkan warganya terkait kegiatan di posyandu supaya ibu-ibu bisa aktif melakukan pemeriksaan” kata Edi, Kamis (15/5/2025).
Ia menyebut ketidakhadiran warga dalam kegiatan pemeriksaan membuat para kader posyandu merasa cemas, sebab mereka tidak mengetahui kondisi pasiennya.
"Para ibu hamil juga harus aktif melakukan pemeriksaan, makanya kita ingin adanya peran desa untuk mengingatkan warganya," ujarnya.
Selain itu Edi juga menyoroti pentingnya menjaga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Ia menilai posyandu menjadi pilar penting dalam menjaga tumbuh kembang anak secara optimal.
“Selain kades, Ketua RT juga harus aktif mengingatkan warganya, kalau ini ditangani dengan baik, seribu HPK anak akan mudah ditangani,” jelasnya.
Tidak aktifnya warga ibu hamil melakukan pemeriksaan Antenatal care (ANC) dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, baik bagi ibu maupun janin. Kurangnya ANC dapat meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi, serta menyebabkan masalah kesehatan lain selama kehamilan dan persalinan.
Edi berharap ada inisiatif dari kades untuk memperkuat sistem pelaporan dan pemantauan kegiatan posyandu guna memastikan warganya melakukan pemeriksaan.
“Pemdes itu sangat penting perannya kepada warga, kita ingin pemdes di Kukar bisa bersinergi juga dengan Pemkab Kukar untuk menangani masyarakat dalam hal kesehatan,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)