Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Bupati Kukar Berharap Budaya Keislaman Terus Dilestarikan Lewat Maulid Barzanji

    Redaktur:Maruly Z
    29 September 2025 pukul 21:00 WITA

    Bupati Kukar, Aulia Rahman (depan tengah) ikut menghadiri Maulid Barzanji. (Foto: Prokom)

    Tenggarong - Bupati Kukar,  Aulia Rahman Basri beserta jajaran kepala perangkat daerah menghadiri acara maulid barzanki dalam rangkaian Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura "Menjaga marwah peradaban Nusantara", di Ruang Bawah Keraton Museum Mulawarman, Tenggarong, Kamis (25/9/2025) malam.

    Hadir langsung Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Aji Muhammad Arifin beserta istri dan kerabat kesultanan, para tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis taklim
    hingga masyarakat umum membaur menjadi satu tanpa sekat.

    Rangkaian kegiatan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Ahmad Sholihin, dan pembacaan barzanji yang dipimpin Ustadz Muhammad Jahidi.
    Selanjutnya ada penampilan grup Hadrah Al Fattah Tenggarong dengan membawakan kesenian Rudat (tarian duduk/berdiri), yang diiringi musik hadrah dan lagu-lagu selawat nabi.

    Kemudian, ceramah hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW dan Do’a oleh da’i nasional Ustadz Tomo. Selanjutnya acara ditutup silaturahmi dengan Sultan Kutai yang diawali Bupati Kukar dan para tamu undangan lainnya.
    Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura melalui Pangeran Heriansyah mengatakan atas nama Sultan mengucapkan terima kasih,
    dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada bapak ibu sekalian yang telah
    hadir memenuhi undangan pada malam ini.

    Bupati Aulia menjelaskan kegiatan ini merupakan perwujudan peralihan dari Kerajaan Hindu ke Kerajaan Islam (kesultanan). Dan ini bagian dari kita untuk memperingati hal ini makanya,
    dalan tradisi adat erau itu ada malam di mana kita membaca barzanji.

    “Karena ini mengingatkan kita kembali bahwa ada sebuah tradisi ke-Islaman di prosesi yang kita laksanakan malam ini, sehingga ini menjadi budaya kita dan ini harus terus kita jaga kelestariannya,” harap Aulia.

    Orang nomor satu Kukar ini menegaskan terkait kesenian rudat, hal ini sangat luar biasa untuk menambah khasanah tersendiri bagi ke-Islaman, dan ini juga harus dipertahankan serta dilestarikan. (Adv)

    (Sf/Mr)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Bupati Kukar Berharap Budaya Keislaman Terus Dilestarikan Lewat Maulid Barzanji

    Redaktur:Maruly Z
    29 September 2025 pukul 21:00 WITA

    Bupati Kukar, Aulia Rahman (depan tengah) ikut menghadiri Maulid Barzanji. (Foto: Prokom)

    Tenggarong - Bupati Kukar,  Aulia Rahman Basri beserta jajaran kepala perangkat daerah menghadiri acara maulid barzanki dalam rangkaian Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura "Menjaga marwah peradaban Nusantara", di Ruang Bawah Keraton Museum Mulawarman, Tenggarong, Kamis (25/9/2025) malam.

    Hadir langsung Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Aji Muhammad Arifin beserta istri dan kerabat kesultanan, para tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis taklim
    hingga masyarakat umum membaur menjadi satu tanpa sekat.

    Rangkaian kegiatan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Ahmad Sholihin, dan pembacaan barzanji yang dipimpin Ustadz Muhammad Jahidi.
    Selanjutnya ada penampilan grup Hadrah Al Fattah Tenggarong dengan membawakan kesenian Rudat (tarian duduk/berdiri), yang diiringi musik hadrah dan lagu-lagu selawat nabi.

    Kemudian, ceramah hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW dan Do’a oleh da’i nasional Ustadz Tomo. Selanjutnya acara ditutup silaturahmi dengan Sultan Kutai yang diawali Bupati Kukar dan para tamu undangan lainnya.
    Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura melalui Pangeran Heriansyah mengatakan atas nama Sultan mengucapkan terima kasih,
    dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada bapak ibu sekalian yang telah
    hadir memenuhi undangan pada malam ini.

    Bupati Aulia menjelaskan kegiatan ini merupakan perwujudan peralihan dari Kerajaan Hindu ke Kerajaan Islam (kesultanan). Dan ini bagian dari kita untuk memperingati hal ini makanya,
    dalan tradisi adat erau itu ada malam di mana kita membaca barzanji.

    “Karena ini mengingatkan kita kembali bahwa ada sebuah tradisi ke-Islaman di prosesi yang kita laksanakan malam ini, sehingga ini menjadi budaya kita dan ini harus terus kita jaga kelestariannya,” harap Aulia.

    Orang nomor satu Kukar ini menegaskan terkait kesenian rudat, hal ini sangat luar biasa untuk menambah khasanah tersendiri bagi ke-Islaman, dan ini juga harus dipertahankan serta dilestarikan. (Adv)

    (Sf/Mr)