
Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Kepala Brida Kukar, Bahari Joko Susilo (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan 20 kajian strategis sebagai bahan evaluasi dan penyusunan rekomendasi untuk meningkatkan pelaksanaan 17 program dedikasi Kukar Idaman Terbaik.
Kepala Brida Kukar, Bahari Joko Susilo mengatakan berbagai kajian tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana program pemerintah daerah berjalan, sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
Salah satu kajian yang dilakukan berkaitan dengan persepsi masyarakat terhadap bantuan langsung yang disalurkan Pemkab Kukar.
“Program Brida sebenarnya bertujuan agar hasil kajian yang dilakukan dapat memberikan rekomendasi bagi pembangunan daerah,” ujar Bahari, Jumat (30/10/2026).
Melalui kajian tersebut, Brida ingin mengetahui tingkat kepuasan masyarakat serta kendala yang masih ditemukan dalam pelaksanaan program.
Brida juga melakukan kajian terkait peningkatan Survei Penilaian Integritas (SPI) dan pembangunan zona integritas di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD).
Bahari menyebut saat ini terdapat tiga OPD di Kukar yang telah mencapai predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Ke depan, Brida berharap hasil kajian tersebut dapat mendorong lebih banyak OPD, khususnya yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat untuk meraih predikat serupa.
"Melalui survei ini, kita harapkan semua OPD, terutama OPD pelayanan bisa mencapai WBK. Ini salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan integritas di lingkungan pemerintah daerah," terangnya.
Ia menjelaskan hasil dari 20 kajian strategis tersebut nantinya akan dirangkum menjadi rekomendasi perbaikan kebijakan dan pelaksanaan program pemerintah daerah.
Kajian yang dilakukan juga mencakup iklim, indeks infrastruktur hingga persepsi masyarakat terhadap program dedikasi.
“Sejauh ini sudah banyak kajian yang kami lakukan, mulai dari kajian terkait iklim, indeks infrastruktur hingga persepsi masyarakat terhadap program dedikasi,” papar Bahari.
Menurutnya, hasil kajian menjadi bahan penting agar pelaksanaan 17 program dedikasi ke depan dapat berjalan lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Dari berbagai kajian tersebut, nantinya akan dilakukan evaluasi. Harapannya, hasil kajian dapat memberikan rekomendasi perbaikan terhadap pelaksanaan 17 program dedikasi untuk masa mendatang,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Kepala Brida Kukar, Bahari Joko Susilo (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan 20 kajian strategis sebagai bahan evaluasi dan penyusunan rekomendasi untuk meningkatkan pelaksanaan 17 program dedikasi Kukar Idaman Terbaik.
Kepala Brida Kukar, Bahari Joko Susilo mengatakan berbagai kajian tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana program pemerintah daerah berjalan, sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
Salah satu kajian yang dilakukan berkaitan dengan persepsi masyarakat terhadap bantuan langsung yang disalurkan Pemkab Kukar.
“Program Brida sebenarnya bertujuan agar hasil kajian yang dilakukan dapat memberikan rekomendasi bagi pembangunan daerah,” ujar Bahari, Jumat (30/10/2026).
Melalui kajian tersebut, Brida ingin mengetahui tingkat kepuasan masyarakat serta kendala yang masih ditemukan dalam pelaksanaan program.
Brida juga melakukan kajian terkait peningkatan Survei Penilaian Integritas (SPI) dan pembangunan zona integritas di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD).
Bahari menyebut saat ini terdapat tiga OPD di Kukar yang telah mencapai predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Ke depan, Brida berharap hasil kajian tersebut dapat mendorong lebih banyak OPD, khususnya yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat untuk meraih predikat serupa.
"Melalui survei ini, kita harapkan semua OPD, terutama OPD pelayanan bisa mencapai WBK. Ini salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan integritas di lingkungan pemerintah daerah," terangnya.
Ia menjelaskan hasil dari 20 kajian strategis tersebut nantinya akan dirangkum menjadi rekomendasi perbaikan kebijakan dan pelaksanaan program pemerintah daerah.
Kajian yang dilakukan juga mencakup iklim, indeks infrastruktur hingga persepsi masyarakat terhadap program dedikasi.
“Sejauh ini sudah banyak kajian yang kami lakukan, mulai dari kajian terkait iklim, indeks infrastruktur hingga persepsi masyarakat terhadap program dedikasi,” papar Bahari.
Menurutnya, hasil kajian menjadi bahan penting agar pelaksanaan 17 program dedikasi ke depan dapat berjalan lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Dari berbagai kajian tersebut, nantinya akan dilakukan evaluasi. Harapannya, hasil kajian dapat memberikan rekomendasi perbaikan terhadap pelaksanaan 17 program dedikasi untuk masa mendatang,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)