Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Kabid Ekonomi Kukar, Bagus Eko Sampurno. (Foto:M.anshori/seputarfakta.com).
Tenggarong - Bappeda Kukar akan masukkan anggaran untuk pembelian peralatan dan mesin produksi rumput laut yang berada di wilayah Kecamatan Muara Badak pada APBD 2024 mendatang.
Plt Kepala Bappeda Kukar, Sy. Vanesa Vilna melalui Kabid Ekonomi, Bagus Eko Sampurno mengatakan pengadaan dilakukan agar pabrik rumput laut di Muara Badak tersebut bisa segera beroperasi.
Total anggaran yang dialkasikan mencapai Rp20 Miliar. "Itu bukan mesin yang langsung jadi atau dibeli secara utuh dari pabrik, mesin itu dirakit dahulu agar bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Kalau dilihat dari kapasitas dan produksi, nantinya bakal banyak," kata Bagus Eko, Jumat (13/10/2023).
Ia menyebut selama ini pengembangan rumput laut di Kukar selalu dikirim ke luar atau ke pabrik-pabrik besar untuk diproduksi dan ini sangat disayangkan karena hanya menguntungkan bagi orang luar.
"Kami sudah melakukan peninjauan Ke pabrik Di Muara Badak, memang belum 100 persen rampung, ada penambahan dan tahun ini ada pembuatan IPAL," ungkapnya.
Ia berharap dengan dibangunnya pabrik dan adanya pengadaan mesin produksi rumput laut tersebut maka SDM bisa terserap, sehingga perekonomian masyarakat dapat meningkat serta angka kemiskinan menurun.
"Daerah kita akan menjadi IKN, jelas dampaknya sangat besar bagi kita disini, jadi kita harus berdiri tegak dirumah kita sendiri," tutupnya.
(Sf/By/Adv).
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Kabid Ekonomi Kukar, Bagus Eko Sampurno. (Foto:M.anshori/seputarfakta.com).
Tenggarong - Bappeda Kukar akan masukkan anggaran untuk pembelian peralatan dan mesin produksi rumput laut yang berada di wilayah Kecamatan Muara Badak pada APBD 2024 mendatang.
Plt Kepala Bappeda Kukar, Sy. Vanesa Vilna melalui Kabid Ekonomi, Bagus Eko Sampurno mengatakan pengadaan dilakukan agar pabrik rumput laut di Muara Badak tersebut bisa segera beroperasi.
Total anggaran yang dialkasikan mencapai Rp20 Miliar. "Itu bukan mesin yang langsung jadi atau dibeli secara utuh dari pabrik, mesin itu dirakit dahulu agar bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Kalau dilihat dari kapasitas dan produksi, nantinya bakal banyak," kata Bagus Eko, Jumat (13/10/2023).
Ia menyebut selama ini pengembangan rumput laut di Kukar selalu dikirim ke luar atau ke pabrik-pabrik besar untuk diproduksi dan ini sangat disayangkan karena hanya menguntungkan bagi orang luar.
"Kami sudah melakukan peninjauan Ke pabrik Di Muara Badak, memang belum 100 persen rampung, ada penambahan dan tahun ini ada pembuatan IPAL," ungkapnya.
Ia berharap dengan dibangunnya pabrik dan adanya pengadaan mesin produksi rumput laut tersebut maka SDM bisa terserap, sehingga perekonomian masyarakat dapat meningkat serta angka kemiskinan menurun.
"Daerah kita akan menjadi IKN, jelas dampaknya sangat besar bagi kita disini, jadi kita harus berdiri tegak dirumah kita sendiri," tutupnya.
(Sf/By/Adv).