Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar Arianto. (Foto:M.Anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen memperkuat sektor ekonomi kreatif (ekraf) melalui alokasi dana bantuan Rp100 juta bagi komunitas dan pelaku kreatif di tingkat kecamatan.
Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar Arianto mengatakan bantuan tersebut tidak diberikan secara cuma-cuma. Setiap komunitas atau kelompok ekraf yang ingin mendapatkan dukungan harus melalui proses seleksi ketat, seperti penilaian terhadap aktivitas, kontribusi dan potensi keberlanjutan program.
"Bantuan ini jadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi lokal berbasis potensi kreatif yang tersebar di desa-desa di Kukar," kata Arianto, Jumat (18/7/2025).
Ia menyebut kegiatan yang dikerjakan oleh komunitas itu harus menjadi pemicu tumbuhnya ekosistem kreatif di daerah. “Dari situ kita bisa menilai kalau komunitas ini layak untuk diberikan bantuan," ujarnya.
Dirinya ingin bantuan yang diberikan tidak hanya sekadar habis untuk kegiatan seremonial, tetapi juga memberi dampak riil yang bisa dilihat di lapangan.
"Kami ingin bantuan itu menjadi alat untuk memicu inovasi dan kolaborasi antarkomunitas di daerah," ucapnya.
Arianto menilai pola pengembangan ekraf idealnya bersifat partisipatif dan berakar dari kebutuhan serta kreativitas lokal. Oleh sebab itu, peran masyarakat juga sangat penting dalam menciptakan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi kreatif berkelanjutan.
“Pengembangan ekraf juga harus ada keterlibatan aktif dari masyarakat, ini yang sedang kita bangun, kita ingin kegiatan yang dilakukan komunitas bisa berdampak bagi daerah,” pungkas Arianto. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar Arianto. (Foto:M.Anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen memperkuat sektor ekonomi kreatif (ekraf) melalui alokasi dana bantuan Rp100 juta bagi komunitas dan pelaku kreatif di tingkat kecamatan.
Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar Arianto mengatakan bantuan tersebut tidak diberikan secara cuma-cuma. Setiap komunitas atau kelompok ekraf yang ingin mendapatkan dukungan harus melalui proses seleksi ketat, seperti penilaian terhadap aktivitas, kontribusi dan potensi keberlanjutan program.
"Bantuan ini jadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi lokal berbasis potensi kreatif yang tersebar di desa-desa di Kukar," kata Arianto, Jumat (18/7/2025).
Ia menyebut kegiatan yang dikerjakan oleh komunitas itu harus menjadi pemicu tumbuhnya ekosistem kreatif di daerah. “Dari situ kita bisa menilai kalau komunitas ini layak untuk diberikan bantuan," ujarnya.
Dirinya ingin bantuan yang diberikan tidak hanya sekadar habis untuk kegiatan seremonial, tetapi juga memberi dampak riil yang bisa dilihat di lapangan.
"Kami ingin bantuan itu menjadi alat untuk memicu inovasi dan kolaborasi antarkomunitas di daerah," ucapnya.
Arianto menilai pola pengembangan ekraf idealnya bersifat partisipatif dan berakar dari kebutuhan serta kreativitas lokal. Oleh sebab itu, peran masyarakat juga sangat penting dalam menciptakan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi kreatif berkelanjutan.
“Pengembangan ekraf juga harus ada keterlibatan aktif dari masyarakat, ini yang sedang kita bangun, kita ingin kegiatan yang dilakukan komunitas bisa berdampak bagi daerah,” pungkas Arianto. (Adv)
(Sf/Lo)