Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Sekda Kukar, Sunggono (ketiga dari kiri) meninjau salah satu Bank Sampah yang ada di daerah tersebut. (foto: DLHK Kukar)
Tenggarong – Guna menciptakan lingkungan bersih serta mendukung kesehatan masyarakatnya, aparat Kelurahan Melayu di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmen dalam pengelolaan sampah berkelanjutan melalui program Bank Sampah.
Lurah Melayu, Aditya Rakhman melalui Kepala Seksi Pembangunan Taufik Anwar menjelaskan, pembangunan gedung Bank Sampah merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan pengelolaan sampah di wilayah tersebut. “Gedung ini akan menjadi pusat aktivitas pengumpulan, penyortiran, bank sampah yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat kelurahan Melayu” ungkap Taufik.
Dia menambahkan, Bank Sampah Kelurahan Melayu telah mengatur sistem pengumpulan sampah secara teratur, mencakup jenis-jenis sampah seperti organik, kertas, plastik, dan lainnya. Berdasarkan data kelurahan Melayu hingga saat ini jumlah sampah organik, anongarnik, non organik yang dikelola oleh Bank Sampah kelurahan ini hampir mencapai 2 ton setiap bulannya.
Namun demikian, Taufik menyebutkan efektivitas pengolahan ini masih memerlukan dukungan berupa alat dan pelatihan lebih intensif. Alat press menjadi salah satu kebutuhan utama untuk memadatkan sampah agar lebih mudah dikelola dan menghemat ruang penyimpanan.
“Sayangnya, keterbatasan alat seperti press sering menjadi kendala. Selain itu, alat ini membutuhkan konsumsi listrik yang besar dan kemampuan teknis dalam pengoperasiannya, sehingga pelatihan khusus perlu disiapkan,” tambahnya.
Disisi lain keberadaan Bank Sampah di Kelurahan Melayu tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi simbol penting dalam mendorong pola hidup bersih dan sehat di masyarakat. (Adv)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Sekda Kukar, Sunggono (ketiga dari kiri) meninjau salah satu Bank Sampah yang ada di daerah tersebut. (foto: DLHK Kukar)
Tenggarong – Guna menciptakan lingkungan bersih serta mendukung kesehatan masyarakatnya, aparat Kelurahan Melayu di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmen dalam pengelolaan sampah berkelanjutan melalui program Bank Sampah.
Lurah Melayu, Aditya Rakhman melalui Kepala Seksi Pembangunan Taufik Anwar menjelaskan, pembangunan gedung Bank Sampah merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan pengelolaan sampah di wilayah tersebut. “Gedung ini akan menjadi pusat aktivitas pengumpulan, penyortiran, bank sampah yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat kelurahan Melayu” ungkap Taufik.
Dia menambahkan, Bank Sampah Kelurahan Melayu telah mengatur sistem pengumpulan sampah secara teratur, mencakup jenis-jenis sampah seperti organik, kertas, plastik, dan lainnya. Berdasarkan data kelurahan Melayu hingga saat ini jumlah sampah organik, anongarnik, non organik yang dikelola oleh Bank Sampah kelurahan ini hampir mencapai 2 ton setiap bulannya.
Namun demikian, Taufik menyebutkan efektivitas pengolahan ini masih memerlukan dukungan berupa alat dan pelatihan lebih intensif. Alat press menjadi salah satu kebutuhan utama untuk memadatkan sampah agar lebih mudah dikelola dan menghemat ruang penyimpanan.
“Sayangnya, keterbatasan alat seperti press sering menjadi kendala. Selain itu, alat ini membutuhkan konsumsi listrik yang besar dan kemampuan teknis dalam pengoperasiannya, sehingga pelatihan khusus perlu disiapkan,” tambahnya.
Disisi lain keberadaan Bank Sampah di Kelurahan Melayu tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi simbol penting dalam mendorong pola hidup bersih dan sehat di masyarakat. (Adv)