Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Atasi Kekeringan, BPBD Kukar Siagakan Mobil Tangki untuk Distribusi Air Bersih

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    24 Oktober 2026 pukul 15:40 WITA

    Dua mobil tangki milik BPBD Kukar saat mendistribusikan air bersih ke Kecamatan Sangasanga (Dok: Pemerintah Kecamatan Sangasanga)

    Tenggarong - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiagakan dua mobil tangki dengan kapasitas masing-masing sekitar lima ribu liter.

    Dua armada tersebut disiagakan untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan dan penurunan debit air sungai saat musim kemarau berlangsung.

    Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi mengatakan armada untuk distribusi air bersih bukan merupakan mobil water supply yang digunakan untuk membantu pemadaman kebakaran.

    “Kami memang membedakan mobil water supply untuk pemadam kebakaran dengan mobil untuk air bersih. Kami memiliki dua unit dengan kapasitas rata-rata 5.000 liter,” ujar Sandi, Sabtu (24/10/2026).

    Ia menyampaikan pendistribusian air bersih dilakukan berdasarkan laporan dari camat mengenai kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.

    “Biasanya kami menerima laporan dari camat, kemudian kami bantu distribusi air bersih. Kami bisa mengambil air dari sumber-sumber terdekat yang masih tersedia,” terangnya.

    Sandi menjelaskan penurunan debit air Sungai Mahakam menjadi salah satu kendala dalam penyediaan air bersih.

    Namun hingga saat ini, kebutuhan masyarakat masih dapat ditangani dengan memanfaatkan sumber air alternatif dan dukungan dari sejumlah perusahaan.

    BPBD Kukar juga telah bekerja sama dengan perusahaan air minum untuk membantu menyalurkan air bersih kepada masyarakat.

    Jika sumber air di suatu wilayah mengalami kendala, maka pasokan air bersih dapat diambil dari wilayah lain yang masih memiliki persediaan air.

    Sandi menyebut kondisi air baku turut dipengaruhi pasang surut air laut. Ketika intrusi air laut berkurang, sumber air tawar masih dapat dimanfaatkan untuk memproduksi air bersih.

    Kata dia, perusahaan yang memiliki fasilitas produksi juga dapat menyimpan persediaan untuk disalurkan saat dibutuhkan.

    “Jika kondisi air memungkinkan untuk diolah, perusahaan dapat memproduksi dan menyimpan persediaan air bersih agar siap disalurkan ketika dibutuhkan,” bebernya.

    Selain mengandalkan armada BPBD, pendistribusian air bersih juga dapat melibatkan perusahaan dan posko-posko di wilayah terdampak.

    Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi ketika debit air menurun.

    “Semoga melalui kerja sama itu dapat kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi, terutama di wilayah yang mengalami penurunan debit air selama musim kemarau,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Atasi Kekeringan, BPBD Kukar Siagakan Mobil Tangki untuk Distribusi Air Bersih

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    24 Oktober 2026 pukul 15:40 WITA

    Dua mobil tangki milik BPBD Kukar saat mendistribusikan air bersih ke Kecamatan Sangasanga (Dok: Pemerintah Kecamatan Sangasanga)

    Tenggarong - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiagakan dua mobil tangki dengan kapasitas masing-masing sekitar lima ribu liter.

    Dua armada tersebut disiagakan untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan dan penurunan debit air sungai saat musim kemarau berlangsung.

    Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi mengatakan armada untuk distribusi air bersih bukan merupakan mobil water supply yang digunakan untuk membantu pemadaman kebakaran.

    “Kami memang membedakan mobil water supply untuk pemadam kebakaran dengan mobil untuk air bersih. Kami memiliki dua unit dengan kapasitas rata-rata 5.000 liter,” ujar Sandi, Sabtu (24/10/2026).

    Ia menyampaikan pendistribusian air bersih dilakukan berdasarkan laporan dari camat mengenai kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.

    “Biasanya kami menerima laporan dari camat, kemudian kami bantu distribusi air bersih. Kami bisa mengambil air dari sumber-sumber terdekat yang masih tersedia,” terangnya.

    Sandi menjelaskan penurunan debit air Sungai Mahakam menjadi salah satu kendala dalam penyediaan air bersih.

    Namun hingga saat ini, kebutuhan masyarakat masih dapat ditangani dengan memanfaatkan sumber air alternatif dan dukungan dari sejumlah perusahaan.

    BPBD Kukar juga telah bekerja sama dengan perusahaan air minum untuk membantu menyalurkan air bersih kepada masyarakat.

    Jika sumber air di suatu wilayah mengalami kendala, maka pasokan air bersih dapat diambil dari wilayah lain yang masih memiliki persediaan air.

    Sandi menyebut kondisi air baku turut dipengaruhi pasang surut air laut. Ketika intrusi air laut berkurang, sumber air tawar masih dapat dimanfaatkan untuk memproduksi air bersih.

    Kata dia, perusahaan yang memiliki fasilitas produksi juga dapat menyimpan persediaan untuk disalurkan saat dibutuhkan.

    “Jika kondisi air memungkinkan untuk diolah, perusahaan dapat memproduksi dan menyimpan persediaan air bersih agar siap disalurkan ketika dibutuhkan,” bebernya.

    Selain mengandalkan armada BPBD, pendistribusian air bersih juga dapat melibatkan perusahaan dan posko-posko di wilayah terdampak.

    Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi ketika debit air menurun.

    “Semoga melalui kerja sama itu dapat kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi, terutama di wilayah yang mengalami penurunan debit air selama musim kemarau,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)