Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Antisipasi Kekeringan, Distanak Kukar Identifikasi Sumber Air untuk Bantu Petani

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    12 Oktober 2026 pukul 19:59 WITA

    Kepala Distanak Kukar, Rifani (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan identifikasi sumber air sebagai langkah mengantisipasi dampak kekeringan terhadap lahan pertanian saat musim kemarau.

    Identifikasi tersebut menjadi dasar penyaluran bantuan pompa air bagi petani yang membutuhkan. 

    Kepala Distanak Kukar, Rifani mengatakan pihaknya melakukan verifikasi ketersediaan sumber air di lokasi pertanian terlebih dahulu, sebelum memberikan dukungan sarana pengairan kepada petani.

    Ia menjelaskan, bantuan pompa air diberikan melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). 

    Langkah ini dilakukan untuk membantu petani mempertahankan tanaman agar tidak mengalami gagal panen akibat kekurangan air.

    “Yang kita verifikasi sumber airnya dulu. Kalau ada sumber airnya, kita support pompa. Yang agak repot itu kalau tidak ada sumber air,” ujar Rifani, Senin (12/10/2026).

    Ia mencontohkan penanganan lahan pertanian di Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang yang sebelumnya terancam gagal panen. 

    Berdasarkan laporan petani, sekitar 209 hektare (Ha) lahan di wilayah tersebut mengalami ancaman kekurangan air saat kemarau.

    Distanak kemudian berkoordinasi dengan BPBD untuk memberikan dukungan berupa pompa air dan bahan bakar minyak (BBM). 

    Bantuan tersebut membantu petani memenuhi kebutuhan air, sehingga lahan yang sebelumnya terancam gagal panen akhirnya dapat dipanen.

    “Alhamdulillah, mereka bisa panen sekarang. Jadi, seperti itu polanya. Kalau ada laporan, kita upayakan penanganannya,” jelas Rifani.

    Menurutnya, ketersediaan sumber air menjadi faktor penting dalam menentukan efektivitas bantuan pompa. 

    Karenanya, identifikasi kondisi di lapangan diperlukan agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan petani.

    “Pola penanganannya seperti itu, kita verifikasi dulu kebutuhan petani di lapangan. Kalau memang ada sumber air dan memungkinkan untuk dibantu, kita upayakan dukungan pompa agar tanaman tetap bisa bertahan dan petani tidak sampai gagal panen,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Antisipasi Kekeringan, Distanak Kukar Identifikasi Sumber Air untuk Bantu Petani

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    12 Oktober 2026 pukul 19:59 WITA

    Kepala Distanak Kukar, Rifani (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan identifikasi sumber air sebagai langkah mengantisipasi dampak kekeringan terhadap lahan pertanian saat musim kemarau.

    Identifikasi tersebut menjadi dasar penyaluran bantuan pompa air bagi petani yang membutuhkan. 

    Kepala Distanak Kukar, Rifani mengatakan pihaknya melakukan verifikasi ketersediaan sumber air di lokasi pertanian terlebih dahulu, sebelum memberikan dukungan sarana pengairan kepada petani.

    Ia menjelaskan, bantuan pompa air diberikan melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). 

    Langkah ini dilakukan untuk membantu petani mempertahankan tanaman agar tidak mengalami gagal panen akibat kekurangan air.

    “Yang kita verifikasi sumber airnya dulu. Kalau ada sumber airnya, kita support pompa. Yang agak repot itu kalau tidak ada sumber air,” ujar Rifani, Senin (12/10/2026).

    Ia mencontohkan penanganan lahan pertanian di Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang yang sebelumnya terancam gagal panen. 

    Berdasarkan laporan petani, sekitar 209 hektare (Ha) lahan di wilayah tersebut mengalami ancaman kekurangan air saat kemarau.

    Distanak kemudian berkoordinasi dengan BPBD untuk memberikan dukungan berupa pompa air dan bahan bakar minyak (BBM). 

    Bantuan tersebut membantu petani memenuhi kebutuhan air, sehingga lahan yang sebelumnya terancam gagal panen akhirnya dapat dipanen.

    “Alhamdulillah, mereka bisa panen sekarang. Jadi, seperti itu polanya. Kalau ada laporan, kita upayakan penanganannya,” jelas Rifani.

    Menurutnya, ketersediaan sumber air menjadi faktor penting dalam menentukan efektivitas bantuan pompa. 

    Karenanya, identifikasi kondisi di lapangan diperlukan agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan petani.

    “Pola penanganannya seperti itu, kita verifikasi dulu kebutuhan petani di lapangan. Kalau memang ada sumber air dan memungkinkan untuk dibantu, kita upayakan dukungan pompa agar tanaman tetap bisa bertahan dan petani tidak sampai gagal panen,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)