Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irawan Fahriza (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong – Angka pengangguran di Kutai Kartanegara (Kukar) pada 2026 ini mengalami peningkatan cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Selama periode Januari-September 2026, tercatat angka pengangguran sudah mencapai 3.164 orang. Sementara pada 2025 lalu, jumlah pengangguran bekisar 2.500 orang mulai Januari-Desember.
“Ada 97 persen dari jumlah pengangguran tahun ini atau sekitar 3.058 orang (korban pemutusan hubungan kerja) dari sektor pertambangan batu bara akibat pemangkasan produksi batu bara melalui kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB),” ujar Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan (Distransnaker) Kukar, Dendy Irawan Fahriza, Senin (5/10/2026).
Guna menekan angka pengangguran di Kukar, pemerintah menghadirkan program pelatihan kompetensi yang secara khusus menyasar masyarakat yang menjadi korban PHK.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk memberikan keterampilan baru kepada korban PHK agar dapat kembali bekerja maupun membuka usaha secara mandiri.
Dalam program ini, tersedia sebanyak 16 jenis pelatihan yang dapat dipilih peserta. Pelatihan tersebut yakni perawatan AC, pembuatan kue, perawatan rem dan roda sepeda motor.
Kemudian menggambar ilustrasi, menjahit, desain komponen mesin, pengelolaan surat elektronik serta sejumlah kompetensi lainnya yang dilaksanakan di BPKI Samarinda pada 20-23 Oktober 2026 mendatang.
Dendy menyampaikan peserta yang mengikuti pelatihan akan mendapatkan uang saku, makan siang dan sertifikat pelatihan.
Tapi, program tersebut tidak menyediakan fasilitas tempat tinggal atau boarding bagi peserta. Peserta dapat menggunakan uang saku yang diterima untuk memenuhi kebutuhan selama mengikuti pelatihan di Samarinda.
Bagi peserta yang berdomisili di wilayah yang masih memungkinkan untuk pulang-pergi, opsi tersebut juga dapat dipilih dengan tetap memperhatikan kondisi dan keselamatan selama perjalanan.
Selain memberikan keterampilan, program ini juga diarahkan untuk mendorong perubahan status peserta dari pencari kerja menjadi pelaku usaha.
Salah satu contohnya, peserta yang mengikuti pelatihan pemeliharaan AC nantinya tidak hanya memiliki kemampuan untuk bekerja sebagai karyawan, tapi juga dapat membuka jasa pemeliharaan AC secara mandiri.
“Dengan bekal itu, dia bisa untuk dirinya sendiri membuka usaha pemeliharaan AC hingga akhirnya membuka peluang untuk orang lain,” terangnya.
Skema tersebut menjadi salah satu strategi yang saat ini didorong Kemnaker dalam menangani dampak PHK.
Dendy berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat menjadi modal untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru. Ia menjelaskan tahapan pendaftaran dijadwalkan berlangsung pada 25 September-7 Oktober 2026.
Selanjutnya, peserta akan mengikuti tahapan wawancara pada 12-13 Oktober, pengumuman peserta pada 14 Oktober, kemudian daftar ulang pada 15 Oktober.
Bagi peserta yang berminat mengikuti program tersebut wajib memiliki akun Kukar Siap Kerja. “Itulah mengapa kementerian banyak menghadirkan program-program karena bertujuan untuk mengurai angka pengangguran,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irawan Fahriza (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong – Angka pengangguran di Kutai Kartanegara (Kukar) pada 2026 ini mengalami peningkatan cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Selama periode Januari-September 2026, tercatat angka pengangguran sudah mencapai 3.164 orang. Sementara pada 2025 lalu, jumlah pengangguran bekisar 2.500 orang mulai Januari-Desember.
“Ada 97 persen dari jumlah pengangguran tahun ini atau sekitar 3.058 orang (korban pemutusan hubungan kerja) dari sektor pertambangan batu bara akibat pemangkasan produksi batu bara melalui kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB),” ujar Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan (Distransnaker) Kukar, Dendy Irawan Fahriza, Senin (5/10/2026).
Guna menekan angka pengangguran di Kukar, pemerintah menghadirkan program pelatihan kompetensi yang secara khusus menyasar masyarakat yang menjadi korban PHK.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk memberikan keterampilan baru kepada korban PHK agar dapat kembali bekerja maupun membuka usaha secara mandiri.
Dalam program ini, tersedia sebanyak 16 jenis pelatihan yang dapat dipilih peserta. Pelatihan tersebut yakni perawatan AC, pembuatan kue, perawatan rem dan roda sepeda motor.
Kemudian menggambar ilustrasi, menjahit, desain komponen mesin, pengelolaan surat elektronik serta sejumlah kompetensi lainnya yang dilaksanakan di BPKI Samarinda pada 20-23 Oktober 2026 mendatang.
Dendy menyampaikan peserta yang mengikuti pelatihan akan mendapatkan uang saku, makan siang dan sertifikat pelatihan.
Tapi, program tersebut tidak menyediakan fasilitas tempat tinggal atau boarding bagi peserta. Peserta dapat menggunakan uang saku yang diterima untuk memenuhi kebutuhan selama mengikuti pelatihan di Samarinda.
Bagi peserta yang berdomisili di wilayah yang masih memungkinkan untuk pulang-pergi, opsi tersebut juga dapat dipilih dengan tetap memperhatikan kondisi dan keselamatan selama perjalanan.
Selain memberikan keterampilan, program ini juga diarahkan untuk mendorong perubahan status peserta dari pencari kerja menjadi pelaku usaha.
Salah satu contohnya, peserta yang mengikuti pelatihan pemeliharaan AC nantinya tidak hanya memiliki kemampuan untuk bekerja sebagai karyawan, tapi juga dapat membuka jasa pemeliharaan AC secara mandiri.
“Dengan bekal itu, dia bisa untuk dirinya sendiri membuka usaha pemeliharaan AC hingga akhirnya membuka peluang untuk orang lain,” terangnya.
Skema tersebut menjadi salah satu strategi yang saat ini didorong Kemnaker dalam menangani dampak PHK.
Dendy berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat menjadi modal untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru. Ia menjelaskan tahapan pendaftaran dijadwalkan berlangsung pada 25 September-7 Oktober 2026.
Selanjutnya, peserta akan mengikuti tahapan wawancara pada 12-13 Oktober, pengumuman peserta pada 14 Oktober, kemudian daftar ulang pada 15 Oktober.
Bagi peserta yang berminat mengikuti program tersebut wajib memiliki akun Kukar Siap Kerja. “Itulah mengapa kementerian banyak menghadirkan program-program karena bertujuan untuk mengurai angka pengangguran,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)