Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Dok. Festival Bekudung Batiung 2025. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Warisan budaya masyarakat Dayak Ga'ai kembali akan ditampilkan melalui Festival Bekudung Betiung 2026 yang dirangkai dengan peringatan Hari Jadi Kampung Tumbit Dayak ke-263. Kegiatan yang berlangsung di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, ini dijadwalkan digelar selama sepekan, mulai 24-30 Juni 2026.
Beragam prosesi adat dan perlombaan tradisional akan mewarnai festival tahunan tersebut. Selain menjadi ruang pelestarian budaya, Festival Bekudung Betiung juga diharapkan mampu menarik minat wisatawan untuk mengenal lebih dekat tradisi masyarakat Dayak Ga'ai di Kabupaten Berau.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan rangkaian kegiatan festival akan berlangsung selama tujuh hari. Sementara agenda yang melibatkan tamu undangan akan dipusatkan pada prosesi yang telah ditetapkan.
"Pelaksanaannya secara umum tetap satu minggu. Jadi nanti festival dimulai terlebih dahulu, baru pada hari yang ditentukan kita mengundang tamu untuk pembukaan resmi, dan berlanjut hingga penutupan," ujar Yudha.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, Disbudpar Berau juga akan memperkuat promosi dan koordinasi dengan bidang kebudayaan. Langkah tersebut dilakukan agar Festival Bekudung Betiung semakin dikenal, baik di tingkat regional maupun nasional.
"Kami akan bicarakan dengan bidang budaya untuk persiapan undangan. Yang kedua, kami minta agar promosi ini lebih ditingkatkan lagi dengan harapan jumlah pengunjung dari luar daerah bisa meningkat tahun ini. Mudah-mudahan sisa waktu yang ada bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya, dan semoga cuaca juga mendukung selama acara," katanya.
Ia menjelaskan bahwa Festival Bekudung Betiung merupakan tradisi adat yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak Ga'ai. Ritual Bekudung menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.
"Sedangkan Betiung merupakan prosesi adat yang dijalani para pemuda sebagai tahapan menuju kedewasaan sekaligus syarat sebelum memasuki jenjang pernikahan," tambahnya.
Tak hanya itu, keunikan lain dari festival ini adalah semangat gotong royong masyarakat. Selama pelaksanaan festival, warga Kampung Tumbit Dayak secara sukarela menyediakan makanan bagi para tamu dan pengunjung yang datang menikmati seluruh rangkaian kegiatan.
Yudha berharap Festival Bekudung Betiung terus menjadi agenda budaya yang mampu menjaga kelestarian adat sekaligus mengangkat potensi pariwisata Kabupaten Berau.
"Kami berharap festival ini tidak hanya menjadi ruang pelestarian adat bagi generasi muda, tetapi juga magnet pariwisata budaya unggulan di Kabupaten Berau," tutupnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Dok. Festival Bekudung Batiung 2025. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Warisan budaya masyarakat Dayak Ga'ai kembali akan ditampilkan melalui Festival Bekudung Betiung 2026 yang dirangkai dengan peringatan Hari Jadi Kampung Tumbit Dayak ke-263. Kegiatan yang berlangsung di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, ini dijadwalkan digelar selama sepekan, mulai 24-30 Juni 2026.
Beragam prosesi adat dan perlombaan tradisional akan mewarnai festival tahunan tersebut. Selain menjadi ruang pelestarian budaya, Festival Bekudung Betiung juga diharapkan mampu menarik minat wisatawan untuk mengenal lebih dekat tradisi masyarakat Dayak Ga'ai di Kabupaten Berau.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan rangkaian kegiatan festival akan berlangsung selama tujuh hari. Sementara agenda yang melibatkan tamu undangan akan dipusatkan pada prosesi yang telah ditetapkan.
"Pelaksanaannya secara umum tetap satu minggu. Jadi nanti festival dimulai terlebih dahulu, baru pada hari yang ditentukan kita mengundang tamu untuk pembukaan resmi, dan berlanjut hingga penutupan," ujar Yudha.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, Disbudpar Berau juga akan memperkuat promosi dan koordinasi dengan bidang kebudayaan. Langkah tersebut dilakukan agar Festival Bekudung Betiung semakin dikenal, baik di tingkat regional maupun nasional.
"Kami akan bicarakan dengan bidang budaya untuk persiapan undangan. Yang kedua, kami minta agar promosi ini lebih ditingkatkan lagi dengan harapan jumlah pengunjung dari luar daerah bisa meningkat tahun ini. Mudah-mudahan sisa waktu yang ada bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya, dan semoga cuaca juga mendukung selama acara," katanya.
Ia menjelaskan bahwa Festival Bekudung Betiung merupakan tradisi adat yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak Ga'ai. Ritual Bekudung menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.
"Sedangkan Betiung merupakan prosesi adat yang dijalani para pemuda sebagai tahapan menuju kedewasaan sekaligus syarat sebelum memasuki jenjang pernikahan," tambahnya.
Tak hanya itu, keunikan lain dari festival ini adalah semangat gotong royong masyarakat. Selama pelaksanaan festival, warga Kampung Tumbit Dayak secara sukarela menyediakan makanan bagi para tamu dan pengunjung yang datang menikmati seluruh rangkaian kegiatan.
Yudha berharap Festival Bekudung Betiung terus menjadi agenda budaya yang mampu menjaga kelestarian adat sekaligus mengangkat potensi pariwisata Kabupaten Berau.
"Kami berharap festival ini tidak hanya menjadi ruang pelestarian adat bagi generasi muda, tetapi juga magnet pariwisata budaya unggulan di Kabupaten Berau," tutupnya. (Adv)
(Sf/Rs)