Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Stan Diskoperindag Berau di Gedung Graha Pemuda, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Masyarakat Kabupaten Berau dapat memanfaatkan stan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) selama Berau Expo 2026 untuk mengurus legalitas usaha hingga berkonsultasi mengenai pengembangan bisnis. Berbagai layanan tersebut dihadirkan secara langsung dan gratis bagi pengunjung.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan pihaknya menjadikan Expo tahun ini sebagai momentum untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, layanan yang biasanya diperoleh di kantor kini turut dibuka di stan Gedung Graha Pemuda, Tanjung Redeb.
"Diskoperindag menampilkan pelayanan. Jadi, pelayanan apa saja yang kami lakukan selama ini, itu yang kami tampilkan. Kami juga membuka pelayanan langsung di lokasi," ujar Eva.
Adapun layanan yang disediakan meliputi pendampingan Nomor Induk Berusaha (NIB), pendaftaran sertifikasi halal, pengujian tera atau tera ulang untuk alat ukur dan timbangan kecil, serta konsultasi Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melengkapi administrasi usaha sekaligus mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam mengembangkan usahanya.
"Jadi masyarakat bisa datang sekalian rekreasi dan menikmati hiburan, sekaligus langsung mendapatkan pelayanan dari kami," tambahnya.
Selain itu, Diskoperindag juga menghadirkan pameran kerajinan lokal melalui stan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda). Berbagai produk dari perajin binaan, seperti tenun dan anyaman rotan, akan ditampilkan secara bergantian selama 10 hari pelaksanaan Expo.
Eva menjelaskan pihaknya semula berencana menghadirkan demokrasi langsung dari pelaku UMKM. Namun, konsep tersebut harus disesuaikan dengan ketentuan panitia yang membatasi aktivitas penggunaan api dan sejenisnya.
"Kami berharap melalui layanan dan pameran ini, Berau Expo 2026 tidak hanya menjadi tempat hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM dalam mengurus legalitas, memperoleh pendampingan, dan memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat luas," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Stan Diskoperindag Berau di Gedung Graha Pemuda, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Masyarakat Kabupaten Berau dapat memanfaatkan stan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) selama Berau Expo 2026 untuk mengurus legalitas usaha hingga berkonsultasi mengenai pengembangan bisnis. Berbagai layanan tersebut dihadirkan secara langsung dan gratis bagi pengunjung.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan pihaknya menjadikan Expo tahun ini sebagai momentum untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, layanan yang biasanya diperoleh di kantor kini turut dibuka di stan Gedung Graha Pemuda, Tanjung Redeb.
"Diskoperindag menampilkan pelayanan. Jadi, pelayanan apa saja yang kami lakukan selama ini, itu yang kami tampilkan. Kami juga membuka pelayanan langsung di lokasi," ujar Eva.
Adapun layanan yang disediakan meliputi pendampingan Nomor Induk Berusaha (NIB), pendaftaran sertifikasi halal, pengujian tera atau tera ulang untuk alat ukur dan timbangan kecil, serta konsultasi Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melengkapi administrasi usaha sekaligus mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam mengembangkan usahanya.
"Jadi masyarakat bisa datang sekalian rekreasi dan menikmati hiburan, sekaligus langsung mendapatkan pelayanan dari kami," tambahnya.
Selain itu, Diskoperindag juga menghadirkan pameran kerajinan lokal melalui stan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda). Berbagai produk dari perajin binaan, seperti tenun dan anyaman rotan, akan ditampilkan secara bergantian selama 10 hari pelaksanaan Expo.
Eva menjelaskan pihaknya semula berencana menghadirkan demokrasi langsung dari pelaku UMKM. Namun, konsep tersebut harus disesuaikan dengan ketentuan panitia yang membatasi aktivitas penggunaan api dan sejenisnya.
"Kami berharap melalui layanan dan pameran ini, Berau Expo 2026 tidak hanya menjadi tempat hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM dalam mengurus legalitas, memperoleh pendampingan, dan memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat luas," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)