Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Berau berencana memperluas sasaran layanan jemput bola untuk aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Selain kelurahan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), layanan nantinya akan menyasar sekolah hingga pasar.
Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji, mengatakan perluasan sasaran tersebut dilakukan untuk mempercepat cakupan aktivasi IKD di masyarakat. Namun, pelaksanaannya masih menunggu kepastian anggaran operasional, khususnya untuk kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Jika sudah ada anggaran lagi, kita akan lakukan jemput bola lagi ke pusat-pusat pelayanan, seperti SMA dan pasar. Itu akan kita ulang lagi untuk meningkatkan aktivasi IKD," ujar David.
Ia menjelaskan sebelumnya, program jemput bola IKD telah berjalan rutin selama dua tahun. Pada periode Maret hingga Agustus, petugas Disdukcapil mendatangi sejumlah OPD dan kelurahan untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Sementara itu, ia mengatakan sebelum dihentikan sementara, layanan keliling tersebut dijadwalkan menyasar 10 kelurahan sebanyak dua kali dalam sepekan. Program tersebut dinilai cukup efektif karena mampu meningkatkan aktivasi IKD sekitar tujuh hingga delapan persen.
"Alhamdulillah hasilnya ada peningkatan sekitar 7-8 persen, ada percepatan. Tapi karena keterbatasan anggaran BBM di bulan Agustus ini, pelayanan kami hentikan sementara," terangnya.
Menurutnya, pola jemput bola menjadi salah satu upaya Disdukcapil untuk menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau akses untuk datang langsung ke kantor pelayanan. Karena itu, perluasan lokasi sasaran dinilai penting agar proses aktivasi IKD dapat dilakukan lebih mudah dan menjangkau masyarakat yang lebih luas.
"Kita ingin pelayanan ini semakin dekat dengan masyarakat. Jadi ketika jemput bola kembali berjalan, kita akan melihat lokasi-lokasi yang ramai dan mudah dijangkau masyarakat supaya proses aktivasi IKD bisa lebih cepat dan cakupannya semakin luas," terangnya.
Selain itu, ia juga menegaskan penghentian layanan jemput bola tersebut hanya bersifat sementara. Disdukcapil akan kembali menjalankan pelayanan setelah adanya tambahan anggaran melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT).
David pun berharap dengan perluasan sasaran ke sekolah dan pasar, masyarakat yang belum melakukan aktivasi IKD dapat lebih mudah mendapatkan pelayanan tanpa harus datang langsung ke kantor Disdukcapil.
"Kalau anggaran sudah tersedia, kita akan maksimalkan lagi jemput bola supaya aktivasi IKD ini bisa terus meningkat," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Berau berencana memperluas sasaran layanan jemput bola untuk aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Selain kelurahan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), layanan nantinya akan menyasar sekolah hingga pasar.
Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji, mengatakan perluasan sasaran tersebut dilakukan untuk mempercepat cakupan aktivasi IKD di masyarakat. Namun, pelaksanaannya masih menunggu kepastian anggaran operasional, khususnya untuk kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Jika sudah ada anggaran lagi, kita akan lakukan jemput bola lagi ke pusat-pusat pelayanan, seperti SMA dan pasar. Itu akan kita ulang lagi untuk meningkatkan aktivasi IKD," ujar David.
Ia menjelaskan sebelumnya, program jemput bola IKD telah berjalan rutin selama dua tahun. Pada periode Maret hingga Agustus, petugas Disdukcapil mendatangi sejumlah OPD dan kelurahan untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Sementara itu, ia mengatakan sebelum dihentikan sementara, layanan keliling tersebut dijadwalkan menyasar 10 kelurahan sebanyak dua kali dalam sepekan. Program tersebut dinilai cukup efektif karena mampu meningkatkan aktivasi IKD sekitar tujuh hingga delapan persen.
"Alhamdulillah hasilnya ada peningkatan sekitar 7-8 persen, ada percepatan. Tapi karena keterbatasan anggaran BBM di bulan Agustus ini, pelayanan kami hentikan sementara," terangnya.
Menurutnya, pola jemput bola menjadi salah satu upaya Disdukcapil untuk menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau akses untuk datang langsung ke kantor pelayanan. Karena itu, perluasan lokasi sasaran dinilai penting agar proses aktivasi IKD dapat dilakukan lebih mudah dan menjangkau masyarakat yang lebih luas.
"Kita ingin pelayanan ini semakin dekat dengan masyarakat. Jadi ketika jemput bola kembali berjalan, kita akan melihat lokasi-lokasi yang ramai dan mudah dijangkau masyarakat supaya proses aktivasi IKD bisa lebih cepat dan cakupannya semakin luas," terangnya.
Selain itu, ia juga menegaskan penghentian layanan jemput bola tersebut hanya bersifat sementara. Disdukcapil akan kembali menjalankan pelayanan setelah adanya tambahan anggaran melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT).
David pun berharap dengan perluasan sasaran ke sekolah dan pasar, masyarakat yang belum melakukan aktivasi IKD dapat lebih mudah mendapatkan pelayanan tanpa harus datang langsung ke kantor Disdukcapil.
"Kalau anggaran sudah tersedia, kita akan maksimalkan lagi jemput bola supaya aktivasi IKD ini bisa terus meningkat," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)