Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Tekan Inflasi dan Stunting, Pemkab Berau Rutin Gelar Pasar Ikan Murah Tiap Bulan di PPI Sambaliung 

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    21 Juni 2026 pukul 10:49 WITA

    Pasar Ikan Murah di PPI Sambaliung. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat upaya pengendalian inflasi dan penurunan angka stunting melalui program Pasar Ikan Murah yang akan digelar secara rutin setiap bulan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sambaliung. Pada pelaksanaan terbaru yang berlangsung di PPI Sambaliung, Sabtu (20/6/2026), pemerintah daerah menyediakan sebanyak tujuh ton ikan segar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.

    Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Abdul Majid, mengatakan pasokan ikan yang disiapkan terdiri dari satu ton ikan air tawar dan enam ton ikan laut. Komoditas ikan air tawar didominasi ikan emas, nila, lele, dan patin. Sementara itu, ikan laut yang tersedia antara lain ikan layang, kakap, putih, como-como, bandeng, dan tongkol.

    "Komposisi serta volume pasokan kali ini hampir sama dengan pelaksanaan program sebelumnya, untuk menjaga ketersediaan pangan serta kestabilan harga komoditas perikanan di pasaran," ujar Majid.

    Ia menegaskan, program pasar ikan murah akan terus dilanjutkan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat dan meningkatkan kualitas gizi keluarga. 

    "Program ini kita lanjutkan terus sesuai dengan pernyataan Ibu Bupati kemarin. Tak hanya itu ada juga tujuan dari dilaksanakan kegiatan ini," katanya.

    Dirinya menyebut tiga tujuan utama yang menjadi fokus pelaksanaan program tersebut, yakni pengendalian inflasi, percepatan penurunan stunting, dan sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

    Sementara itu, ia juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah membuka peluang perluasan pelaksanaan pasar ikan murah ke sejumlah kecamatan lain. Namun, kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan hasil pemetaan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

    "Kemarin di Tanjung Batu sudah kita laksanakan dan kita melihat potensi yang ada. Walaupun kita bicara pesisir, harga ikan di sana masih cukup mahal," terangnya.

    Dirinya menjelaskan pelaksanaan pasar ikan murah di Tanjung Batu  diarahkan bukan hanya untuk menekan harga tetapi jug untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata.

    "Kami berharap wisatawan maupun masyarakat lokal yang berkunjung dapat menikmati komoditas ikan segar, baik untuk diolah di tempat maupun dibawa pulang sebagai oleh-oleh ke Tanjung Redeb," tuturnya.

    Di sisi lain, program tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu yang mulai beroperasi sejak 1 Mei 2026. 

    "Keberadaan fasilitas itu diharapkan dapat meningkatkan aktivitas perdagangan hasil perikanan dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir," ujarnya.

    Terakhir, Majid berharap melalui pelaksanaan Pasar Ikan Murah secara berkelanjutan ini dapat menjaga stabilitas harga pangan, meningkatkan konsumsi ikan masyarakat, serta mendukung upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Tekan Inflasi dan Stunting, Pemkab Berau Rutin Gelar Pasar Ikan Murah Tiap Bulan di PPI Sambaliung 

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    21 Juni 2026 pukul 10:49 WITA

    Pasar Ikan Murah di PPI Sambaliung. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat upaya pengendalian inflasi dan penurunan angka stunting melalui program Pasar Ikan Murah yang akan digelar secara rutin setiap bulan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sambaliung. Pada pelaksanaan terbaru yang berlangsung di PPI Sambaliung, Sabtu (20/6/2026), pemerintah daerah menyediakan sebanyak tujuh ton ikan segar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.

    Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Abdul Majid, mengatakan pasokan ikan yang disiapkan terdiri dari satu ton ikan air tawar dan enam ton ikan laut. Komoditas ikan air tawar didominasi ikan emas, nila, lele, dan patin. Sementara itu, ikan laut yang tersedia antara lain ikan layang, kakap, putih, como-como, bandeng, dan tongkol.

    "Komposisi serta volume pasokan kali ini hampir sama dengan pelaksanaan program sebelumnya, untuk menjaga ketersediaan pangan serta kestabilan harga komoditas perikanan di pasaran," ujar Majid.

    Ia menegaskan, program pasar ikan murah akan terus dilanjutkan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat dan meningkatkan kualitas gizi keluarga. 

    "Program ini kita lanjutkan terus sesuai dengan pernyataan Ibu Bupati kemarin. Tak hanya itu ada juga tujuan dari dilaksanakan kegiatan ini," katanya.

    Dirinya menyebut tiga tujuan utama yang menjadi fokus pelaksanaan program tersebut, yakni pengendalian inflasi, percepatan penurunan stunting, dan sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

    Sementara itu, ia juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah membuka peluang perluasan pelaksanaan pasar ikan murah ke sejumlah kecamatan lain. Namun, kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan hasil pemetaan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

    "Kemarin di Tanjung Batu sudah kita laksanakan dan kita melihat potensi yang ada. Walaupun kita bicara pesisir, harga ikan di sana masih cukup mahal," terangnya.

    Dirinya menjelaskan pelaksanaan pasar ikan murah di Tanjung Batu  diarahkan bukan hanya untuk menekan harga tetapi jug untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata.

    "Kami berharap wisatawan maupun masyarakat lokal yang berkunjung dapat menikmati komoditas ikan segar, baik untuk diolah di tempat maupun dibawa pulang sebagai oleh-oleh ke Tanjung Redeb," tuturnya.

    Di sisi lain, program tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu yang mulai beroperasi sejak 1 Mei 2026. 

    "Keberadaan fasilitas itu diharapkan dapat meningkatkan aktivitas perdagangan hasil perikanan dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir," ujarnya.

    Terakhir, Majid berharap melalui pelaksanaan Pasar Ikan Murah secara berkelanjutan ini dapat menjaga stabilitas harga pangan, meningkatkan konsumsi ikan masyarakat, serta mendukung upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (Adv)

    (Sf/Rs)