Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Targetkan Generasi Muda untuk Gemar Membaca, Dispusip Berau Perluas Layanan Digital

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    30 Juni 2026 pukul 16:03 WITA

    Kepala Dispusip Berau, Rabiatul Islamiah. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau terus memperkuat layanan literasi berbasis digital sebagai upaya menghadapi perubahan zaman sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat. Transformasi tersebut difokuskan untuk menjangkau generasi muda yang kini lebih banyak mengakses informasi melalui perangkat digital.

    Kepala Dispusip Berau, Rabiatul Islamiah, mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat, khususnya Generasi Z, dalam memperoleh informasi. Karena itu, perpustakaan harus mampu beradaptasi agar tetap menjadi sumber belajar yang relevan.

    "Minat baca generasi muda harus terus ditumbuhkan melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Digitalisasi ini bukan ancaman, tetapi peluang untuk memperluas akses terhadap bahan bacaan dan pengetahuan," ujar Rabiatul.

    Oleh karena itu, sebagai bentuk transformasi layanan, Dispusip Berau kini menyediakan koleksi buku digital, fasilitas komputer, serta layanan perpustakaan keliling yang menjangkau berbagai kecamatan. 

    "Inovasi ini kami harapkan memudahkan masyarakat memperoleh informasi sekaligus meningkatkan budaya membaca," tuturnya.

    Sementara itu, dirinya menilai Generasi Z memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi terhadap perkembangan teknologi. Potensi tersebut harus dimanfaatkan agar mereka tidak hanya menjadi pengguna media digital, tetapi juga memiliki kebiasaan membaca dan wawasan yang luas.

    "Mulai sekarang kita wajib memanfaatkan digitalisasi untuk menumbuhkan minat baca generasi muda. Mereka harus didorong menjadi generasi yang gemar membaca, bukan hanya menjadi konsumen informasi," katanya.

    Ia juga memastikan seluruh fasilitas perpustakaan dapat diakses masyarakat tanpa dipungut biaya. Warga tidak diwajibkan menjadi anggota untuk berkunjung, namun ia menyebutkan keuntungan utama jika menjadi anggota perpustakaan yakni mendapatkan fasilitas tambahan berupa peminjaman buku.

    "Tidak harus jadi anggota kalau ingin ke perpustakaan. Kami terbuka untuk umum, sehingga siapa pun bisa datang memanfaatkan fasilitas yang tersedia," jelasnya.

    Menurut Rabiatul, buku dalam bentuk cetak maupun digital tetap menjadi fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Ia berharap transformasi layanan yang terus dilakukan mampu menjadikan perpustakaan sebagai pusat literasi yang modern, inklusif, dan mampu mendorong kemajuan daerah.

    "Buku adalah jendela dunia, sedangkan membaca merupakan gerbang peradaban. Kami ingin masyarakat memanfaatkan seluruh layanan perpustakaan untuk belajar dan terus menambah wawasan," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Targetkan Generasi Muda untuk Gemar Membaca, Dispusip Berau Perluas Layanan Digital

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    30 Juni 2026 pukul 16:03 WITA

    Kepala Dispusip Berau, Rabiatul Islamiah. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau terus memperkuat layanan literasi berbasis digital sebagai upaya menghadapi perubahan zaman sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat. Transformasi tersebut difokuskan untuk menjangkau generasi muda yang kini lebih banyak mengakses informasi melalui perangkat digital.

    Kepala Dispusip Berau, Rabiatul Islamiah, mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat, khususnya Generasi Z, dalam memperoleh informasi. Karena itu, perpustakaan harus mampu beradaptasi agar tetap menjadi sumber belajar yang relevan.

    "Minat baca generasi muda harus terus ditumbuhkan melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Digitalisasi ini bukan ancaman, tetapi peluang untuk memperluas akses terhadap bahan bacaan dan pengetahuan," ujar Rabiatul.

    Oleh karena itu, sebagai bentuk transformasi layanan, Dispusip Berau kini menyediakan koleksi buku digital, fasilitas komputer, serta layanan perpustakaan keliling yang menjangkau berbagai kecamatan. 

    "Inovasi ini kami harapkan memudahkan masyarakat memperoleh informasi sekaligus meningkatkan budaya membaca," tuturnya.

    Sementara itu, dirinya menilai Generasi Z memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi terhadap perkembangan teknologi. Potensi tersebut harus dimanfaatkan agar mereka tidak hanya menjadi pengguna media digital, tetapi juga memiliki kebiasaan membaca dan wawasan yang luas.

    "Mulai sekarang kita wajib memanfaatkan digitalisasi untuk menumbuhkan minat baca generasi muda. Mereka harus didorong menjadi generasi yang gemar membaca, bukan hanya menjadi konsumen informasi," katanya.

    Ia juga memastikan seluruh fasilitas perpustakaan dapat diakses masyarakat tanpa dipungut biaya. Warga tidak diwajibkan menjadi anggota untuk berkunjung, namun ia menyebutkan keuntungan utama jika menjadi anggota perpustakaan yakni mendapatkan fasilitas tambahan berupa peminjaman buku.

    "Tidak harus jadi anggota kalau ingin ke perpustakaan. Kami terbuka untuk umum, sehingga siapa pun bisa datang memanfaatkan fasilitas yang tersedia," jelasnya.

    Menurut Rabiatul, buku dalam bentuk cetak maupun digital tetap menjadi fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Ia berharap transformasi layanan yang terus dilakukan mampu menjadikan perpustakaan sebagai pusat literasi yang modern, inklusif, dan mampu mendorong kemajuan daerah.

    "Buku adalah jendela dunia, sedangkan membaca merupakan gerbang peradaban. Kami ingin masyarakat memanfaatkan seluruh layanan perpustakaan untuk belajar dan terus menambah wawasan," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Rs)