Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Biji kakao Berau saat proses penjemuran. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau tidak hanya berfokus meningkatkan produksi kopi dan kakao, tetapi juga mendorong hasil panen petani agar memiliki akses pasar yang jelas.
Langkah tersebut ditempuh melalui pembinaan berkelanjutan bersama Sekolah Tani Indonesia (STI) agar petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.
Sekretaris Disbun Berau, Mansur, mengatakan keberhasilan pengembangan sektor perkebunan tidak cukup diukur dari tingginya hasil produksi. Menurutnya, hasil panen yang melimpah harus diikuti dengan kepastian pemasaran agar mampu meningkatkan pendapatan petani.
"Jangan sampai produksi meningkat, tetapi hasilnya tidak terserap pasar. Karena itu, pembinaan yang kami lakukan tidak hanya soal budidaya, tetapi juga bagaimana petani memiliki akses pemasaran yang berkelanjutan," ujar Mansur.
Ia menjelaskan, kolaborasi dengan STI dilakukan melalui sinergi program tanpa adanya nota kesepahaman khusus. Disbun dan STI saling mendukung kegiatan pembinaan sesuai dengan peran masing-masing demi memperkuat kapasitas petani di Kabupaten Berau.
Dirinya mengatakan komoditas kopi dan kakao menjadi fokus pembinaan karena dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Selain peningkatan keterampilan budidaya, petani juga didorong memahami pengelolaan usaha agar mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing.
"Fokus kami adalah membina petani dari hulu hingga hilir. Jadi bukan hanya mengajarkan cara menanam dan meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan hasil panen memiliki pasar yang jelas," katanya.
Sementara itu, upaya pengembangan perkebunan di Berau juga mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian. Tahun ini, Kabupaten Berau memperoleh alokasi pengembangan kakao seluas 200 hektare dan kopi seluas 200 hektare yang merupakan hasil usulan Pemerintah Kabupaten Berau.
Mansur berharap tambahan areal pengembangan tersebut mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat posisi kopi dan kakao Berau sebagai komoditas unggulan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Dengan dukungan pengembangan lahan dan pembinaan yang berkelanjutan, kami optimistis kesejahteraan petani akan meningkat seiring bertambahnya produksi dan terbukanya peluang pasar yang lebih luas," tutupnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Biji kakao Berau saat proses penjemuran. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau tidak hanya berfokus meningkatkan produksi kopi dan kakao, tetapi juga mendorong hasil panen petani agar memiliki akses pasar yang jelas.
Langkah tersebut ditempuh melalui pembinaan berkelanjutan bersama Sekolah Tani Indonesia (STI) agar petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.
Sekretaris Disbun Berau, Mansur, mengatakan keberhasilan pengembangan sektor perkebunan tidak cukup diukur dari tingginya hasil produksi. Menurutnya, hasil panen yang melimpah harus diikuti dengan kepastian pemasaran agar mampu meningkatkan pendapatan petani.
"Jangan sampai produksi meningkat, tetapi hasilnya tidak terserap pasar. Karena itu, pembinaan yang kami lakukan tidak hanya soal budidaya, tetapi juga bagaimana petani memiliki akses pemasaran yang berkelanjutan," ujar Mansur.
Ia menjelaskan, kolaborasi dengan STI dilakukan melalui sinergi program tanpa adanya nota kesepahaman khusus. Disbun dan STI saling mendukung kegiatan pembinaan sesuai dengan peran masing-masing demi memperkuat kapasitas petani di Kabupaten Berau.
Dirinya mengatakan komoditas kopi dan kakao menjadi fokus pembinaan karena dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Selain peningkatan keterampilan budidaya, petani juga didorong memahami pengelolaan usaha agar mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing.
"Fokus kami adalah membina petani dari hulu hingga hilir. Jadi bukan hanya mengajarkan cara menanam dan meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan hasil panen memiliki pasar yang jelas," katanya.
Sementara itu, upaya pengembangan perkebunan di Berau juga mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian. Tahun ini, Kabupaten Berau memperoleh alokasi pengembangan kakao seluas 200 hektare dan kopi seluas 200 hektare yang merupakan hasil usulan Pemerintah Kabupaten Berau.
Mansur berharap tambahan areal pengembangan tersebut mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat posisi kopi dan kakao Berau sebagai komoditas unggulan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Dengan dukungan pengembangan lahan dan pembinaan yang berkelanjutan, kami optimistis kesejahteraan petani akan meningkat seiring bertambahnya produksi dan terbukanya peluang pasar yang lebih luas," tutupnya. (Adv)
(Sf/Lo)