Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Tak Sekadar Pamer Produk, Dekranasda Berau Tunjukkan Keterampilan Perajin secara Langsung

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    22 Oktober 2026 pukul 12:42 WITA

    Perajin memperagakan proses pembuatan kerajinan Anyaman Pandan khas Berau di stan Dekranasda pada Berau Expo 2026. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau menghadirkan konsep berbeda dalam mempromosikan kerajinan lokal di Berau Expo 2026.

    Pengunjung tidak hanya melihat berbagai produk yang dipamerkan, tetapi juga bisa menyaksikan langsung proses pembuatannya oleh para perajin.

    Pada pembukaan Berau Expo 2026, Jumat (16/10/2026), Dekranasda Berau menampilkan perajin yang memperagakan proses anyaman pandan di hadapan pengunjung. Kegiatan ini pun menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperkenalkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk kerajinan berkualitas.

    Ketua Dekranasda Berau, Edy Suswanto, mengatakan demonstrasi tersebut merupakan bagian dari upaya mengembangkan promosi kerajinan agar masyarakat tidak hanya mengenal produk dari hasil akhirnya, tetapi juga memahami proses kreatif di balik pembuatannya.

    "Pengembangan kerajinan lokal perlu dilakukan dengan memperhatikan tren dan kualitas produk. Karena itu kita juga mengambil inspirasi dari daerah lain untuk memperkaya ide dan mendorong produk perajin Berau agar mampu bersaing di pasar," ujar Edy.

    Selain mempromosikan produk melalui pameran, Dekranasda Berau turut memberikan pendampingan kepada para perajin melalui kerja sama dengan dalam program tanggung jawab sosial perusahaan.

    Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan perajin, memperbaiki kualitas produksi, serta memperluas peluang pemasaran. Dengan peningkatan kualitas, produk kerajinan lokal diharapkan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.

    Dirinya menyampaikan bahwa peluang tersebut pun mulai terlihat dengan adanya sejumlah perusahaan yang memesan produk kerajinan untuk dijadikan suvenir. Pesanan ini menjadi kesempatan bagi para perajin untuk mengembangkan usaha sekaligus menambah penghasilan.

    "Alhamdulillah, sudah ada perusahaan-perusahaan yang memesan untuk suvenir," katanya.

    Edy pun mengatakan selama Berau Expo 2026 berlangsung, pihaknya juga menjadwalkan pergantian jenis kerajinan yang diperagakan setiap hari mulai dari demo kerajinan lukis, demo kerajinan manik, demo kerajinan batik dan lainnya. Langkah ini dilakukan agar pengunjung dapat mengenal lebih banyak keterampilan dan hasil karya perajin lokal.

    "Saya mengapresiasi dan respek dengan para perajin, terutama kaum perempuan, yang tetap produktif menghasilkan karya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya, tetapi juga berkontribusi terhadap perekonomian keluarga. Mereka pejuang rupiah," ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan para perajin tersebut. Ia pun berharap melalui pameran Berau Expo 2026, demonstrasi langsung dan pendampingan, kerajinan lokal semakin dikenal masyarakat serta memiliki daya saing yang lebih kuat.

    "Momentum ini menjadi kesempatan bagi para perajin untuk memperkenalkan keterampilan mereka sekaligus membuka peluang pasar baru bagi produk kerajinan khas Kabupaten Berau," kata Eva. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Tak Sekadar Pamer Produk, Dekranasda Berau Tunjukkan Keterampilan Perajin secara Langsung

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    22 Oktober 2026 pukul 12:42 WITA

    Perajin memperagakan proses pembuatan kerajinan Anyaman Pandan khas Berau di stan Dekranasda pada Berau Expo 2026. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau menghadirkan konsep berbeda dalam mempromosikan kerajinan lokal di Berau Expo 2026.

    Pengunjung tidak hanya melihat berbagai produk yang dipamerkan, tetapi juga bisa menyaksikan langsung proses pembuatannya oleh para perajin.

    Pada pembukaan Berau Expo 2026, Jumat (16/10/2026), Dekranasda Berau menampilkan perajin yang memperagakan proses anyaman pandan di hadapan pengunjung. Kegiatan ini pun menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperkenalkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk kerajinan berkualitas.

    Ketua Dekranasda Berau, Edy Suswanto, mengatakan demonstrasi tersebut merupakan bagian dari upaya mengembangkan promosi kerajinan agar masyarakat tidak hanya mengenal produk dari hasil akhirnya, tetapi juga memahami proses kreatif di balik pembuatannya.

    "Pengembangan kerajinan lokal perlu dilakukan dengan memperhatikan tren dan kualitas produk. Karena itu kita juga mengambil inspirasi dari daerah lain untuk memperkaya ide dan mendorong produk perajin Berau agar mampu bersaing di pasar," ujar Edy.

    Selain mempromosikan produk melalui pameran, Dekranasda Berau turut memberikan pendampingan kepada para perajin melalui kerja sama dengan dalam program tanggung jawab sosial perusahaan.

    Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan perajin, memperbaiki kualitas produksi, serta memperluas peluang pemasaran. Dengan peningkatan kualitas, produk kerajinan lokal diharapkan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.

    Dirinya menyampaikan bahwa peluang tersebut pun mulai terlihat dengan adanya sejumlah perusahaan yang memesan produk kerajinan untuk dijadikan suvenir. Pesanan ini menjadi kesempatan bagi para perajin untuk mengembangkan usaha sekaligus menambah penghasilan.

    "Alhamdulillah, sudah ada perusahaan-perusahaan yang memesan untuk suvenir," katanya.

    Edy pun mengatakan selama Berau Expo 2026 berlangsung, pihaknya juga menjadwalkan pergantian jenis kerajinan yang diperagakan setiap hari mulai dari demo kerajinan lukis, demo kerajinan manik, demo kerajinan batik dan lainnya. Langkah ini dilakukan agar pengunjung dapat mengenal lebih banyak keterampilan dan hasil karya perajin lokal.

    "Saya mengapresiasi dan respek dengan para perajin, terutama kaum perempuan, yang tetap produktif menghasilkan karya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya, tetapi juga berkontribusi terhadap perekonomian keluarga. Mereka pejuang rupiah," ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan para perajin tersebut. Ia pun berharap melalui pameran Berau Expo 2026, demonstrasi langsung dan pendampingan, kerajinan lokal semakin dikenal masyarakat serta memiliki daya saing yang lebih kuat.

    "Momentum ini menjadi kesempatan bagi para perajin untuk memperkenalkan keterampilan mereka sekaligus membuka peluang pasar baru bagi produk kerajinan khas Kabupaten Berau," kata Eva. (Adv)

    (Sf/Lo)