Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Tak Sekadar Dibuang, Kelurahan Karang Ambun di Berau Olah Sampah jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    22 Agustus 2026 pukul 12:22 WITA

    Lurah Karang Ambun, Muliana. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Sampah anorganik yang selama ini dianggap tidak bernilai mulai dimanfaatkan masyarakat Kelurahan Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, menjadi berbagai produk kerajinan.

    Upaya tersebut dilakukan Kelurahan Karang Ambun sebagai langkah mengurangi sampah yang sulit terurai sekaligus mendorong masyarakat melihat peluang ekonomi dari barang bekas.

    Lurah Karang Ambun, Muliana, mengatakan pengolahan sampah menjadi perhatian pihaknya, terutama untuk sampah anorganik. Sebelumnya, masyarakat lebih banyak diarahkan mengolah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat.

    "Kalau untuk organiknya sudah sering, dari ekoenzim, biopori, pembuatan pupuk itu sudah. Nah sekarang kami khususnya lebih ke barang yang susah diurai, yang anorganik," ujar Muliana.

    Menurutnya, berbagai jenis sampah seperti tutup botol dan sedotan dapat dikreasikan menjadi produk yang memiliki nilai guna. Pada pelatihan sebelumnya, masyarakat menghasilkan sejumlah kerajinan seperti gantungan kunci, tempat tisu, toples hingga taplak meja.

    "Dari gantungan kunci dari tutup botol, kemudian tempat tisu, toples, taplak meja dari sedotan itu banyak sekali kreasi," katanya.

    Ia menyampaikan bahwa program tersebut tidak hanya melibatkan satu kelompok masyarakat. Dimana peserta pelatihan berasal dari berbagai unsur dan mewakili 19 RT yang ada di Kelurahan Karang Ambun.

    Dirinya menyebut terdapat lima Bank Sampah yang turut dilibatkan. Selain itu, pihaknya juga menggandeng pelaku UMKM, ibu rumah tangga, PKK dan LPM untuk bersama-sama mengembangkan pengelolaan sampah.

    "Kami punya lima Bank Sampah. Ada pelaku UMKM, ibu-ibu rumah tangga, PKK dan LPM Karang Ambun. Kami libatkan semua unsur," ujarnya.

    Oleh karena itu, ia juga memastikan agar kegiatan pelatihan tidak berhenti pada satu kegiatan. Kelurahan Karang Ambun tengah menyiapkan pelatihan lanjutan yang masih berkaitan dengan pemanfaatan sampah anorganik.

    "Berlanjut. Untuk berikutnya nanti kami mau ada satu pelatihan lagi itu juga dari sampah," ungkapnya.

    Sementara itu, dalam pengembangan program tersebut, Kelurahan Karang Ambun juga berkolaborasi dengan Dekranasda dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Narasumber untuk kegiatan selanjutnya masih dalam tahap penjajakan agar materi yang diberikan semakin beragam.

    "Tentu kami merangkul dan kolaborasi dengan OPD-OPD terkait, karena pasti ada keterbatasan kalau sendiri," tuturnya.

    Muliana berharap hasil kerajinan dari sampah tersebut nantinya tidak hanya menjadi solusi mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi hingga menjadi salah satu pilihan oleh-oleh khas Berau.

    "Memang kami fokuskan agar pelatihan ini dapat memberikan manfaat dan produk yang dihasilkan bisa menjadi salah satu oleh-oleh Kabupaten Berau. Sekalian untuk mempromosikan," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Tak Sekadar Dibuang, Kelurahan Karang Ambun di Berau Olah Sampah jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    22 Agustus 2026 pukul 12:22 WITA

    Lurah Karang Ambun, Muliana. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Sampah anorganik yang selama ini dianggap tidak bernilai mulai dimanfaatkan masyarakat Kelurahan Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, menjadi berbagai produk kerajinan.

    Upaya tersebut dilakukan Kelurahan Karang Ambun sebagai langkah mengurangi sampah yang sulit terurai sekaligus mendorong masyarakat melihat peluang ekonomi dari barang bekas.

    Lurah Karang Ambun, Muliana, mengatakan pengolahan sampah menjadi perhatian pihaknya, terutama untuk sampah anorganik. Sebelumnya, masyarakat lebih banyak diarahkan mengolah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat.

    "Kalau untuk organiknya sudah sering, dari ekoenzim, biopori, pembuatan pupuk itu sudah. Nah sekarang kami khususnya lebih ke barang yang susah diurai, yang anorganik," ujar Muliana.

    Menurutnya, berbagai jenis sampah seperti tutup botol dan sedotan dapat dikreasikan menjadi produk yang memiliki nilai guna. Pada pelatihan sebelumnya, masyarakat menghasilkan sejumlah kerajinan seperti gantungan kunci, tempat tisu, toples hingga taplak meja.

    "Dari gantungan kunci dari tutup botol, kemudian tempat tisu, toples, taplak meja dari sedotan itu banyak sekali kreasi," katanya.

    Ia menyampaikan bahwa program tersebut tidak hanya melibatkan satu kelompok masyarakat. Dimana peserta pelatihan berasal dari berbagai unsur dan mewakili 19 RT yang ada di Kelurahan Karang Ambun.

    Dirinya menyebut terdapat lima Bank Sampah yang turut dilibatkan. Selain itu, pihaknya juga menggandeng pelaku UMKM, ibu rumah tangga, PKK dan LPM untuk bersama-sama mengembangkan pengelolaan sampah.

    "Kami punya lima Bank Sampah. Ada pelaku UMKM, ibu-ibu rumah tangga, PKK dan LPM Karang Ambun. Kami libatkan semua unsur," ujarnya.

    Oleh karena itu, ia juga memastikan agar kegiatan pelatihan tidak berhenti pada satu kegiatan. Kelurahan Karang Ambun tengah menyiapkan pelatihan lanjutan yang masih berkaitan dengan pemanfaatan sampah anorganik.

    "Berlanjut. Untuk berikutnya nanti kami mau ada satu pelatihan lagi itu juga dari sampah," ungkapnya.

    Sementara itu, dalam pengembangan program tersebut, Kelurahan Karang Ambun juga berkolaborasi dengan Dekranasda dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Narasumber untuk kegiatan selanjutnya masih dalam tahap penjajakan agar materi yang diberikan semakin beragam.

    "Tentu kami merangkul dan kolaborasi dengan OPD-OPD terkait, karena pasti ada keterbatasan kalau sendiri," tuturnya.

    Muliana berharap hasil kerajinan dari sampah tersebut nantinya tidak hanya menjadi solusi mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi hingga menjadi salah satu pilihan oleh-oleh khas Berau.

    "Memang kami fokuskan agar pelatihan ini dapat memberikan manfaat dan produk yang dihasilkan bisa menjadi salah satu oleh-oleh Kabupaten Berau. Sekalian untuk mempromosikan," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)