Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Pelatihan Pengolahan Jagung di Kampung Eka Sapta, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau. (Foto: Pemkab Berau)
Tanjung Redeb - Warga Kampung Eka Sapta, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, mulai didorong untuk tidak lagi melihat jagung sebatas komoditas yang dijual dalam bentuk mentah.
Melalui pengolahan dan inovasi, jagung dikembangkan menjadi produk pangan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Pengolahan Jagung yang digelar Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau selama tiga hari, 20-22 Agustus 2026, di Balai Pertemuan Kampung Eka Sapta, Kecamatan Talisayan. Kegiatan dibuka langsung Camat Talisayan, Mutmainah, didampingi Kepala Kampung Eka Sapta, Syamsul Arifin.
Camat Talisayan, Mutmainah mengatakan, pelatihan tersebut menjadi langkah penting untuk mengubah pola pikir masyarakat dalam memanfaatkan hasil pertanian. Menurutnya, ukuran keberhasilan tidak hanya dilihat dari banyaknya hasil panen, tetapi juga kemampuan masyarakat menciptakan nilai tambah dari komoditas yang dihasilkan.
"Langkah ini penting untuk mengubah pola pikir petani dan warga lokal. Bukan lagi soal seberapa banyak karung jagung yang bisa dipanen, melainkan seberapa tinggi nilai tambah yang bisa diciptakan dari setiap bulirnya," ujar Mutmainah.
Ia menilai, jagung memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan kreatif. Dimana, pengolahan tersebut sekaligus dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, terutama melalui usaha rumahan.
"Inovasi pangan berbasis jagung ini menjadi senjata utama warga untuk bersaing. Olahan kreatif yang dihasilkan tak cuma menjanjikan ragam produk pangan lokal yang unik, tetapi juga membuka peluang usaha baru dari dapur-dapur rumah tangga," katanya.
Oleh karena itu, dirinya berharap peserta dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan untuk mengembangkan produk secara berkelanjutan.
"Harapan kami, para peserta dapat berinovasi dan mengembangkan produk olahan jagung yang kreatif dan berdaya saing," tuturnya.
Mutmainah berharap melalui pelatihan ini, jagung di Kampung Eka Sapta dapat memiliki nilai tambah yang lebih besar. Dari komoditas mentah, masyarakat didorong mampu mengolahnya menjadi produk pangan yang memiliki nilai jual dan berpotensi menjadi sumber usaha baru bagi warga.
"Saya berharap keterampilan yang didapat tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Semoga ilmu yang didapatkan mampu diaplikasikan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan perekonomian di Kampung Eka Sapta," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Pelatihan Pengolahan Jagung di Kampung Eka Sapta, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau. (Foto: Pemkab Berau)
Tanjung Redeb - Warga Kampung Eka Sapta, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, mulai didorong untuk tidak lagi melihat jagung sebatas komoditas yang dijual dalam bentuk mentah.
Melalui pengolahan dan inovasi, jagung dikembangkan menjadi produk pangan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Pengolahan Jagung yang digelar Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau selama tiga hari, 20-22 Agustus 2026, di Balai Pertemuan Kampung Eka Sapta, Kecamatan Talisayan. Kegiatan dibuka langsung Camat Talisayan, Mutmainah, didampingi Kepala Kampung Eka Sapta, Syamsul Arifin.
Camat Talisayan, Mutmainah mengatakan, pelatihan tersebut menjadi langkah penting untuk mengubah pola pikir masyarakat dalam memanfaatkan hasil pertanian. Menurutnya, ukuran keberhasilan tidak hanya dilihat dari banyaknya hasil panen, tetapi juga kemampuan masyarakat menciptakan nilai tambah dari komoditas yang dihasilkan.
"Langkah ini penting untuk mengubah pola pikir petani dan warga lokal. Bukan lagi soal seberapa banyak karung jagung yang bisa dipanen, melainkan seberapa tinggi nilai tambah yang bisa diciptakan dari setiap bulirnya," ujar Mutmainah.
Ia menilai, jagung memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan kreatif. Dimana, pengolahan tersebut sekaligus dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, terutama melalui usaha rumahan.
"Inovasi pangan berbasis jagung ini menjadi senjata utama warga untuk bersaing. Olahan kreatif yang dihasilkan tak cuma menjanjikan ragam produk pangan lokal yang unik, tetapi juga membuka peluang usaha baru dari dapur-dapur rumah tangga," katanya.
Oleh karena itu, dirinya berharap peserta dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan untuk mengembangkan produk secara berkelanjutan.
"Harapan kami, para peserta dapat berinovasi dan mengembangkan produk olahan jagung yang kreatif dan berdaya saing," tuturnya.
Mutmainah berharap melalui pelatihan ini, jagung di Kampung Eka Sapta dapat memiliki nilai tambah yang lebih besar. Dari komoditas mentah, masyarakat didorong mampu mengolahnya menjadi produk pangan yang memiliki nilai jual dan berpotensi menjadi sumber usaha baru bagi warga.
"Saya berharap keterampilan yang didapat tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Semoga ilmu yang didapatkan mampu diaplikasikan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan perekonomian di Kampung Eka Sapta," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)