Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Tak Hanya UMKM, Gunung Tabur Angkat Warisan Sejarah dan Pembangunan di Expo 2026

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    20 Oktober 2026 pukul 13:04 WITA

    Stan Kecamatan Gunung Tabur di Berau Expo 2026. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kecamatan Gunung Tabur tidak hanya mempromosikan produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam gelaran Berau Expo 2026, tetapi juga mengangkat warisan sejarah, budaya, serta informasi pembangunan di wilayahnya.

    Pameran yang berlangsung selama 10 hari, mulai 16 hingga 25 Oktober 2026, tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kecamatan Gunung Tabur untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

    Camat Gunung Tabur, Lutfi Hidayat, mengatakan pihaknya melibatkan pelaku usaha dari 10 kampung dan satu kelurahan untuk memasarkan produk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dalam pameran tersebut.

    Menurutnya, partisipasi ini sejalan dengan tema pertumbuhan ekonomi yang diusung dalam expo. Melalui promosi tersebut, produk lokal diharapkan semakin dikenal dan memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

    "Produk yang kami tampilkan merupakan hasil usaha UP2K dari kampung dan kelurahan se-Kecamatan Gunung Tabur. Kami ingin memperkenalkan produk unggulan masyarakat agar semakin dikenal pengunjung dan bisa terus berkembang," ujar Lutfi.

    Beragam produk lokal ditampilkan, di antaranya sirup perangat dan olahan tradisional berbahan kelapa. Produk-produk tersebut memanfaatkan bahan baku lokal yang memiliki ciri khas dan menjadi bagian dari potensi ekonomi masyarakat Gunung Tabur.

    Ia menjelaskan, pengenalan produk tradisional juga menjadi upaya untuk menjaga agar kekayaan pangan lokal tetap dikenal oleh berbagai generasi. 

    "Selain kualitas produk, kami juga terus mendorong peningkatan kemasan agar lebih menarik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya.

    Di samping sektor ekonomi, Kecamatan Gunung Tabur juga mengangkat potensi wisata sejarah dengan menampilkan sejumlah kerabat kesultanan. Kehadiran unsur budaya tersebut diharapkan dapat memperkenalkan warisan sejarah daerah kepada pengunjung sekaligus menjaga kelestariannya.

    "Kami tidak hanya membawa produk UMKM, tetapi juga menampilkan potensi wisata sejarah dan budaya. Harapannya, pengunjung bisa lebih mengenal kekayaan yang dimiliki Gunung Tabur," ungkapnya.

    Tidak hanya itu, berbagai program pembangunan di kampung juga diperkenalkan melalui tayangan televisi di stan pameran. Informasi yang disampaikan mencakup kegiatan pembangunan yang sedang berjalan maupun yang telah dilaksanakan di wilayah Kecamatan Gunung Tabur.

    Penyajian informasi tersebut menjadi salah satu cara untuk memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai perkembangan pembangunan di tingkat kampung, sekaligus menunjukkan keselarasan program dengan visi dan misi Bupati Berau.

    Lutfi berharap, keikutsertaan dalam Berau Expo 2026 dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM sekaligus memperluas pengenalan potensi daerah. Dengan demikian, expo tidak hanya menjadi tempat pameran, tetapi juga sarana promosi ekonomi dan pelestarian budaya lokal.

    "Kami memfasilitasi UMKM dari 10 kampung dan satu kelurahan untuk ikut memasarkan produknya. Paling tidak, masyarakat semakin mengenal produk dan potensi lokal yang kami miliki, sehingga ke depannya bisa terus dikembangkan," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Tak Hanya UMKM, Gunung Tabur Angkat Warisan Sejarah dan Pembangunan di Expo 2026

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    20 Oktober 2026 pukul 13:04 WITA

    Stan Kecamatan Gunung Tabur di Berau Expo 2026. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kecamatan Gunung Tabur tidak hanya mempromosikan produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam gelaran Berau Expo 2026, tetapi juga mengangkat warisan sejarah, budaya, serta informasi pembangunan di wilayahnya.

    Pameran yang berlangsung selama 10 hari, mulai 16 hingga 25 Oktober 2026, tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kecamatan Gunung Tabur untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

    Camat Gunung Tabur, Lutfi Hidayat, mengatakan pihaknya melibatkan pelaku usaha dari 10 kampung dan satu kelurahan untuk memasarkan produk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dalam pameran tersebut.

    Menurutnya, partisipasi ini sejalan dengan tema pertumbuhan ekonomi yang diusung dalam expo. Melalui promosi tersebut, produk lokal diharapkan semakin dikenal dan memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

    "Produk yang kami tampilkan merupakan hasil usaha UP2K dari kampung dan kelurahan se-Kecamatan Gunung Tabur. Kami ingin memperkenalkan produk unggulan masyarakat agar semakin dikenal pengunjung dan bisa terus berkembang," ujar Lutfi.

    Beragam produk lokal ditampilkan, di antaranya sirup perangat dan olahan tradisional berbahan kelapa. Produk-produk tersebut memanfaatkan bahan baku lokal yang memiliki ciri khas dan menjadi bagian dari potensi ekonomi masyarakat Gunung Tabur.

    Ia menjelaskan, pengenalan produk tradisional juga menjadi upaya untuk menjaga agar kekayaan pangan lokal tetap dikenal oleh berbagai generasi. 

    "Selain kualitas produk, kami juga terus mendorong peningkatan kemasan agar lebih menarik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya.

    Di samping sektor ekonomi, Kecamatan Gunung Tabur juga mengangkat potensi wisata sejarah dengan menampilkan sejumlah kerabat kesultanan. Kehadiran unsur budaya tersebut diharapkan dapat memperkenalkan warisan sejarah daerah kepada pengunjung sekaligus menjaga kelestariannya.

    "Kami tidak hanya membawa produk UMKM, tetapi juga menampilkan potensi wisata sejarah dan budaya. Harapannya, pengunjung bisa lebih mengenal kekayaan yang dimiliki Gunung Tabur," ungkapnya.

    Tidak hanya itu, berbagai program pembangunan di kampung juga diperkenalkan melalui tayangan televisi di stan pameran. Informasi yang disampaikan mencakup kegiatan pembangunan yang sedang berjalan maupun yang telah dilaksanakan di wilayah Kecamatan Gunung Tabur.

    Penyajian informasi tersebut menjadi salah satu cara untuk memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai perkembangan pembangunan di tingkat kampung, sekaligus menunjukkan keselarasan program dengan visi dan misi Bupati Berau.

    Lutfi berharap, keikutsertaan dalam Berau Expo 2026 dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM sekaligus memperluas pengenalan potensi daerah. Dengan demikian, expo tidak hanya menjadi tempat pameran, tetapi juga sarana promosi ekonomi dan pelestarian budaya lokal.

    "Kami memfasilitasi UMKM dari 10 kampung dan satu kelurahan untuk ikut memasarkan produknya. Paling tidak, masyarakat semakin mengenal produk dan potensi lokal yang kami miliki, sehingga ke depannya bisa terus dikembangkan," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)