Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Tak Hanya Sambaliung, Diskan Berau Rencanakan Pasar Ikan Murah hingga Pedalaman

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    16 Juni 2026 pukul 13:13 WITA

    Dok. Gerakan Pasar Ikan Murah saat digelar di TPI Sambaliung, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau mulai merencanakan program penjualan ikan murah ke wilayah pedalaman. 

    Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap ikan laut juga dapat menikmati komoditas bergizi dengan harga terjangkau.

    Sekretaris Diskan Berau, Yunda Zuliarsih mengatakan selama ini pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) komoditas ikan telah digelar di beberapa lokasi, seperti TPI Tanjung Batu dan TPI Sambaliung. Meski demikian, ke depan pemerintah akan lebih memprioritaskan daerah pedalaman dibandingkan kawasan pesisir.

    "Kalau daerah pesisir mungkin tidak menjadi prioritas karena masyarakatnya merupakan kampung nelayan. Mereka sudah terbiasa mendapatkan ikan laut. Kalaupun nanti akan kami laksanakan mungkin ada momen-momen tertentu saja gitu," ujar Yunda.

    Menurutnya, masyarakat di wilayah pedalaman umumnya lebih sering mengonsumsi ikan sungai. Karena itu, Diskan ingin memperluas distribusi ikan laut sebagai upaya pemerataan akses pangan bergizi di seluruh Kabupaten Berau.

    "Yang sedang kami pikirkan sekarang adalah bagaimana memberikan kesempatan kepada masyarakat di Segah, Kelay, Gunung Tabur bagian perbatasan, Maluang hingga wilayah perbatasan Kalimantan Utara. Kami ingin pemerataan ini bisa dirasakan semua masyarakat, sehingga mereka juga memiliki akses terhadap ikan laut dengan harga yang terjangkau," katanya.

    Selain itu, Diskan tetap berkomitmen mengaktifkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sambaliung melalui pelaksanaan penjualan ikan murah secara rutin setiap bulan. Pada Juni ini, kegiatan telah digelar di TPI Tanjung Batu pada 16 Juni dalam rangka memperingati 1 Muharram dan dijadwalkan kembali berlangsung di TPI Sambaliung pada 20 Juni 2026.

    "Salah satu tujuan kami memang untuk mengaktifkan TPI Sambaliung. Jadi setiap bulan kami usahakan kegiatan tetap ada di sana. Kalau ada kesempatan, kegiatan juga bisa kami laksanakan di tempat lain," jelasnya.

    Dirinya mengungkapkan, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut sangat tinggi karena harganya lebih murah. Pada pelaksanaan sebelumnya, stok ikan yang semula disiapkan sekitar 6,4 ton bertambah menjadi sekitar delapan ton karena adanya tambahan pasokan dari nelayan. Seluruh ikan bahkan habis terjual dalam waktu sekitar dua jam.

    "Awalnya sekitar 6,4 ton, tetapi saat kegiatan berlangsung masih ada tambahan ikan dari nelayan. Totalnya akhirnya sekitar delapan ton. Harganya memang lebih murah dari pasar karena pasokan ikan dalam program tersebut berasal langsung dari nelayan pemilik kapal yang menjual hasil tangkapannya langsung di TPI, selisihnya sekitar Rp5.000 sampai Rp10.000," tuturnya.

    Terakhir, Yunda menegaskan perluasan program penjualan ikan murah bukan hanya bertujuan menjaga stabilitas harga pangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menekan inflasi dan mendukung penurunan angka stunting melalui peningkatan konsumsi ikan di seluruh wilayah Kabupaten Berau. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Tak Hanya Sambaliung, Diskan Berau Rencanakan Pasar Ikan Murah hingga Pedalaman

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    16 Juni 2026 pukul 13:13 WITA

    Dok. Gerakan Pasar Ikan Murah saat digelar di TPI Sambaliung, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau mulai merencanakan program penjualan ikan murah ke wilayah pedalaman. 

    Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap ikan laut juga dapat menikmati komoditas bergizi dengan harga terjangkau.

    Sekretaris Diskan Berau, Yunda Zuliarsih mengatakan selama ini pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) komoditas ikan telah digelar di beberapa lokasi, seperti TPI Tanjung Batu dan TPI Sambaliung. Meski demikian, ke depan pemerintah akan lebih memprioritaskan daerah pedalaman dibandingkan kawasan pesisir.

    "Kalau daerah pesisir mungkin tidak menjadi prioritas karena masyarakatnya merupakan kampung nelayan. Mereka sudah terbiasa mendapatkan ikan laut. Kalaupun nanti akan kami laksanakan mungkin ada momen-momen tertentu saja gitu," ujar Yunda.

    Menurutnya, masyarakat di wilayah pedalaman umumnya lebih sering mengonsumsi ikan sungai. Karena itu, Diskan ingin memperluas distribusi ikan laut sebagai upaya pemerataan akses pangan bergizi di seluruh Kabupaten Berau.

    "Yang sedang kami pikirkan sekarang adalah bagaimana memberikan kesempatan kepada masyarakat di Segah, Kelay, Gunung Tabur bagian perbatasan, Maluang hingga wilayah perbatasan Kalimantan Utara. Kami ingin pemerataan ini bisa dirasakan semua masyarakat, sehingga mereka juga memiliki akses terhadap ikan laut dengan harga yang terjangkau," katanya.

    Selain itu, Diskan tetap berkomitmen mengaktifkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sambaliung melalui pelaksanaan penjualan ikan murah secara rutin setiap bulan. Pada Juni ini, kegiatan telah digelar di TPI Tanjung Batu pada 16 Juni dalam rangka memperingati 1 Muharram dan dijadwalkan kembali berlangsung di TPI Sambaliung pada 20 Juni 2026.

    "Salah satu tujuan kami memang untuk mengaktifkan TPI Sambaliung. Jadi setiap bulan kami usahakan kegiatan tetap ada di sana. Kalau ada kesempatan, kegiatan juga bisa kami laksanakan di tempat lain," jelasnya.

    Dirinya mengungkapkan, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut sangat tinggi karena harganya lebih murah. Pada pelaksanaan sebelumnya, stok ikan yang semula disiapkan sekitar 6,4 ton bertambah menjadi sekitar delapan ton karena adanya tambahan pasokan dari nelayan. Seluruh ikan bahkan habis terjual dalam waktu sekitar dua jam.

    "Awalnya sekitar 6,4 ton, tetapi saat kegiatan berlangsung masih ada tambahan ikan dari nelayan. Totalnya akhirnya sekitar delapan ton. Harganya memang lebih murah dari pasar karena pasokan ikan dalam program tersebut berasal langsung dari nelayan pemilik kapal yang menjual hasil tangkapannya langsung di TPI, selisihnya sekitar Rp5.000 sampai Rp10.000," tuturnya.

    Terakhir, Yunda menegaskan perluasan program penjualan ikan murah bukan hanya bertujuan menjaga stabilitas harga pangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menekan inflasi dan mendukung penurunan angka stunting melalui peningkatan konsumsi ikan di seluruh wilayah Kabupaten Berau. (Adv)

    (Sf/Lo)