Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Tak Hanya Menarik, Disbudpar Berau Dorong Destinasi Wisata Lebih Aman

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    26 Agustus 2026 pukul 13:18 WITA

    Bimtek Keamanan dan Keselamatan di Destinasi Wisata Tahun 2026. (Foto: Disbudpar Berau)

    Tanjung Redeb - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau mendorong pengelola destinasi wisata untuk tidak hanya mengutamakan daya tarik, tetapi juga memastikan aspek keamanan dan keselamatan. Hal ini dilakukan melalui penguatan kapasitas pengelola dalam menghadapi potensi bencana.

    Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Keamanan dan Keselamatan di Destinasi Wisata Tahun 2026 beberapa waktu lalu yang berfokus pada mitigasi bencana. Kegiatan tersebut diikuti 25 peserta yang berasal dari 13 kecamatan di Kabupaten Berau.

    Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan keamanan dan keselamatan menjadi bagian penting dalam membangun destinasi wisata yang berkelanjutan. Menurutnya, pengelola harus memiliki pemahaman mengenai langkah pencegahan hingga penanganan ketika terjadi kondisi darurat.

    "Kita ingin pengelola memiliki kesiapan ketika menghadapi potensi bencana," ujar Yudha.

    Ia menjelaskan, kondisi geografis Berau yang memiliki beragam karakter destinasi membuat potensi risiko di setiap kawasan berbeda. Destinasi wisata Berau tersebar di kawasan pesisir, pulau, sungai hingga wilayah daratan.

    "Karena itu, para pengelola perlu mampu mengidentifikasi potensi bahaya di wilayah masing-masing. Pemahaman itu kami harapkan dapat membantu pengelola menentukan langkah pencegahan sekaligus mengurangi risiko apabila terjadi bencana," tuturnya.

    Selain itu, dirinya juga menyampaikan bahwa para peserta juga dibekali pemahaman mengenai respons ketika menghadapi keadaan darurat. Kesiapan tersebut dinilai penting untuk memberikan perlindungan kepada wisatawan maupun masyarakat yang berada di kawasan destinasi.

    Oleh karena itu, melalui penguatan mitigasi sejak dini, Disbudpar Berau berharap pengelolaan destinasi wisata semakin profesional.

    Yudha juga menekankan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pariwisata akan terus didorong. Menurutnya, destinasi yang dikelola dengan memperhatikan aspek keselamatan akan memberikan rasa nyaman sekaligus meningkatkan kepercayaan wisatawan.

    "Kami berharap pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan, tetapi juga mampu menjamin keamanan dan keselamatan wisatawan," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Tak Hanya Menarik, Disbudpar Berau Dorong Destinasi Wisata Lebih Aman

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    26 Agustus 2026 pukul 13:18 WITA

    Bimtek Keamanan dan Keselamatan di Destinasi Wisata Tahun 2026. (Foto: Disbudpar Berau)

    Tanjung Redeb - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau mendorong pengelola destinasi wisata untuk tidak hanya mengutamakan daya tarik, tetapi juga memastikan aspek keamanan dan keselamatan. Hal ini dilakukan melalui penguatan kapasitas pengelola dalam menghadapi potensi bencana.

    Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Keamanan dan Keselamatan di Destinasi Wisata Tahun 2026 beberapa waktu lalu yang berfokus pada mitigasi bencana. Kegiatan tersebut diikuti 25 peserta yang berasal dari 13 kecamatan di Kabupaten Berau.

    Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan keamanan dan keselamatan menjadi bagian penting dalam membangun destinasi wisata yang berkelanjutan. Menurutnya, pengelola harus memiliki pemahaman mengenai langkah pencegahan hingga penanganan ketika terjadi kondisi darurat.

    "Kita ingin pengelola memiliki kesiapan ketika menghadapi potensi bencana," ujar Yudha.

    Ia menjelaskan, kondisi geografis Berau yang memiliki beragam karakter destinasi membuat potensi risiko di setiap kawasan berbeda. Destinasi wisata Berau tersebar di kawasan pesisir, pulau, sungai hingga wilayah daratan.

    "Karena itu, para pengelola perlu mampu mengidentifikasi potensi bahaya di wilayah masing-masing. Pemahaman itu kami harapkan dapat membantu pengelola menentukan langkah pencegahan sekaligus mengurangi risiko apabila terjadi bencana," tuturnya.

    Selain itu, dirinya juga menyampaikan bahwa para peserta juga dibekali pemahaman mengenai respons ketika menghadapi keadaan darurat. Kesiapan tersebut dinilai penting untuk memberikan perlindungan kepada wisatawan maupun masyarakat yang berada di kawasan destinasi.

    Oleh karena itu, melalui penguatan mitigasi sejak dini, Disbudpar Berau berharap pengelolaan destinasi wisata semakin profesional.

    Yudha juga menekankan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pariwisata akan terus didorong. Menurutnya, destinasi yang dikelola dengan memperhatikan aspek keselamatan akan memberikan rasa nyaman sekaligus meningkatkan kepercayaan wisatawan.

    "Kami berharap pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan, tetapi juga mampu menjamin keamanan dan keselamatan wisatawan," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)