Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Tak Cukup Punya Website, Kampung di Berau Didorong Rutin Perbarui Informasi dan Tampilkan Potensi Lokal

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    15 Oktober 2026 pukul 16:25 WITA

    Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau mendorong seluruh pemerintah kampung dan kelurahan untuk lebih aktif memperbarui informasi pada website resmi masing-masing.

    Langkah ini dilakukan agar platform digital yang telah tersedia tidak sekadar menjadi media profil wilayah, tetapi juga mampu menyampaikan informasi publik sekaligus mempromosikan potensi lokal.

    Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, mengatakan seluruh kampung dan kelurahan di Kabupaten Berau kini telah memiliki website resmi. Tercatat, sebanyak 100 kampung dan 10 kelurahan telah dilengkapi platform digital sebagai salah satu sarana penyebarluasan informasi pemerintahan.

    "Keberadaan platform digital perlu diikuti dengan pengelolaan konten yang berkelanjutan. Website harus menjadi sumber informasi yang terus diperbarui, bukan hanya menampilkan profil kampung," ujar Didi.

    Ia pun menyampaikan, website kampung dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai informasi mengenai pelayanan pemerintahan, perkembangan pembangunan, kegiatan masyarakat, hingga potensi unggulan yang dimiliki setiap wilayah.

    "Pembaruan informasi mengenai aktivitas masyarakat dan perkembangan pembangunan ini masih perlu ditingkatkan. Berbagai kegiatan di kampung memiliki nilai informasi yang penting untuk diketahui masyarakat," katanya.

    Ia pun mencontohkan, kegiatan musyawarah warga, gotong royong, pelatihan keterampilan, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan usaha lokal dapat menjadi bahan publikasi yang menggambarkan perkembangan suatu wilayah.

    "Publikasi bisa dilakukan setiap hari apabila terdapat banyak kegiatan atau secara mingguan atau bulanan sesuai kebutuhan. Yang terpenting, website tetap aktif dan informasinya relevan dengan kondisi wilayah," katanya.

    Selain itu, Diskominfo Berau juga mendorong agar website dimanfaatkan sebagai sarana promosi potensi lokal. Kampung yang memiliki keunggulan di sektor pariwisata, budaya, pertanian, perikanan, maupun usaha mikro dapat memanfaatkan platform tersebut untuk memperkenalkan produk dan kekayaan daerah kepada khalayak yang lebih luas.

    "Website tidak hanya berfungsi sebagai sarana administrasi dan keterbukaan informasi, tetapi juga dapat mendukung pengembangan ekonomi masyarakat," tuturnya.

    Oleh karena itu, kemampuan sumber daya manusia (SDM) pengelola website menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat. Pengelola diharapkan tidak hanya mampu mengunggah informasi, tetapi juga memiliki keterampilan menyusun berita, mengambil foto yang layak publikasi, serta menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami.

    "Optimalisasi pemanfaatan fasilitas itu juga perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan pengelola dalam menghasilkan konten yang informatif dan menarik," ujarnya.

    Diskominfo Berau membuka peluang pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan tersebut. Koordinasi dapat dilakukan bersama perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK).

    Pengelola kampung juga dapat mengajukan kebutuhan pelatihan secara langsung kepada Diskominfo agar memperoleh fasilitasi sesuai kebutuhan di lapangan.

    Selain sebagai media publikasi, website kampung juga dapat menjadi dokumentasi digital yang merekam perjalanan pembangunan dan berbagai kegiatan masyarakat. Informasi tersebut dapat diakses kembali ketika dibutuhkan sekaligus menjadi gambaran perkembangan masing-masing wilayah.

    "Kami berharap melalui pembaruan informasi secara rutin dan publikasi potensi lokal, website tersebut semakin bermanfaat dalam memperkuat keterbukaan informasi publik sekaligus memperkenalkan keunggulan setiap kampung di Kabupaten Berau," tandas Didi. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Tak Cukup Punya Website, Kampung di Berau Didorong Rutin Perbarui Informasi dan Tampilkan Potensi Lokal

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    15 Oktober 2026 pukul 16:25 WITA

    Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau mendorong seluruh pemerintah kampung dan kelurahan untuk lebih aktif memperbarui informasi pada website resmi masing-masing.

    Langkah ini dilakukan agar platform digital yang telah tersedia tidak sekadar menjadi media profil wilayah, tetapi juga mampu menyampaikan informasi publik sekaligus mempromosikan potensi lokal.

    Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, mengatakan seluruh kampung dan kelurahan di Kabupaten Berau kini telah memiliki website resmi. Tercatat, sebanyak 100 kampung dan 10 kelurahan telah dilengkapi platform digital sebagai salah satu sarana penyebarluasan informasi pemerintahan.

    "Keberadaan platform digital perlu diikuti dengan pengelolaan konten yang berkelanjutan. Website harus menjadi sumber informasi yang terus diperbarui, bukan hanya menampilkan profil kampung," ujar Didi.

    Ia pun menyampaikan, website kampung dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai informasi mengenai pelayanan pemerintahan, perkembangan pembangunan, kegiatan masyarakat, hingga potensi unggulan yang dimiliki setiap wilayah.

    "Pembaruan informasi mengenai aktivitas masyarakat dan perkembangan pembangunan ini masih perlu ditingkatkan. Berbagai kegiatan di kampung memiliki nilai informasi yang penting untuk diketahui masyarakat," katanya.

    Ia pun mencontohkan, kegiatan musyawarah warga, gotong royong, pelatihan keterampilan, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan usaha lokal dapat menjadi bahan publikasi yang menggambarkan perkembangan suatu wilayah.

    "Publikasi bisa dilakukan setiap hari apabila terdapat banyak kegiatan atau secara mingguan atau bulanan sesuai kebutuhan. Yang terpenting, website tetap aktif dan informasinya relevan dengan kondisi wilayah," katanya.

    Selain itu, Diskominfo Berau juga mendorong agar website dimanfaatkan sebagai sarana promosi potensi lokal. Kampung yang memiliki keunggulan di sektor pariwisata, budaya, pertanian, perikanan, maupun usaha mikro dapat memanfaatkan platform tersebut untuk memperkenalkan produk dan kekayaan daerah kepada khalayak yang lebih luas.

    "Website tidak hanya berfungsi sebagai sarana administrasi dan keterbukaan informasi, tetapi juga dapat mendukung pengembangan ekonomi masyarakat," tuturnya.

    Oleh karena itu, kemampuan sumber daya manusia (SDM) pengelola website menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat. Pengelola diharapkan tidak hanya mampu mengunggah informasi, tetapi juga memiliki keterampilan menyusun berita, mengambil foto yang layak publikasi, serta menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami.

    "Optimalisasi pemanfaatan fasilitas itu juga perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan pengelola dalam menghasilkan konten yang informatif dan menarik," ujarnya.

    Diskominfo Berau membuka peluang pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan tersebut. Koordinasi dapat dilakukan bersama perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK).

    Pengelola kampung juga dapat mengajukan kebutuhan pelatihan secara langsung kepada Diskominfo agar memperoleh fasilitasi sesuai kebutuhan di lapangan.

    Selain sebagai media publikasi, website kampung juga dapat menjadi dokumentasi digital yang merekam perjalanan pembangunan dan berbagai kegiatan masyarakat. Informasi tersebut dapat diakses kembali ketika dibutuhkan sekaligus menjadi gambaran perkembangan masing-masing wilayah.

    "Kami berharap melalui pembaruan informasi secara rutin dan publikasi potensi lokal, website tersebut semakin bermanfaat dalam memperkuat keterbukaan informasi publik sekaligus memperkenalkan keunggulan setiap kampung di Kabupaten Berau," tandas Didi. (Adv)

    (Sf/Lo)