Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Destinasi Labuan Cermin. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Keberhasilan objek wisata Labuan Cermin di Kecamatan Biduk-Biduk dalam mengelola sampah secara mandiri mendapat apresiasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau.
Sistem pengelolaan kebersihan yang diterapkan dinilai layak menjadi percontohan bagi destinasi wisata lainnya di Bumi Batiwakkal.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan pengelolaan sampah menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kualitas destinasi wisata. Dengan jumlah kunjungan wisatawan yang terus meningkat, pengelola dituntut mampu memastikan kawasan wisata tetap bersih dan nyaman.
Menurutnya, Labuan Cermin telah membuktikan bahwa tingginya aktivitas wisata tidak selalu berdampak pada menumpuknya sampah. Hal itu terlihat dari sistem penanganan sampah yang dilakukan setiap hari oleh pengelola.
"Pengelolaan kebersihan di Labuan Cermin alhamdulillah sangat bagus. Sampah yang terkumpul setelah aktivitas wisata langsung dibawa ke daratan untuk dikelola menggunakan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), sehingga kawasan wisata kembali bersih pada hari yang sama," ujar Yudha.
Selain itu, pengelola juga menyediakan fasilitas tempat sampah di sejumlah titik dan terus mengingatkan wisatawan agar menjaga kebersihan selama berkunjung. Bahkan, sebagian pendapatan dari penjualan tiket masuk dialokasikan untuk membiayai petugas kebersihan sehingga sistem tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Keberhasilan pengelolaan ini tidak lepas dari kemandirian pihak pengelola yang mengalokasikan sebagian pendapatan dari tiket masuk untuk menggaji petugas kebersihan khusus," tuturnya.
Yudha pun menilai langkah tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan kebersihan dapat dilakukan secara mandiri apabila dikelola dengan komitmen yang kuat. Menurutnya, kebersihan destinasi wisata merupakan bagian penting dalam menjaga citra pariwisata Berau sebagai daerah tujuan wisata unggulan.
"Kami berharap pola seperti ini diterapkan di semua objek wisata yang ada di Berau demi kenyamanan wisatawan dan keberlanjutan lingkungan. Labuan Cermin sudah memberikan contoh yang baik dan semoga bisa diikuti oleh destinasi wisata lainnya," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Destinasi Labuan Cermin. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Keberhasilan objek wisata Labuan Cermin di Kecamatan Biduk-Biduk dalam mengelola sampah secara mandiri mendapat apresiasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau.
Sistem pengelolaan kebersihan yang diterapkan dinilai layak menjadi percontohan bagi destinasi wisata lainnya di Bumi Batiwakkal.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan pengelolaan sampah menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kualitas destinasi wisata. Dengan jumlah kunjungan wisatawan yang terus meningkat, pengelola dituntut mampu memastikan kawasan wisata tetap bersih dan nyaman.
Menurutnya, Labuan Cermin telah membuktikan bahwa tingginya aktivitas wisata tidak selalu berdampak pada menumpuknya sampah. Hal itu terlihat dari sistem penanganan sampah yang dilakukan setiap hari oleh pengelola.
"Pengelolaan kebersihan di Labuan Cermin alhamdulillah sangat bagus. Sampah yang terkumpul setelah aktivitas wisata langsung dibawa ke daratan untuk dikelola menggunakan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), sehingga kawasan wisata kembali bersih pada hari yang sama," ujar Yudha.
Selain itu, pengelola juga menyediakan fasilitas tempat sampah di sejumlah titik dan terus mengingatkan wisatawan agar menjaga kebersihan selama berkunjung. Bahkan, sebagian pendapatan dari penjualan tiket masuk dialokasikan untuk membiayai petugas kebersihan sehingga sistem tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Keberhasilan pengelolaan ini tidak lepas dari kemandirian pihak pengelola yang mengalokasikan sebagian pendapatan dari tiket masuk untuk menggaji petugas kebersihan khusus," tuturnya.
Yudha pun menilai langkah tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan kebersihan dapat dilakukan secara mandiri apabila dikelola dengan komitmen yang kuat. Menurutnya, kebersihan destinasi wisata merupakan bagian penting dalam menjaga citra pariwisata Berau sebagai daerah tujuan wisata unggulan.
"Kami berharap pola seperti ini diterapkan di semua objek wisata yang ada di Berau demi kenyamanan wisatawan dan keberlanjutan lingkungan. Labuan Cermin sudah memberikan contoh yang baik dan semoga bisa diikuti oleh destinasi wisata lainnya," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)