Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Seni Budaya Warnai Hari Jadi Berau, Generasi Muda Diajak Ikut Melestarikan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    16 September 2026 pukul 13:24 WITA

    Tarian Rentak Rebana yang ditampilkan saat Rapat Paripurna peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb, di Gedung DPRD Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kesenian daerah mendapat ruang dalam peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb. Kehadiran sejumlah pertunjukan seni dalam agenda tersebut sekaligus menjadi upaya mengenalkan budaya lokal kepada masyarakat dan mendorong generasi muda untuk ikut menjaganya.

    Rangkaian seni budaya itu juga ditampilkan saat Rapat Paripurna peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb di Gedung DPRD Berau, beberapa waktu lalu. Berbagai penampilan dari kelompok seni maupun pelajar turut mengisi kegiatan yang menjadi bagian dari perayaan hari jadi tersebut.

    Tarian "Jappin Banua Barrau" menjadi salah satu kesenian yang ditampilkan. Tarian binaan Lurah Sambaliung, Kecamatan Sambaliung, tersebut membawa unsur budaya daerah ke dalam agenda resmi sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kesenian tradisional kepada para tamu yang hadir.

    Penampilan berikutnya datang dari Paduan Suara IKAT. Kelompok yang menyandang Juara I Lomba Paduan Suara Kategori Umum Tahun 2026 itu membawakan lagu "Pagaddi Angka 8".

    Sementara dari kalangan pelajar, Paduan Suara SMA Negeri 1 Berau tampil dengan lagu "Gali di Rantau". Penampilan tersebut turut membawa prestasi karena sebelumnya mereka berhasil menjadi Juara I Lomba Paduan Suara Kategori Sekolah Tahun 2026.

    Nuansa kebudayaan kemudian semakin terasa melalui Tarian "Rentak Rebana" yang dibawakan Sanggar Tari Bulu Pattung binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Berau.

    Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, menilai keterlibatan kelompok seni dalam kegiatan daerah menjadi bagian dari upaya menjaga agar kesenian lokal tetap dikenal dan memiliki ruang untuk berkembang. Ia menyebut bahwa penampilan tersebut menjadi ruang bagi pelaku seni untuk terus berkarya dan mengenalkan budaya Berau.

    "Seni dan budaya tidak hanya menjadi pelengkap dalam perayaan hari jadi, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas daerah," ujar Yudha.

    Menurutnya, keberlangsungan budaya daerah juga bergantung pada keterlibatan generasi penerus. Oleh karena itu, pembinaan terhadap sanggar dan komunitas seni perlu terus berjalan, disertai dengan pemberian ruang kepada anak muda untuk mengenal serta terlibat langsung dalam kegiatan kebudayaan.

    "Karena itu, pembinaan terhadap sanggar, komunitas seni hingga generasi muda perlu terus dilakukan. Pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan bersama agar kesenian khas Berau tidak kehilangan tempat di tengah perkembangan zaman," katanya.

    Yudha juga menilai melalui momentum seperti Hari Jadi ini dapat dimanfaatkan untuk mendekatkan kesenian daerah kepada generasi muda. Dirinya berharap dengan upaya yang dilakukan generasi muda dapat semakin mencintai budaya daerah dan ikut melestarikannya.

    "Semakin sering budaya diperkenalkan dan dipraktikkan, semakin terbuka pula kesempatan bagi generasi penerus untuk meneruskannya," pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Seni Budaya Warnai Hari Jadi Berau, Generasi Muda Diajak Ikut Melestarikan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    16 September 2026 pukul 13:24 WITA

    Tarian Rentak Rebana yang ditampilkan saat Rapat Paripurna peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb, di Gedung DPRD Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kesenian daerah mendapat ruang dalam peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb. Kehadiran sejumlah pertunjukan seni dalam agenda tersebut sekaligus menjadi upaya mengenalkan budaya lokal kepada masyarakat dan mendorong generasi muda untuk ikut menjaganya.

    Rangkaian seni budaya itu juga ditampilkan saat Rapat Paripurna peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb di Gedung DPRD Berau, beberapa waktu lalu. Berbagai penampilan dari kelompok seni maupun pelajar turut mengisi kegiatan yang menjadi bagian dari perayaan hari jadi tersebut.

    Tarian "Jappin Banua Barrau" menjadi salah satu kesenian yang ditampilkan. Tarian binaan Lurah Sambaliung, Kecamatan Sambaliung, tersebut membawa unsur budaya daerah ke dalam agenda resmi sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kesenian tradisional kepada para tamu yang hadir.

    Penampilan berikutnya datang dari Paduan Suara IKAT. Kelompok yang menyandang Juara I Lomba Paduan Suara Kategori Umum Tahun 2026 itu membawakan lagu "Pagaddi Angka 8".

    Sementara dari kalangan pelajar, Paduan Suara SMA Negeri 1 Berau tampil dengan lagu "Gali di Rantau". Penampilan tersebut turut membawa prestasi karena sebelumnya mereka berhasil menjadi Juara I Lomba Paduan Suara Kategori Sekolah Tahun 2026.

    Nuansa kebudayaan kemudian semakin terasa melalui Tarian "Rentak Rebana" yang dibawakan Sanggar Tari Bulu Pattung binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Berau.

    Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, menilai keterlibatan kelompok seni dalam kegiatan daerah menjadi bagian dari upaya menjaga agar kesenian lokal tetap dikenal dan memiliki ruang untuk berkembang. Ia menyebut bahwa penampilan tersebut menjadi ruang bagi pelaku seni untuk terus berkarya dan mengenalkan budaya Berau.

    "Seni dan budaya tidak hanya menjadi pelengkap dalam perayaan hari jadi, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas daerah," ujar Yudha.

    Menurutnya, keberlangsungan budaya daerah juga bergantung pada keterlibatan generasi penerus. Oleh karena itu, pembinaan terhadap sanggar dan komunitas seni perlu terus berjalan, disertai dengan pemberian ruang kepada anak muda untuk mengenal serta terlibat langsung dalam kegiatan kebudayaan.

    "Karena itu, pembinaan terhadap sanggar, komunitas seni hingga generasi muda perlu terus dilakukan. Pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan bersama agar kesenian khas Berau tidak kehilangan tempat di tengah perkembangan zaman," katanya.

    Yudha juga menilai melalui momentum seperti Hari Jadi ini dapat dimanfaatkan untuk mendekatkan kesenian daerah kepada generasi muda. Dirinya berharap dengan upaya yang dilakukan generasi muda dapat semakin mencintai budaya daerah dan ikut melestarikannya.

    "Semakin sering budaya diperkenalkan dan dipraktikkan, semakin terbuka pula kesempatan bagi generasi penerus untuk meneruskannya," pungkasnya.

    (Sf/Lo)