Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Sampah Jadi Cuan, Diskoperindag dan DLHK Siapkan Kolaborasi Pembinaan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    05 Agustus 2026 pukul 11:04 WITA

    Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Upaya mengurangi timbunan sampah di Kabupaten Berau tidak hanya dilakukan melalui pengelolaan lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat. 

    Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) tengah menyiapkan kolaborasi pembinaan bagi kelompok pengelola sampah daur ulang.

    Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan dirinya telah melakukan pembahasan awal dengan Kepala DLHK terkait pendampingan dan pembinaan kelompok masyarakat, salah satunya yang berada di Kelurahan Karang Ambun yang selama ini memanfaatkan sampah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai jual.

    "Kemarin kami sempat berdiskusi dengan Kepala DLHK terkait pemanfaatan daur ulang. Ke depan kami akan bekerja sama dalam pembinaan dan pendampingan kelompok di Kelurahan Karang Ambun yang mengolah sampah menjadi produk. Ini juga menjadi bagian dari gaung Ibu Bupati bagaimana mengurangi sampah dengan memanfaatkannya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi atau menjadi cuan bagi masyarakat," ujar Eva.

    Oleh karena itu, ia pun menyebut melalui kolaborasi ini tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga melahirkan pelaku usaha baru yang mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi

    "Kalau sampah bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual, tentu manfaatnya bukan hanya untuk lingkungan, tetapi juga bagi peningkatan ekonomi masyarakat," katanya.

    Dirinya juga mengatakan, selain mengembangkan potensi ekonomi dari hasil daur ulang, Diskoperindag juga terus memperkuat daya saing UMKM melalui pelatihan desain kemasan. Program tersebut menjadi salah satu langkah penting agar produk-produk lokal Berau memiliki tampilan yang lebih menarik dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

    "Harapan kami, produk-produk Berau tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga mampu masuk ke pasar nasional hingga internasional. Karena itu, kualitas kemasan harus terus ditingkatkan agar memenuhi standar pasar," terangnya.

    Eva berharap kolaborasi pengembangan produk daur ulang dan peningkatan kualitas kemasan dapat saling mendukung dalam mendorong pertumbuhan UMKM, sekaligus menciptakan peluang usaha baru yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Berau.

    "Program ini kami harapkan dapat berjalan berkelanjutan, sehingga upaya pengurangan sampah dapat seiring dengan tumbuhnya ekonomi kreatif masyarakat," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Sampah Jadi Cuan, Diskoperindag dan DLHK Siapkan Kolaborasi Pembinaan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    05 Agustus 2026 pukul 11:04 WITA

    Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Upaya mengurangi timbunan sampah di Kabupaten Berau tidak hanya dilakukan melalui pengelolaan lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat. 

    Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) tengah menyiapkan kolaborasi pembinaan bagi kelompok pengelola sampah daur ulang.

    Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan dirinya telah melakukan pembahasan awal dengan Kepala DLHK terkait pendampingan dan pembinaan kelompok masyarakat, salah satunya yang berada di Kelurahan Karang Ambun yang selama ini memanfaatkan sampah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai jual.

    "Kemarin kami sempat berdiskusi dengan Kepala DLHK terkait pemanfaatan daur ulang. Ke depan kami akan bekerja sama dalam pembinaan dan pendampingan kelompok di Kelurahan Karang Ambun yang mengolah sampah menjadi produk. Ini juga menjadi bagian dari gaung Ibu Bupati bagaimana mengurangi sampah dengan memanfaatkannya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi atau menjadi cuan bagi masyarakat," ujar Eva.

    Oleh karena itu, ia pun menyebut melalui kolaborasi ini tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga melahirkan pelaku usaha baru yang mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi

    "Kalau sampah bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual, tentu manfaatnya bukan hanya untuk lingkungan, tetapi juga bagi peningkatan ekonomi masyarakat," katanya.

    Dirinya juga mengatakan, selain mengembangkan potensi ekonomi dari hasil daur ulang, Diskoperindag juga terus memperkuat daya saing UMKM melalui pelatihan desain kemasan. Program tersebut menjadi salah satu langkah penting agar produk-produk lokal Berau memiliki tampilan yang lebih menarik dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

    "Harapan kami, produk-produk Berau tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga mampu masuk ke pasar nasional hingga internasional. Karena itu, kualitas kemasan harus terus ditingkatkan agar memenuhi standar pasar," terangnya.

    Eva berharap kolaborasi pengembangan produk daur ulang dan peningkatan kualitas kemasan dapat saling mendukung dalam mendorong pertumbuhan UMKM, sekaligus menciptakan peluang usaha baru yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Berau.

    "Program ini kami harapkan dapat berjalan berkelanjutan, sehingga upaya pengurangan sampah dapat seiring dengan tumbuhnya ekonomi kreatif masyarakat," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)