Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Sabun Berbahan Minyak Kelapa Kampung Karangan dan Giring-Giring Disiapkan Jadi Oleh-Oleh Khas Berau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    19 Juli 2026 pukul 21:06 WITA

    Produk sabun dari Kampung Karangan, Kabupaten Berau. (Foto: pejuangsigap)

    Tanjung Redeb - Produk sabun berbahan dasar minyak kelapa hasil olahan masyarakat Kampung Karangan dan Kampung Giring-Giring terus dikembangkan sebagai produk unggulan daerah. Melalui program hilirisasi kelapa dalam, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Berau menyiapkan produk tersebut agar tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga menjadi oleh-oleh khas Berau yang dapat dibawa pulang wisatawan.

    Produk sabun tersebut merupakan hasil pemanfaatan minyak kelapa dan Virgin Coconut Oil (VCO) yang diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Pengembangannya lahir dari semangat masyarakat mengolah potensi kelapa yang melimpah, dengan dukungan pemerintah kampung, TP PKK, Pendamping Kampung (Pejuang SIGAP), serta berbagai pihak lainnya.

    Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan hilirisasi kelapa dalam difokuskan pada pengembangan dua produk utama, yakni Virgin Coconut Oil (VCO) dan sabun olahan.

    "Hilirisasi kelapa yang kami dorong ada dua produk, yaitu VCO dan sabun. Kami ingin potensi kelapa di kampung tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat," ujar Tenteram.

    Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Menurutnya, setiap wilayah memiliki fokus pengembangan yang berbeda. Ia menyampaikan bahwa sentra produksi di Kampung Giring-Giring memproduksi minyak kelapa dan terus mengembangkan sabun batangan sebagai produk unggulan kampung.

    "Di Kampung Karangan juga terus mengembangkan potensi kelapa dalam mulai dari minyak kelapa, sabun batang hingga sabun cair dan saat ini telah memiliki rumah produksi guna terus meningkatkan kualitas serta melengkapi legalitas agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Produk-produk di kampung inilah yang terus kita dorong," katanya.

    Sementara itu, untuk memperluas pemasaran, DPMK Berau tengah membangun kolaborasi dengan sektor pariwisata. Hotel, resort, dan homestay di Kabupaten Berau nantinya akan didorong menggunakan sabun produksi lokal sebagai perlengkapan bagi tamu.

    "Kami akan mendorong hotel dan homestay memakai sabun produksi masyarakat. Kemasannya juga kami siapkan dalam ukuran kecil sehingga cocok digunakan di akomodasi wisata sekaligus berpotensi menjadi oleh-oleh khas Berau," katanya.

    Selain itu, promosi produk juga dilakukan melalui berbagai kegiatan daerah, salah satunya saat peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Kaltim yang akan dilaksanakan 23 Juli 2026 di Berau. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan sabun berbahan minyak kelapa kepada masyarakat maupun tamu dari luar daerah.

    Tenteram mengungkapkan, upaya promosi yang dilakukan juga mulai membuahkan hasil. Penjualan produk terus mengalami peningkatan dan mendapat respons positif dari masyarakat.

    "Saya berharap dengan dukungan pemasaran yang semakin luas produk berbahan dasar kelapa dari Kampung Karangan dan Giring-Giring ini bisa menjadi identitas UMKM Berau sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat kampung," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Sabun Berbahan Minyak Kelapa Kampung Karangan dan Giring-Giring Disiapkan Jadi Oleh-Oleh Khas Berau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    19 Juli 2026 pukul 21:06 WITA

    Produk sabun dari Kampung Karangan, Kabupaten Berau. (Foto: pejuangsigap)

    Tanjung Redeb - Produk sabun berbahan dasar minyak kelapa hasil olahan masyarakat Kampung Karangan dan Kampung Giring-Giring terus dikembangkan sebagai produk unggulan daerah. Melalui program hilirisasi kelapa dalam, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Berau menyiapkan produk tersebut agar tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga menjadi oleh-oleh khas Berau yang dapat dibawa pulang wisatawan.

    Produk sabun tersebut merupakan hasil pemanfaatan minyak kelapa dan Virgin Coconut Oil (VCO) yang diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Pengembangannya lahir dari semangat masyarakat mengolah potensi kelapa yang melimpah, dengan dukungan pemerintah kampung, TP PKK, Pendamping Kampung (Pejuang SIGAP), serta berbagai pihak lainnya.

    Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan hilirisasi kelapa dalam difokuskan pada pengembangan dua produk utama, yakni Virgin Coconut Oil (VCO) dan sabun olahan.

    "Hilirisasi kelapa yang kami dorong ada dua produk, yaitu VCO dan sabun. Kami ingin potensi kelapa di kampung tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat," ujar Tenteram.

    Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Menurutnya, setiap wilayah memiliki fokus pengembangan yang berbeda. Ia menyampaikan bahwa sentra produksi di Kampung Giring-Giring memproduksi minyak kelapa dan terus mengembangkan sabun batangan sebagai produk unggulan kampung.

    "Di Kampung Karangan juga terus mengembangkan potensi kelapa dalam mulai dari minyak kelapa, sabun batang hingga sabun cair dan saat ini telah memiliki rumah produksi guna terus meningkatkan kualitas serta melengkapi legalitas agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Produk-produk di kampung inilah yang terus kita dorong," katanya.

    Sementara itu, untuk memperluas pemasaran, DPMK Berau tengah membangun kolaborasi dengan sektor pariwisata. Hotel, resort, dan homestay di Kabupaten Berau nantinya akan didorong menggunakan sabun produksi lokal sebagai perlengkapan bagi tamu.

    "Kami akan mendorong hotel dan homestay memakai sabun produksi masyarakat. Kemasannya juga kami siapkan dalam ukuran kecil sehingga cocok digunakan di akomodasi wisata sekaligus berpotensi menjadi oleh-oleh khas Berau," katanya.

    Selain itu, promosi produk juga dilakukan melalui berbagai kegiatan daerah, salah satunya saat peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Kaltim yang akan dilaksanakan 23 Juli 2026 di Berau. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan sabun berbahan minyak kelapa kepada masyarakat maupun tamu dari luar daerah.

    Tenteram mengungkapkan, upaya promosi yang dilakukan juga mulai membuahkan hasil. Penjualan produk terus mengalami peningkatan dan mendapat respons positif dari masyarakat.

    "Saya berharap dengan dukungan pemasaran yang semakin luas produk berbahan dasar kelapa dari Kampung Karangan dan Giring-Giring ini bisa menjadi identitas UMKM Berau sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat kampung," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)