Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Punya Potensi Pasar Global, Disbun Berau Buka Peluang Pengembangan Kopi Liberika

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    27 Juli 2026 pukul 20:34 WITA

    Sekretaris Disbun Berau, Mansur Tanca bersama salah satu pekebun kopi Liberika di Berau, Ari. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau membuka peluang pengembangan kopi Liberika sebagai komoditas perkebunan baru yang memiliki prospek menjanjikan. 

    Meski saat ini belum masuk dalam komoditas unggulan daerah, kopi Liberika dinilai memiliki peluang besar untuk menembus pasar nasional hingga global apabila didukung dengan peningkatan produksi dan penguatan identitas produk.

    Saat ini, Disbun Berau masih memfokuskan program pengembangan pada komoditas kelapa sawit dan kakao. Namun, meningkatnya tren konsumsi kopi di masyarakat serta tingginya minat terhadap kopi lokal membuat kopi Liberika dipandang sebagai komoditas prospektif yang layak dikembangkan.

    Sekretaris Disbun Berau, Mansur Tanca, mengatakan pemerintah daerah siap memberikan dukungan apabila masyarakat dan kelompok tani serius mengembangkan budi daya kopi Liberika melalui usulan yang disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

    "Kopi Liberika memang belum menjadi komoditas unggulan, tetapi statusnya sudah sebagai komoditas prospektif. Kalau usulan pengembangannya masuk melalui musrenbang dan antusiasme masyarakat semakin besar, tentu akan kami dorong melalui program pemerintah," ujar Mansur.

    Menurutnya, salah satu strategi yang disiapkan Disbun adalah mendorong kopi Liberika memperoleh Hak Indikasi Geografis (IG) ketika produksi sudah mencukupi. Langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan daya saing, sekaligus memperkuat posisi kopi Liberika Berau di pasar global, sebagaimana keberhasilan yang telah diraih Kakao Berau.

    "Kakao Berau menjadi contoh bagaimana IG mampu meningkatkan kepercayaan pasar. Nantinya kopi Liberika juga akan diarahkan ke sana agar memiliki identitas yang kuat dan nilai tawar yang lebih tinggi di pasar global," katanya.

    Kendati demikian, Mansur menyebut meski kualitas kopi Liberika Berau dinilai mampu bersaing, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah masih terbatasnya produksi. Karena itu, kebutuhan kopi di Kabupaten Berau masih banyak dipenuhi dari pasokan luar daerah.

    "Kami berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik mengembangkan kopi Liberika sehingga usulan program dapat masuk dalam Musrenbang. Sehingga pemerintah juga dapat memberikan intervensi berupa bantuan sarana produksi, pendampingan budi daya, hingga penguatan branding agar kopi Liberika Berau bisa menjadi komoditas unggulan yang berdaya saing di pasar internasional," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Punya Potensi Pasar Global, Disbun Berau Buka Peluang Pengembangan Kopi Liberika

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    27 Juli 2026 pukul 20:34 WITA

    Sekretaris Disbun Berau, Mansur Tanca bersama salah satu pekebun kopi Liberika di Berau, Ari. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau membuka peluang pengembangan kopi Liberika sebagai komoditas perkebunan baru yang memiliki prospek menjanjikan. 

    Meski saat ini belum masuk dalam komoditas unggulan daerah, kopi Liberika dinilai memiliki peluang besar untuk menembus pasar nasional hingga global apabila didukung dengan peningkatan produksi dan penguatan identitas produk.

    Saat ini, Disbun Berau masih memfokuskan program pengembangan pada komoditas kelapa sawit dan kakao. Namun, meningkatnya tren konsumsi kopi di masyarakat serta tingginya minat terhadap kopi lokal membuat kopi Liberika dipandang sebagai komoditas prospektif yang layak dikembangkan.

    Sekretaris Disbun Berau, Mansur Tanca, mengatakan pemerintah daerah siap memberikan dukungan apabila masyarakat dan kelompok tani serius mengembangkan budi daya kopi Liberika melalui usulan yang disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

    "Kopi Liberika memang belum menjadi komoditas unggulan, tetapi statusnya sudah sebagai komoditas prospektif. Kalau usulan pengembangannya masuk melalui musrenbang dan antusiasme masyarakat semakin besar, tentu akan kami dorong melalui program pemerintah," ujar Mansur.

    Menurutnya, salah satu strategi yang disiapkan Disbun adalah mendorong kopi Liberika memperoleh Hak Indikasi Geografis (IG) ketika produksi sudah mencukupi. Langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan daya saing, sekaligus memperkuat posisi kopi Liberika Berau di pasar global, sebagaimana keberhasilan yang telah diraih Kakao Berau.

    "Kakao Berau menjadi contoh bagaimana IG mampu meningkatkan kepercayaan pasar. Nantinya kopi Liberika juga akan diarahkan ke sana agar memiliki identitas yang kuat dan nilai tawar yang lebih tinggi di pasar global," katanya.

    Kendati demikian, Mansur menyebut meski kualitas kopi Liberika Berau dinilai mampu bersaing, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah masih terbatasnya produksi. Karena itu, kebutuhan kopi di Kabupaten Berau masih banyak dipenuhi dari pasokan luar daerah.

    "Kami berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik mengembangkan kopi Liberika sehingga usulan program dapat masuk dalam Musrenbang. Sehingga pemerintah juga dapat memberikan intervensi berupa bantuan sarana produksi, pendampingan budi daya, hingga penguatan branding agar kopi Liberika Berau bisa menjadi komoditas unggulan yang berdaya saing di pasar internasional," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)