Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Puncak Rejeki di Berau Tawarkan Pesona Karst Sangkulirang-Mangkalihat, Pengelola Harap Dukungan Infrastruktur

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    11 Juli 2026 pukul 18:46 WITA

    Pemandangan dari atas Puncak Rejeki di Kampung Panaan, Kecamatan Kelay. (Foto: Dok Pokdarwis Kampung Panaan)

    Tanjung Redeb - Destinasi wisata alam Puncak Rejeki di Kampung Panaan, Kecamatan Kelay, mulai menunjukkan perkembangan sejak resmi dibuka pada 30 Januari 2026. Mengusung panorama bentang alam karst Sangkulirang-Mangkalihat dari ketinggian sekitar 420 meter di atas permukaan laut, objek wisata ini perlahan mulai menarik perhatian wisatawan lokal.

    Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Panaan, Aril, mengatakan hingga saat ini jumlah pengunjung yang tercatat sudah mencapai puluhan orang. Seluruh wisatawan yang datang didata oleh pengelola sebagai bahan evaluasi sekaligus untuk memantau perkembangan destinasi tersebut.

    "Sejak dibuka hingga sekarang, jumlah pengunjung hampir mencapai 40 orang. Semua pengunjung kami data agar bisa menjadi bahan evaluasi dan melihat perkembangan Puncak Rejeki dari waktu ke waktu," ujar Aril.

    Ia pun mengatakan bahwa mayoritas pengunjung tersebut berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Berau. Mereka datang untuk menikmati panorama alam karst yang menjadi ciri khas kawasan Sangkulirang-Mangkalihat. Saat cuaca cerah, pengunjung juga dapat menyaksikan hamparan kabut tipis yang menciptakan suasana bak "negeri di atas awan".

    "Banyak pengunjung yang datang karena ingin melihat langsung pemandangan dari atas. Saat kabut turun, suasananya memang sangat indah dan menjadi daya tarik tersendiri," katanya.

    Sementara itu, di balik potensi tersebut, pengelola mengakui masih terdapat sejumlah keterbatasan yang perlu mendapat perhatian. Dimana, hingga kini belum tersedia fasilitas penunjang seperti rumah singgah maupun tempat beristirahat yang memadai bagi wisatawan. Selain itu, kualitas jaringan telekomunikasi juga masih menjadi kendala. Kondisi tersebut dinilai menghambat kenyamanan pengunjung sekaligus promosi wisata melalui media digital.

    "Jaringan internet di sini masih belum stabil. Operator XL yang dulu masih bisa digunakan sekarang sudah tidak ada, sehingga promosi melalui media sosial juga menjadi kurang maksimal," tuturnya.

    Meski demikian, Pokdarwis tetap optimistis Puncak Rejeki memiliki prospek besar sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Berau. Dengan dukungan pembangunan fasilitas dasar dan peningkatan kualitas jaringan telekomunikasi, pengelola yakin jumlah kunjungan wisatawan akan terus bertambah.

    "Harapan kami ada dukungan pembangunan fasilitas, seperti rumah singgah, serta peningkatan jaringan telekomunikasi. Kalau itu terpenuhi, kami optimistis Puncak Rejeki akan semakin dikenal dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kampung Panaan," pungkas Aril. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Puncak Rejeki di Berau Tawarkan Pesona Karst Sangkulirang-Mangkalihat, Pengelola Harap Dukungan Infrastruktur

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    11 Juli 2026 pukul 18:46 WITA

    Pemandangan dari atas Puncak Rejeki di Kampung Panaan, Kecamatan Kelay. (Foto: Dok Pokdarwis Kampung Panaan)

    Tanjung Redeb - Destinasi wisata alam Puncak Rejeki di Kampung Panaan, Kecamatan Kelay, mulai menunjukkan perkembangan sejak resmi dibuka pada 30 Januari 2026. Mengusung panorama bentang alam karst Sangkulirang-Mangkalihat dari ketinggian sekitar 420 meter di atas permukaan laut, objek wisata ini perlahan mulai menarik perhatian wisatawan lokal.

    Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Panaan, Aril, mengatakan hingga saat ini jumlah pengunjung yang tercatat sudah mencapai puluhan orang. Seluruh wisatawan yang datang didata oleh pengelola sebagai bahan evaluasi sekaligus untuk memantau perkembangan destinasi tersebut.

    "Sejak dibuka hingga sekarang, jumlah pengunjung hampir mencapai 40 orang. Semua pengunjung kami data agar bisa menjadi bahan evaluasi dan melihat perkembangan Puncak Rejeki dari waktu ke waktu," ujar Aril.

    Ia pun mengatakan bahwa mayoritas pengunjung tersebut berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Berau. Mereka datang untuk menikmati panorama alam karst yang menjadi ciri khas kawasan Sangkulirang-Mangkalihat. Saat cuaca cerah, pengunjung juga dapat menyaksikan hamparan kabut tipis yang menciptakan suasana bak "negeri di atas awan".

    "Banyak pengunjung yang datang karena ingin melihat langsung pemandangan dari atas. Saat kabut turun, suasananya memang sangat indah dan menjadi daya tarik tersendiri," katanya.

    Sementara itu, di balik potensi tersebut, pengelola mengakui masih terdapat sejumlah keterbatasan yang perlu mendapat perhatian. Dimana, hingga kini belum tersedia fasilitas penunjang seperti rumah singgah maupun tempat beristirahat yang memadai bagi wisatawan. Selain itu, kualitas jaringan telekomunikasi juga masih menjadi kendala. Kondisi tersebut dinilai menghambat kenyamanan pengunjung sekaligus promosi wisata melalui media digital.

    "Jaringan internet di sini masih belum stabil. Operator XL yang dulu masih bisa digunakan sekarang sudah tidak ada, sehingga promosi melalui media sosial juga menjadi kurang maksimal," tuturnya.

    Meski demikian, Pokdarwis tetap optimistis Puncak Rejeki memiliki prospek besar sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Berau. Dengan dukungan pembangunan fasilitas dasar dan peningkatan kualitas jaringan telekomunikasi, pengelola yakin jumlah kunjungan wisatawan akan terus bertambah.

    "Harapan kami ada dukungan pembangunan fasilitas, seperti rumah singgah, serta peningkatan jaringan telekomunikasi. Kalau itu terpenuhi, kami optimistis Puncak Rejeki akan semakin dikenal dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kampung Panaan," pungkas Aril. (Adv)

    (Sf/Rs)