Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Program Sekolah Rakyat Tinggal Dibangun, Pemkab Berau Sebut Kesiapan Lahan Jadi Tantangan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    05 Juni 2026 pukul 20:46 WITA

    Kepala Dinsos Berau, Iswahyudi. (Foto: Baiq Eliana /seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Realisasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Berau kini tinggal menunggu kesiapan lahan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengakui, tantangan utama yang dihadapi saat ini bukan lagi pada proses pengusulan maupun perizinan, melainkan pemenuhan syarat lahan yang harus siap digunakan untuk pembangunan

    Kepala Dinas Sosial Berau, Iswahyudi, menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah memberikan lampu hijau terhadap usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Berau. Namun, kementerian mensyaratkan lahan yang diajukan harus dalam kondisi siap bangun sebelum pekerjaan fisik dapat dimulai.

    "Bukan ditolak. Kementerian itu minta tanah itu sudah clear and clean. Sudah siap bangun. Kita belum siap bangun," ujar Iswahyudi.

    Menurutnya, secara administrasi program tersebut sebenarnya tinggal menunggu kesiapan lahan. Lahan yang disiapkan berada di Kecamatan Gunung Tabur dengan luas sekitar tujuh hektare. Namun, dari total luasan tersebut, baru sebagian kecil yang berhasil ditata karena keterbatasan kemampuan anggaran daerah.

    "Lahan itu sudah ditinjau. Perizinan dan sebagainya sudah masuk. Usulannya sudah, tinggal itu saja. Lahannya tujuh hektare, baru sekitar satu hektare yang diratakan," katanya.

    Ia mengatakan sebagai langkah awal, Pemkab Berau saat ini memprioritaskan pembangunan akses jalan menuju lokasi. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mempermudah proses pembangunan ketika proyek Sekolah Rakyat mulai dilaksanakan.

    "Tahun ini karena anggarannya kurang yang dikerjakan jalan masuknya dulu. Sehingga nanti kalau jalannya sudah bagus, akan memudahkan juga kalau ada pembangunan di dalam sana," ungkapnya.

    Selain akses jalan, pemerintah daerah juga masih harus menyiapkan kebutuhan dasar lainnya berupa jaringan air bersih dan listrik. Kedua fasilitas tersebut menjadi bagian dari persyaratan yang harus dipenuhi agar kawasan siap digunakan.

    Meski menghadapi berbagai kendala, ia memastikan pemerintah daerah tetap berupaya mempercepat proses persiapan lahan. Ia mengakui tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan anggaran yang diperparah dengan kebijakan efisiensi.

    "Kalau lahannya itu belum siap, belum bisa. Tantangannya itu saja sebetulnya. Apalagi sekarang efisiensi," ujarnya.

    Sementara itu, dirinya menjelaskan jika Sekolah Rakyat di Berau terealisasi akan dilengkapi fasilitas pendidikan terpadu berupa ruang kelas, asrama, lapangan olahraga, serta sarana pendukung lainnya yang dirancang untuk menunjang kebutuhan siswa selama menempuh pendidikan.

    "Di dalamnya ada sekolah, asrama, lapangan. Pokoknya tinggal masuk. Sudah tidak perlu memikirkan apa-apa lagi," tuturnya.

    Menurut Iswahyudi, kehadiran Sekolah Rakyat juga akan menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun anak putus sekolah di Berau. Program tersebut memungkinkan siswa mendapatkan pendidikan dan fasilitas penunjang tanpa terbebani biaya.

    "Mudah-mudahan kita disupport. Ke depannya bisa dibangun. Sehingga akan memudahkan orang-orang, anak-anak yang putus sekolah ini bisa sekolah tanpa memikirkan biaya. Selain itu kalau terealisasi memudahkan orang tua karena anak-anak tidak perlu lagi bersekolah jauh dari daerah asal mereka," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Program Sekolah Rakyat Tinggal Dibangun, Pemkab Berau Sebut Kesiapan Lahan Jadi Tantangan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    05 Juni 2026 pukul 20:46 WITA

    Kepala Dinsos Berau, Iswahyudi. (Foto: Baiq Eliana /seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Realisasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Berau kini tinggal menunggu kesiapan lahan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengakui, tantangan utama yang dihadapi saat ini bukan lagi pada proses pengusulan maupun perizinan, melainkan pemenuhan syarat lahan yang harus siap digunakan untuk pembangunan

    Kepala Dinas Sosial Berau, Iswahyudi, menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah memberikan lampu hijau terhadap usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Berau. Namun, kementerian mensyaratkan lahan yang diajukan harus dalam kondisi siap bangun sebelum pekerjaan fisik dapat dimulai.

    "Bukan ditolak. Kementerian itu minta tanah itu sudah clear and clean. Sudah siap bangun. Kita belum siap bangun," ujar Iswahyudi.

    Menurutnya, secara administrasi program tersebut sebenarnya tinggal menunggu kesiapan lahan. Lahan yang disiapkan berada di Kecamatan Gunung Tabur dengan luas sekitar tujuh hektare. Namun, dari total luasan tersebut, baru sebagian kecil yang berhasil ditata karena keterbatasan kemampuan anggaran daerah.

    "Lahan itu sudah ditinjau. Perizinan dan sebagainya sudah masuk. Usulannya sudah, tinggal itu saja. Lahannya tujuh hektare, baru sekitar satu hektare yang diratakan," katanya.

    Ia mengatakan sebagai langkah awal, Pemkab Berau saat ini memprioritaskan pembangunan akses jalan menuju lokasi. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mempermudah proses pembangunan ketika proyek Sekolah Rakyat mulai dilaksanakan.

    "Tahun ini karena anggarannya kurang yang dikerjakan jalan masuknya dulu. Sehingga nanti kalau jalannya sudah bagus, akan memudahkan juga kalau ada pembangunan di dalam sana," ungkapnya.

    Selain akses jalan, pemerintah daerah juga masih harus menyiapkan kebutuhan dasar lainnya berupa jaringan air bersih dan listrik. Kedua fasilitas tersebut menjadi bagian dari persyaratan yang harus dipenuhi agar kawasan siap digunakan.

    Meski menghadapi berbagai kendala, ia memastikan pemerintah daerah tetap berupaya mempercepat proses persiapan lahan. Ia mengakui tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan anggaran yang diperparah dengan kebijakan efisiensi.

    "Kalau lahannya itu belum siap, belum bisa. Tantangannya itu saja sebetulnya. Apalagi sekarang efisiensi," ujarnya.

    Sementara itu, dirinya menjelaskan jika Sekolah Rakyat di Berau terealisasi akan dilengkapi fasilitas pendidikan terpadu berupa ruang kelas, asrama, lapangan olahraga, serta sarana pendukung lainnya yang dirancang untuk menunjang kebutuhan siswa selama menempuh pendidikan.

    "Di dalamnya ada sekolah, asrama, lapangan. Pokoknya tinggal masuk. Sudah tidak perlu memikirkan apa-apa lagi," tuturnya.

    Menurut Iswahyudi, kehadiran Sekolah Rakyat juga akan menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun anak putus sekolah di Berau. Program tersebut memungkinkan siswa mendapatkan pendidikan dan fasilitas penunjang tanpa terbebani biaya.

    "Mudah-mudahan kita disupport. Ke depannya bisa dibangun. Sehingga akan memudahkan orang-orang, anak-anak yang putus sekolah ini bisa sekolah tanpa memikirkan biaya. Selain itu kalau terealisasi memudahkan orang tua karena anak-anak tidak perlu lagi bersekolah jauh dari daerah asal mereka," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)