Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Perkuat Layanan Literasi, Dispusip Berau Benahi Fasilitas dan Promosi Kafe Literasi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    05 Juni 2026 pukul 13:43 WITA

    Kafe literasi yang berada disamping Perpustakaan Daerah Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau terus melakukan pembenahan dan pengembangan Kafe Literasi sebagai ruang baca alternatif yang menawarkan suasana lebih santai bagi masyarakat. 

    Konsep ini diharapkan dapat menarik minat pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum untuk lebih gemar membaca.

    Kepala Dispusip Berau, Rabiatul Islamiah, mengatakan Kafe Literasi hadir sebagai pelengkap layanan perpustakaan dengan konsep yang lebih fleksibel. Pengunjung tidak hanya dapat membaca berbagai koleksi buku, tetapi juga menikmati suasana yang nyaman sambil menikmati makanan dan minuman yang tersedia.

    "Kafe Literasi yang di samping perpustakaan ini sebenarnya sudah lama difungsikan. Tetapi ke depan akan kami tingkatkan lagi dengan memberikan informasi yang lebih luas, melengkapi persyaratan kafe tentunya, serta memperkuat promosinya. Ini yang akan segera kami laksanakan supaya lebih dikenal masyarakat," ujar Rabiatul.

    Menurutnya, salah satu keunggulan Kafe Literasi adalah kemampuannya mengakomodasi kebutuhan pengunjung yang berbeda. Ia menyampaikan, bagi mereka yang membutuhkan suasana tenang untuk belajar dan membaca, tersedia ruang khusus di bagian dalam. Sementara pengunjung yang ingin bersantai tetap dapat menikmati buku di area luar yang telah disiapkan.

    "Jadi masyarakat bisa memilih tempat yang sesuai kebutuhan. Yang ingin fokus membaca ada ruang yang tenang, sedangkan yang ingin lebih santai juga tetap bisa menikmati fasilitas yang tersedia," katanya.

    Selain itu, Dispusip Berau juga akan menggencarkan promosi untuk memperkenalkan Kafe Literasi kepada masyarakat. Sekolah, perguruan tinggi, hingga komunitas akan menjadi sasaran utama dalam upaya meningkatkan kunjungan.

    Ia menyebutkan, minat baca masyarakat Berau kini menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya sekolah yang mengajukan kunjungan ke perpustakaan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

    "Untuk kemudahan masyarakat atau pelajar dalam membaca sekarang tidak ada batas lagi. Setiap hari buka kecuali hari Sabtu perpustakaan buka dari pukul 09.00 sampai 14.00 WITA. Kalau hari Jumat sampai pukul 11.00 WITA," terangnya.

    Ia juga menyampaikan, Kafe Literasi tersebut beroperasi setiap hari dan hanya tutup pada hari Minggu serta hari libur nasional. Dengan waktu layanan yang lebih fleksibel, masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk memanfaatkan fasilitas tersebut.

    "Kalau Kafe Literasinya setiap hari. Kecuali hari Minggu atau tanggal merah. Jadi pada saat masyarakat, baik itu anak sekolah, mahasiswa, artinya pada saat tertentu mereka perlu perpustakaan itu ada. Kan kadang sampai jam 12 malam itu masih buka untuk kegiatan tertentu," tuturnya.

    Rabiatul berharap melalui konsep membaca yang lebih rileks dan adaptif, tersebut Kafe Literasi dapat menjadi salah satu sarana yang efektif untuk meningkatkan budaya literasi dan kebiasaan membaca di tengah masyarakat Kabupaten Berau. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Perkuat Layanan Literasi, Dispusip Berau Benahi Fasilitas dan Promosi Kafe Literasi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    05 Juni 2026 pukul 13:43 WITA

    Kafe literasi yang berada disamping Perpustakaan Daerah Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau terus melakukan pembenahan dan pengembangan Kafe Literasi sebagai ruang baca alternatif yang menawarkan suasana lebih santai bagi masyarakat. 

    Konsep ini diharapkan dapat menarik minat pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum untuk lebih gemar membaca.

    Kepala Dispusip Berau, Rabiatul Islamiah, mengatakan Kafe Literasi hadir sebagai pelengkap layanan perpustakaan dengan konsep yang lebih fleksibel. Pengunjung tidak hanya dapat membaca berbagai koleksi buku, tetapi juga menikmati suasana yang nyaman sambil menikmati makanan dan minuman yang tersedia.

    "Kafe Literasi yang di samping perpustakaan ini sebenarnya sudah lama difungsikan. Tetapi ke depan akan kami tingkatkan lagi dengan memberikan informasi yang lebih luas, melengkapi persyaratan kafe tentunya, serta memperkuat promosinya. Ini yang akan segera kami laksanakan supaya lebih dikenal masyarakat," ujar Rabiatul.

    Menurutnya, salah satu keunggulan Kafe Literasi adalah kemampuannya mengakomodasi kebutuhan pengunjung yang berbeda. Ia menyampaikan, bagi mereka yang membutuhkan suasana tenang untuk belajar dan membaca, tersedia ruang khusus di bagian dalam. Sementara pengunjung yang ingin bersantai tetap dapat menikmati buku di area luar yang telah disiapkan.

    "Jadi masyarakat bisa memilih tempat yang sesuai kebutuhan. Yang ingin fokus membaca ada ruang yang tenang, sedangkan yang ingin lebih santai juga tetap bisa menikmati fasilitas yang tersedia," katanya.

    Selain itu, Dispusip Berau juga akan menggencarkan promosi untuk memperkenalkan Kafe Literasi kepada masyarakat. Sekolah, perguruan tinggi, hingga komunitas akan menjadi sasaran utama dalam upaya meningkatkan kunjungan.

    Ia menyebutkan, minat baca masyarakat Berau kini menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya sekolah yang mengajukan kunjungan ke perpustakaan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

    "Untuk kemudahan masyarakat atau pelajar dalam membaca sekarang tidak ada batas lagi. Setiap hari buka kecuali hari Sabtu perpustakaan buka dari pukul 09.00 sampai 14.00 WITA. Kalau hari Jumat sampai pukul 11.00 WITA," terangnya.

    Ia juga menyampaikan, Kafe Literasi tersebut beroperasi setiap hari dan hanya tutup pada hari Minggu serta hari libur nasional. Dengan waktu layanan yang lebih fleksibel, masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk memanfaatkan fasilitas tersebut.

    "Kalau Kafe Literasinya setiap hari. Kecuali hari Minggu atau tanggal merah. Jadi pada saat masyarakat, baik itu anak sekolah, mahasiswa, artinya pada saat tertentu mereka perlu perpustakaan itu ada. Kan kadang sampai jam 12 malam itu masih buka untuk kegiatan tertentu," tuturnya.

    Rabiatul berharap melalui konsep membaca yang lebih rileks dan adaptif, tersebut Kafe Literasi dapat menjadi salah satu sarana yang efektif untuk meningkatkan budaya literasi dan kebiasaan membaca di tengah masyarakat Kabupaten Berau. (Adv)

    (Sf/Lo)