Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Bantuan bioflok di Kampung Melati Jaya. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau mulai menyalurkan bantuan sarana dan prasarana (sapras) serta bibit budi daya perikanan kepada kelompok masyarakat di lima wilayah.
Kepala Diskan Berau Abdul Majid melalui Kepala Bidang Budidaya, Budiono, mengatakan bantuan tersebut kini sudah memasuki tahap distribusi. Bantuan tersebut diberikan ke lima wilayah Kabupaten Berau yakni di Tanjung Redeb, Labanan Makarti, Samburakat, Melati Jaya dan Merancang Ilir.
"Sudah masuk tahap distribusi. Saprasnya sudah kita antar semua, tinggal bibit. Bibitnya nanti kita lihat setelah semua persiapannya selesai," ujar Budiono.
Ia menjelaskan, kesiapan kualitas air menjadi salah satu syarat yang diperhatikan sebelum bibit disalurkan. Langkah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kondisi lingkungan dengan kebutuhan ikan yang akan dibudidayakan.
Tak hanya menyalurkan bantuan, Diskan juga memberikan edukasi kepada kelompok penerima. Pendampingan meliputi penanganan awal saat penebaran benih, teknik pemberian pakan, menjaga kebersihan wadah, hingga seleksi benih.
"Kita harus memastikan kualitas air di lokasi penerima memenuhi standar. Kami juga memberikan penyuluhan singkat terkait teknis budi daya, mulai dari penanganan awal tebar, tata cara pemberian pakan, pemeliharaan kebersihan wadah hingga seleksi benih," terangnya.
Selain itu, dalam pelaksanaan budi daya, kondisi perairan di kawasan Bedungun, Tanjung Redeb, turut menjadi perhatian. Pembudi daya keramba di wilayah tersebut menghadapi dinamika kualitas air yang dapat berubah secara tiba-tiba.
Budiono mengatakan budi daya menggunakan keramba di sungai memiliki tantangan lebih besar karena kondisi perairan dipengaruhi faktor alam. Hal itu berbeda dengan kolam atau bak terpal yang parameter airnya relatif lebih mudah dikondisikan.
Untuk mengurangi risiko, pembudi daya disarankan menambah aerasi serta memberikan imunostimulan pada pakan guna membantu meningkatkan daya tahan ikan.
"Untuk kawasan Bedungun, kondisi kemarin terjadi secara mendadak. Jadi fokus kami saat ini adalah edukasi mitigasi pencegahan," katanya.
Ia pun menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 25 pembudi daya di kawasan Bedungun dengan jumlah mencapai 150 hingga 200 unit keramba.
"Kami juga mengusulkan bantuan blower dalam anggaran tahun depan sebagai salah satu upaya menjaga ketersediaan oksigen terlarut di keramba sungai," tuturnya.
Sementara itu, Budiono mengatakan bantuan yang disalurkan ke lima wilayah akan tetap dikawal hingga seluruh tahapan selesai. Penyaluran bibit akan dilakukan setelah kesiapan sarana dan kondisi lokasi dipastikan mendukung kegiatan budidaya.
"Selain pakan, sarana prasarana juga sudah kita siapkan. Tinggal bibit, cuma bibitnya nanti kita lihat setelah semuanya persiapannya selesai," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Bantuan bioflok di Kampung Melati Jaya. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau mulai menyalurkan bantuan sarana dan prasarana (sapras) serta bibit budi daya perikanan kepada kelompok masyarakat di lima wilayah.
Kepala Diskan Berau Abdul Majid melalui Kepala Bidang Budidaya, Budiono, mengatakan bantuan tersebut kini sudah memasuki tahap distribusi. Bantuan tersebut diberikan ke lima wilayah Kabupaten Berau yakni di Tanjung Redeb, Labanan Makarti, Samburakat, Melati Jaya dan Merancang Ilir.
"Sudah masuk tahap distribusi. Saprasnya sudah kita antar semua, tinggal bibit. Bibitnya nanti kita lihat setelah semua persiapannya selesai," ujar Budiono.
Ia menjelaskan, kesiapan kualitas air menjadi salah satu syarat yang diperhatikan sebelum bibit disalurkan. Langkah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kondisi lingkungan dengan kebutuhan ikan yang akan dibudidayakan.
Tak hanya menyalurkan bantuan, Diskan juga memberikan edukasi kepada kelompok penerima. Pendampingan meliputi penanganan awal saat penebaran benih, teknik pemberian pakan, menjaga kebersihan wadah, hingga seleksi benih.
"Kita harus memastikan kualitas air di lokasi penerima memenuhi standar. Kami juga memberikan penyuluhan singkat terkait teknis budi daya, mulai dari penanganan awal tebar, tata cara pemberian pakan, pemeliharaan kebersihan wadah hingga seleksi benih," terangnya.
Selain itu, dalam pelaksanaan budi daya, kondisi perairan di kawasan Bedungun, Tanjung Redeb, turut menjadi perhatian. Pembudi daya keramba di wilayah tersebut menghadapi dinamika kualitas air yang dapat berubah secara tiba-tiba.
Budiono mengatakan budi daya menggunakan keramba di sungai memiliki tantangan lebih besar karena kondisi perairan dipengaruhi faktor alam. Hal itu berbeda dengan kolam atau bak terpal yang parameter airnya relatif lebih mudah dikondisikan.
Untuk mengurangi risiko, pembudi daya disarankan menambah aerasi serta memberikan imunostimulan pada pakan guna membantu meningkatkan daya tahan ikan.
"Untuk kawasan Bedungun, kondisi kemarin terjadi secara mendadak. Jadi fokus kami saat ini adalah edukasi mitigasi pencegahan," katanya.
Ia pun menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 25 pembudi daya di kawasan Bedungun dengan jumlah mencapai 150 hingga 200 unit keramba.
"Kami juga mengusulkan bantuan blower dalam anggaran tahun depan sebagai salah satu upaya menjaga ketersediaan oksigen terlarut di keramba sungai," tuturnya.
Sementara itu, Budiono mengatakan bantuan yang disalurkan ke lima wilayah akan tetap dikawal hingga seluruh tahapan selesai. Penyaluran bibit akan dilakukan setelah kesiapan sarana dan kondisi lokasi dipastikan mendukung kegiatan budidaya.
"Selain pakan, sarana prasarana juga sudah kita siapkan. Tinggal bibit, cuma bibitnya nanti kita lihat setelah semuanya persiapannya selesai," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)