Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Perajin rotan Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau. (Foto: Pemkamteluksumbang)
Tanjung Redeb - Perajin anyaman rotan dari Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, akan menunjukkan keterampilan mereka dalam ajang Berau Expo 2026 yang berlangsung pada 16-25 Oktober mendatang.
Dalam kegiatan tersebut, para perajin dijadwalkan memperagakan langsung proses pembuatan tas anyaman rotan di stand Kecamatan Biduk-Biduk. Demonstrasi ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan kerajinan khas masyarakat Dayak Basap kepada masyarakat luas.
Kepala Kampung Teluk Sumbang, Badri Husni Setiawan, mengatakan promosi melalui demonstrasi langsung diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap kerajinan rotan yang selama ini menjadi bagian dari identitas budaya kampung.
Produk kerajinan rotan Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau. (Foto: Pemkamteluksumbang)
"Kami tidak hanya membawa produknya saat mengikuti berbagai kegiatan tetapi juga perajinnya. Contohnya pada expo Berau ini kami membawa langsung para perajin untuk melakukan demonstrasi pembuatan tas anyaman pada tanggal 17 Oktober. Dengan begitu, masyarakat bisa melihat proses pembuatannya sekaligus mengenal keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun," ujar Badri
Menurutnya, anyaman rotan Teluk Sumbang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan daerah. Kerajinan tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menyimpan nilai budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya.
"Keunikan produk ini terletak pada penggunaan bahan baku yang berasal dari kawasan hutan setempat. Batang rotan diolah menjadi berbagai kerajinan, sementara dedaunan hutan dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami," terangnya.
Selain dipasarkan sebagai oleh-oleh khas, kerajinan anyaman rotan juga diintegrasikan dengan sektor pariwisata. Wisatawan yang berkunjung ke Teluk Sumbang dapat melihat langsung proses pembuatan kerajinan, bahkan mencoba belajar menganyam.
"Kerajinan rotan ini kami kembangkan sebagai bagian dari wisata budaya. Jadi, wisatawan tidak hanya membeli produk, tetapi juga mendapatkan pengalaman melihat dan belajar proses pembuatannya," katanya.
Meski memiliki potensi pasar yang besar, ia mengakui kapasitas produksi perajin lokal masih menjadi tantangan. Permintaan yang tinggi belum sepenuhnya dapat dipenuhi, sementara pemasaran melalui ekspor secara mandiri dan rutin belum terlaksana.
Oleh karena itu, pemerintah kampung terus mendorong promosi melalui kerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kampung Teluk Sumbang. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan pengenalan produk.
Perajin rotan Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau. (Foto: Pemkamteluksumbang)
Selain itu, peningkatan kapasitas perajin juga menjadi perhatian. Pemerintah kampung berkomitmen mendorong pelatihan pengelolaan keuangan kelompok dan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) agar para perajin semakin mampu mengelola usaha secara mandiri.
"Kami berharap melalui keikutsertaan dalam Berau Expo 2026, kerajinan anyaman rotan Teluk Sumbang dapat semakin dikenal, memiliki jangkauan pasar lebih luas, serta tetap lestari sebagai warisan budaya masyarakat Dayak Basap," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Perajin rotan Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau. (Foto: Pemkamteluksumbang)
Tanjung Redeb - Perajin anyaman rotan dari Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, akan menunjukkan keterampilan mereka dalam ajang Berau Expo 2026 yang berlangsung pada 16-25 Oktober mendatang.
Dalam kegiatan tersebut, para perajin dijadwalkan memperagakan langsung proses pembuatan tas anyaman rotan di stand Kecamatan Biduk-Biduk. Demonstrasi ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan kerajinan khas masyarakat Dayak Basap kepada masyarakat luas.
Kepala Kampung Teluk Sumbang, Badri Husni Setiawan, mengatakan promosi melalui demonstrasi langsung diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap kerajinan rotan yang selama ini menjadi bagian dari identitas budaya kampung.
Produk kerajinan rotan Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau. (Foto: Pemkamteluksumbang)
"Kami tidak hanya membawa produknya saat mengikuti berbagai kegiatan tetapi juga perajinnya. Contohnya pada expo Berau ini kami membawa langsung para perajin untuk melakukan demonstrasi pembuatan tas anyaman pada tanggal 17 Oktober. Dengan begitu, masyarakat bisa melihat proses pembuatannya sekaligus mengenal keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun," ujar Badri
Menurutnya, anyaman rotan Teluk Sumbang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan daerah. Kerajinan tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menyimpan nilai budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya.
"Keunikan produk ini terletak pada penggunaan bahan baku yang berasal dari kawasan hutan setempat. Batang rotan diolah menjadi berbagai kerajinan, sementara dedaunan hutan dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami," terangnya.
Selain dipasarkan sebagai oleh-oleh khas, kerajinan anyaman rotan juga diintegrasikan dengan sektor pariwisata. Wisatawan yang berkunjung ke Teluk Sumbang dapat melihat langsung proses pembuatan kerajinan, bahkan mencoba belajar menganyam.
"Kerajinan rotan ini kami kembangkan sebagai bagian dari wisata budaya. Jadi, wisatawan tidak hanya membeli produk, tetapi juga mendapatkan pengalaman melihat dan belajar proses pembuatannya," katanya.
Meski memiliki potensi pasar yang besar, ia mengakui kapasitas produksi perajin lokal masih menjadi tantangan. Permintaan yang tinggi belum sepenuhnya dapat dipenuhi, sementara pemasaran melalui ekspor secara mandiri dan rutin belum terlaksana.
Oleh karena itu, pemerintah kampung terus mendorong promosi melalui kerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kampung Teluk Sumbang. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan pengenalan produk.
Perajin rotan Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau. (Foto: Pemkamteluksumbang)
Selain itu, peningkatan kapasitas perajin juga menjadi perhatian. Pemerintah kampung berkomitmen mendorong pelatihan pengelolaan keuangan kelompok dan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) agar para perajin semakin mampu mengelola usaha secara mandiri.
"Kami berharap melalui keikutsertaan dalam Berau Expo 2026, kerajinan anyaman rotan Teluk Sumbang dapat semakin dikenal, memiliki jangkauan pasar lebih luas, serta tetap lestari sebagai warisan budaya masyarakat Dayak Basap," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)