Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Pembayaran Digital Makin Masif, Pemkab Berau Dorong QRIS Jadi Peluang UMKM Berkembang

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    17 Juni 2026 pukul 11:59 WITA

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas saat melihat produk UMKM. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendorong pemanfaatan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital di kalangan pelaku UMKM. 

    Hal ini dilakukan seiring semakin masifnya penggunaan transaksi non-tunai di masyarakat, sekaligus menjadi upaya memperkuat daya saing UMKM di era digital.

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan perubahan pola pembayaran dari sistem tunai menuju digital merupakan bagian dari perkembangan teknologi yang harus diikuti seluruh pelaku usaha. Menurutnya, adaptasi terhadap sistem pembayaran digital akan memudahkan pedagang dalam memberikan pelayanan kepada konsumen.

    "Perubahan pola pembayaran dari tunai ke digital merupakan bagian dari perkembangan zaman yang perlu diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pelaku usaha kecil," ujar Sri.

    Ia menjelaskan, QRIS menjadi salah satu inovasi yang mampu memberikan kemudahan dalam setiap transaksi. Selain lebih praktis bagi masyarakat, sistem tersebut juga membuat proses pembayaran menjadi lebih cepat dan aman.

    "QRIS sangat memudahkan transaksi masyarakat. Saya berharap seluruh pedagang bisa memanfaatkannya," katanya.

    Ia menyampaikan, kini sebagian besar pelaku UMKM di Kabupaten Berau telah mulai menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran. Hal tersebut menjadi bukti bahwa transformasi digital di sektor ekonomi terus berkembang dan mendapat respons positif dari masyarakat.

    "Penggunaan QRIS tidak hanya menguntungkan pembeli, tetapi juga membantu pelaku usaha dalam mencatat transaksi secara lebih tertib dan transparan," tuturnya.

    Selain itu, menurutnya pembayaran digital mampu mengurangi risiko kehilangan uang tunai sekaligus meningkatkan efisiensi dalam menjalankan usaha. Oleh karena itu, untuk memperluas penggunaan QRIS, Pemkab Berau terus bersinergi dengan sektor perbankan dan instansi terkait melalui berbagai program sosialisasi dan edukasi kepada para pelaku usaha.

    "Kami terus mendukung berbagai program digitalisasi agar semakin banyak pelaku usaha yang memahami manfaat penggunaan QRIS dan mampu mengoperasikannya dengan baik," ungkapnya.

    Bupati berharap melalui pemanfaatan QRIS yang semakin luas, budaya transaksi non-tunai terus tumbuh di tengah masyarakat. Selain menciptakan sistem pembayaran yang lebih efisien, langkah tersebut juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi digital yang inklusif serta membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk terus berkembang dan berdaya saing.

    "Digitalisasi harus menjadi peluang bagi UMKM untuk berkembang. Karena itu, kami mendorong seluruh pedagang agar tidak ragu memanfaatkan QRIS dalam setiap transaksi," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Pembayaran Digital Makin Masif, Pemkab Berau Dorong QRIS Jadi Peluang UMKM Berkembang

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    17 Juni 2026 pukul 11:59 WITA

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas saat melihat produk UMKM. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendorong pemanfaatan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital di kalangan pelaku UMKM. 

    Hal ini dilakukan seiring semakin masifnya penggunaan transaksi non-tunai di masyarakat, sekaligus menjadi upaya memperkuat daya saing UMKM di era digital.

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan perubahan pola pembayaran dari sistem tunai menuju digital merupakan bagian dari perkembangan teknologi yang harus diikuti seluruh pelaku usaha. Menurutnya, adaptasi terhadap sistem pembayaran digital akan memudahkan pedagang dalam memberikan pelayanan kepada konsumen.

    "Perubahan pola pembayaran dari tunai ke digital merupakan bagian dari perkembangan zaman yang perlu diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pelaku usaha kecil," ujar Sri.

    Ia menjelaskan, QRIS menjadi salah satu inovasi yang mampu memberikan kemudahan dalam setiap transaksi. Selain lebih praktis bagi masyarakat, sistem tersebut juga membuat proses pembayaran menjadi lebih cepat dan aman.

    "QRIS sangat memudahkan transaksi masyarakat. Saya berharap seluruh pedagang bisa memanfaatkannya," katanya.

    Ia menyampaikan, kini sebagian besar pelaku UMKM di Kabupaten Berau telah mulai menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran. Hal tersebut menjadi bukti bahwa transformasi digital di sektor ekonomi terus berkembang dan mendapat respons positif dari masyarakat.

    "Penggunaan QRIS tidak hanya menguntungkan pembeli, tetapi juga membantu pelaku usaha dalam mencatat transaksi secara lebih tertib dan transparan," tuturnya.

    Selain itu, menurutnya pembayaran digital mampu mengurangi risiko kehilangan uang tunai sekaligus meningkatkan efisiensi dalam menjalankan usaha. Oleh karena itu, untuk memperluas penggunaan QRIS, Pemkab Berau terus bersinergi dengan sektor perbankan dan instansi terkait melalui berbagai program sosialisasi dan edukasi kepada para pelaku usaha.

    "Kami terus mendukung berbagai program digitalisasi agar semakin banyak pelaku usaha yang memahami manfaat penggunaan QRIS dan mampu mengoperasikannya dengan baik," ungkapnya.

    Bupati berharap melalui pemanfaatan QRIS yang semakin luas, budaya transaksi non-tunai terus tumbuh di tengah masyarakat. Selain menciptakan sistem pembayaran yang lebih efisien, langkah tersebut juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi digital yang inklusif serta membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk terus berkembang dan berdaya saing.

    "Digitalisasi harus menjadi peluang bagi UMKM untuk berkembang. Karena itu, kami mendorong seluruh pedagang agar tidak ragu memanfaatkan QRIS dalam setiap transaksi," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)