Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Optimalkan Potensi Kakao, Berau Buka Peluang Investasi Industri Hilir

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    11 Oktober 2026 pukul 19:40 WITA

    Perkebunan kakao di Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten Berau terus berupaya mengoptimalkan potensi kakao sebagai komoditas unggulan daerah dengan membuka peluang pengembangan investasi industri hilir. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyusun strategi promosi penanaman modal untuk memperkenalkan potensi industri kakao kepada calon investor.

    Upaya tersebut dilakukan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau melalui kerja sama dengan Pusat Kajian Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah (PK-PPID) Universitas Mulawarman. Kedua pihak telah melaksanakan Seminar Draft Laporan Pendahuluan Strategi Promosi Penanaman Modal Industri Kakao beberapa waktu lalu.

    Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran, mengatakan penyusunan kajian ini bertujuan memberikan gambaran mengenai potensi, peluang, serta arah pengembangan investasi industri kakao di Kabupaten Berau.

    "Kegiatan ini berfokus pada pengembangan strategi promosi investasi dengan mengangkat industri kakao sebagai salah satu potensi unggulan daerah. Melalui kajian ini, kami berharap peluang pengembangan investasinya dapat teridentifikasi dengan baik," ujar Nanang.

    Ia menjelaskan, kerja sama dengan PK-PPID Universitas Mulawarman dilakukan melalui pendekatan akademis yang berbasis pada potensi daerah. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan strategi promosi investasi yang tepat dan efektif.

    Selain itu, menurutnya, peluang investasi industri kakao perlu dioptimalkan tidak hanya pada pengembangan komoditas, tetapi juga pada sektor hilirisasi.

    "Kami berharap hasil kajian ini dapat menjadi salah satu instrumen untuk mempromosikan peluang investasi industri kakao kepada calon investor. Selain itu, pengembangan hilirisasi juga penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kakao di Berau," tuturnya.

    Nanang pun berharap, penyusunan strategi promosi tersebut dapat mendorong masuknya investasi berkualitas sekaligus mendukung pengembangan industri kakao secara berkelanjutan. Dengan begitu, pengembangan industri kakao dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi di daerah.

    "Kami berharap upaya ini dapat mendukung terciptanya investasi yang berkualitas dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi perekonomian dan masyarakat Kabupaten Berau," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Optimalkan Potensi Kakao, Berau Buka Peluang Investasi Industri Hilir

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    11 Oktober 2026 pukul 19:40 WITA

    Perkebunan kakao di Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten Berau terus berupaya mengoptimalkan potensi kakao sebagai komoditas unggulan daerah dengan membuka peluang pengembangan investasi industri hilir. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyusun strategi promosi penanaman modal untuk memperkenalkan potensi industri kakao kepada calon investor.

    Upaya tersebut dilakukan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau melalui kerja sama dengan Pusat Kajian Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah (PK-PPID) Universitas Mulawarman. Kedua pihak telah melaksanakan Seminar Draft Laporan Pendahuluan Strategi Promosi Penanaman Modal Industri Kakao beberapa waktu lalu.

    Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran, mengatakan penyusunan kajian ini bertujuan memberikan gambaran mengenai potensi, peluang, serta arah pengembangan investasi industri kakao di Kabupaten Berau.

    "Kegiatan ini berfokus pada pengembangan strategi promosi investasi dengan mengangkat industri kakao sebagai salah satu potensi unggulan daerah. Melalui kajian ini, kami berharap peluang pengembangan investasinya dapat teridentifikasi dengan baik," ujar Nanang.

    Ia menjelaskan, kerja sama dengan PK-PPID Universitas Mulawarman dilakukan melalui pendekatan akademis yang berbasis pada potensi daerah. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan strategi promosi investasi yang tepat dan efektif.

    Selain itu, menurutnya, peluang investasi industri kakao perlu dioptimalkan tidak hanya pada pengembangan komoditas, tetapi juga pada sektor hilirisasi.

    "Kami berharap hasil kajian ini dapat menjadi salah satu instrumen untuk mempromosikan peluang investasi industri kakao kepada calon investor. Selain itu, pengembangan hilirisasi juga penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kakao di Berau," tuturnya.

    Nanang pun berharap, penyusunan strategi promosi tersebut dapat mendorong masuknya investasi berkualitas sekaligus mendukung pengembangan industri kakao secara berkelanjutan. Dengan begitu, pengembangan industri kakao dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi di daerah.

    "Kami berharap upaya ini dapat mendukung terciptanya investasi yang berkualitas dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi perekonomian dan masyarakat Kabupaten Berau," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)