Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Olahan Sabun Lokal Berau Disiapkan Bersaing di Pasar, Bidik Hotel dan Resort untuk Promosi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    20 Juli 2026 pukul 13:27 WITA

    Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau membidik hotel, penginapan dan resort sebagai pasar potensial bagi sabun berbahan dasar minyak kelapa hasil produksi pelaku UMKM. 

    Langkah tersebut dilakukan agar produk lokal tidak hanya dipasarkan kepada masyarakat, tetapi juga dapat berkembang menjadi oleh-oleh khas Berau bagi wisatawan.

    Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan sektor pariwisata memiliki peluang besar untuk memperkenalkan produk UMKM kepada wisatawan. Menurutnya, hotel dan resort dapat menjadi mitra pemasaran yang efektif karena banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

    "Kami ingin produk UMKM Berau tidak hanya dikenal masyarakat lokal, tetapi juga digunakan di hotel, resort, maupun menjadi oleh-oleh khas yang dibawa pulang wisatawan," ujar Eva.

    Oleh karena itu, untuk mewujudkan hal tersebut, Diskoperindag terus mendorong pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk agar mampu memenuhi kebutuhan pasar. Pendampingan diberikan mulai dari peningkatan mutu produksi, inovasi produk, desain kemasan, pengurusan legalitas, hingga penguatan strategi pemasaran.

    "Kualitas produk saja tidak cukup. Pelaku usaha juga harus didukung agar memiliki identitas merek yang kuat serta mampu memenuhi standar pasar modern," katanya.

    Selain itu, dirinya juga menilai pengembangan sabun minyak kelapa menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa yang melimpah di Kabupaten Berau. Selama ini, kelapa masih banyak dipasarkan dalam bentuk bahan baku, padahal memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

    "Potensi kelapa di Berau sangat besar. Kami ingin hasilnya tidak hanya dijual sebagai bahan baku, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, salah satunya sabun berbahan dasar minyak kelapa," tuturnya.

    Eva optimistis, dengan pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan promosi yang tepat, sabun berbahan dasar minyak kelapa dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan UMKM Berau. 

    "Saya harap dengan hadirnya produk ini tidak hanya memperkuat sektor ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi identitas baru sebagai oleh-oleh khas daerah yang bisa meningkatkan nilai jual komoditas kelapa dan mendukung sektor pariwisata Berau," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Olahan Sabun Lokal Berau Disiapkan Bersaing di Pasar, Bidik Hotel dan Resort untuk Promosi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    20 Juli 2026 pukul 13:27 WITA

    Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau membidik hotel, penginapan dan resort sebagai pasar potensial bagi sabun berbahan dasar minyak kelapa hasil produksi pelaku UMKM. 

    Langkah tersebut dilakukan agar produk lokal tidak hanya dipasarkan kepada masyarakat, tetapi juga dapat berkembang menjadi oleh-oleh khas Berau bagi wisatawan.

    Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan sektor pariwisata memiliki peluang besar untuk memperkenalkan produk UMKM kepada wisatawan. Menurutnya, hotel dan resort dapat menjadi mitra pemasaran yang efektif karena banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

    "Kami ingin produk UMKM Berau tidak hanya dikenal masyarakat lokal, tetapi juga digunakan di hotel, resort, maupun menjadi oleh-oleh khas yang dibawa pulang wisatawan," ujar Eva.

    Oleh karena itu, untuk mewujudkan hal tersebut, Diskoperindag terus mendorong pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk agar mampu memenuhi kebutuhan pasar. Pendampingan diberikan mulai dari peningkatan mutu produksi, inovasi produk, desain kemasan, pengurusan legalitas, hingga penguatan strategi pemasaran.

    "Kualitas produk saja tidak cukup. Pelaku usaha juga harus didukung agar memiliki identitas merek yang kuat serta mampu memenuhi standar pasar modern," katanya.

    Selain itu, dirinya juga menilai pengembangan sabun minyak kelapa menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa yang melimpah di Kabupaten Berau. Selama ini, kelapa masih banyak dipasarkan dalam bentuk bahan baku, padahal memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

    "Potensi kelapa di Berau sangat besar. Kami ingin hasilnya tidak hanya dijual sebagai bahan baku, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, salah satunya sabun berbahan dasar minyak kelapa," tuturnya.

    Eva optimistis, dengan pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan promosi yang tepat, sabun berbahan dasar minyak kelapa dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan UMKM Berau. 

    "Saya harap dengan hadirnya produk ini tidak hanya memperkuat sektor ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi identitas baru sebagai oleh-oleh khas daerah yang bisa meningkatkan nilai jual komoditas kelapa dan mendukung sektor pariwisata Berau," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)