Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Olahan Minyak Kelapa Berpeluang Perkuat Daya Saing UMKM Berau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    13 Juli 2026 pukul 20:05 WITA

    Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Sabun berbahan dasar minyak kelapa diproyeksikan dapat meningkatkan daya saing dan menjadi salah satu produk andalan UMKM di Kabupaten Berau. 

    Melihat melimpahnya potensi kelapa di daerah, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau terus mendorong pelaku UMKM agar mampu mengolah komoditas lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

    Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan Kabupaten Berau memiliki potensi kelapa yang melimpah dan perlu dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, komoditas tersebut tidak seharusnya hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah.

    "Potensi kelapa di Berau sangat besar. Kami ingin hasilnya tidak hanya dijual sebagai bahan baku, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, salah satunya sabun berbahan dasar minyak kelapa," kata Eva.

    Ia menjelaskan, sabun minyak kelapa yang diproduksi salah satu pelaku UMKM di Berau memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk dari daerah lain. Karena itu, Diskoperindag terus memberikan pembinaan agar produk tersebut dapat berkembang menjadi salah satu unggulan daerah. Menurutnya, langkah tersebut penting agar produk UMKM mampu menembus pasar yang lebih luas.

    "Kami akan terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM, mulai dari peningkatan kualitas produksi, inovasi produk, desain kemasan, pengurusan legalitas, hingga strategi pemasaran. Kualitas produk saja tidak cukup, pelaku usaha juga harus memiliki identitas merek yang kuat serta mampu memenuhi standar pasar modern," ujarnya.

    Selain itu, dirinya menilai produk sabun minyak kelapa juga memiliki peluang besar di sektor pariwisata. Hotel, penginapan, hingga resor di kawasan wisata Berau dinilai dapat menjadi mitra pemasaran produk lokal sekaligus memperkenalkan hasil karya UMKM kepada wisatawan.

    "Dengan pembinaan yang berkelanjutan serta promosi yang tepat maka ini akan menjadikan sabun berbahan dasar minyak kelapa sebagai produk khas Berau," tuturnya.

    Eva mengatakan selain meningkatkan daya saing UMKM, inovasi tersebut juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah terhadap komoditas kelapa yang dihasilkan masyarakat. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Olahan Minyak Kelapa Berpeluang Perkuat Daya Saing UMKM Berau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    13 Juli 2026 pukul 20:05 WITA

    Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Sabun berbahan dasar minyak kelapa diproyeksikan dapat meningkatkan daya saing dan menjadi salah satu produk andalan UMKM di Kabupaten Berau. 

    Melihat melimpahnya potensi kelapa di daerah, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau terus mendorong pelaku UMKM agar mampu mengolah komoditas lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

    Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan Kabupaten Berau memiliki potensi kelapa yang melimpah dan perlu dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, komoditas tersebut tidak seharusnya hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah.

    "Potensi kelapa di Berau sangat besar. Kami ingin hasilnya tidak hanya dijual sebagai bahan baku, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, salah satunya sabun berbahan dasar minyak kelapa," kata Eva.

    Ia menjelaskan, sabun minyak kelapa yang diproduksi salah satu pelaku UMKM di Berau memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk dari daerah lain. Karena itu, Diskoperindag terus memberikan pembinaan agar produk tersebut dapat berkembang menjadi salah satu unggulan daerah. Menurutnya, langkah tersebut penting agar produk UMKM mampu menembus pasar yang lebih luas.

    "Kami akan terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM, mulai dari peningkatan kualitas produksi, inovasi produk, desain kemasan, pengurusan legalitas, hingga strategi pemasaran. Kualitas produk saja tidak cukup, pelaku usaha juga harus memiliki identitas merek yang kuat serta mampu memenuhi standar pasar modern," ujarnya.

    Selain itu, dirinya menilai produk sabun minyak kelapa juga memiliki peluang besar di sektor pariwisata. Hotel, penginapan, hingga resor di kawasan wisata Berau dinilai dapat menjadi mitra pemasaran produk lokal sekaligus memperkenalkan hasil karya UMKM kepada wisatawan.

    "Dengan pembinaan yang berkelanjutan serta promosi yang tepat maka ini akan menjadikan sabun berbahan dasar minyak kelapa sebagai produk khas Berau," tuturnya.

    Eva mengatakan selain meningkatkan daya saing UMKM, inovasi tersebut juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah terhadap komoditas kelapa yang dihasilkan masyarakat. (Adv)

    (Sf/Lo)