Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Nelayan Tanjung Batu Butuh Dukungan Sapras, Diskan Berau Gandeng Investor

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    26 Juni 2026 pukul 15:36 WITA

    TPI Tanjung Batu. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau terus berupaya melengkapi sarana dan prasarana di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu guna mendukung aktivitas nelayan. Saat ini, fasilitas penting seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), pabrik es, dan cold storage masih belum tersedia.

    Kepala UPT TPI Sambaliung dan TPI Tanjung Batu, Fredrik Sibulo, mengatakan keterbatasan anggaran daerah membuat pembangunan ketiga fasilitas tersebut belum dapat direalisasikan. Untuk itu, selain mengusulkan bantuan kepada pemerintah provinsi dan pusat, Diskan Berau juga mulai menggandeng investor.

    "Kemampuan anggaran daerah masih terbatas, sehingga kami akan mengupayakan bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat. Di sisi lain, kami juga membuka peluang kerja sama dengan investor agar pembangunan fasilitas ini bisa segera terwujud," ujar Fredrik.

    Menurutnya, SPBN dan pabrik es menjadi kebutuhan yang paling mendesak karena berkaitan langsung dengan operasional nelayan. BBM menjadi modal utama untuk melaut, sedangkan es berfungsi menjaga kualitas ikan agar tetap segar hingga dipasarkan.

    "Kalau hanya ada BBM tanpa pabrik es, hasil tangkapan bisa cepat rusak dan nilai jualnya menurun. Karena itu, kedua fasilitas ini sangat penting bagi nelayan," katanya.

    Ia pun mengungkapkan, saat ini sudah ada investor yang menyatakan minat membangun SPBN, sementara penjajakan dengan calon investor lain juga dilakukan untuk pembangunan pabrik es.

    "Sudah ada investor yang ingin membangun SPBN dan mudah-mudahan bisa segera terealisasi. Kami juga sedang menjalin komunikasi dengan investor lain untuk pembangunan pabrik es," ungkapnya.

    Meski demikian, dirinya menegaskan bahwa belum ada target waktu pelaksanaan proyek karena seluruh rencana masih dalam tahap pembahasan dan perhitungan kelayakan ekonomi.

    "Targetnya memang belum bisa ditentukan. Saat ini kami masih melakukan penjajakan dengan calon investor sambil menghitung aspek kelayakan ekonominya," jelasnya.

    Terakhir, Fredrik berharap dukungan berbagai pihak dapat mempercepat penyediaan fasilitas perikanan di TPI Tanjung Batu. Menurutnya, keberadaan SPBN, pabrik es, dan cold storage akan memperkuat sektor perikanan daerah, meningkatkan kualitas hasil tangkapan, serta berdampak pada kesejahteraan nelayan di Tanjung Batu. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Nelayan Tanjung Batu Butuh Dukungan Sapras, Diskan Berau Gandeng Investor

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    26 Juni 2026 pukul 15:36 WITA

    TPI Tanjung Batu. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau terus berupaya melengkapi sarana dan prasarana di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu guna mendukung aktivitas nelayan. Saat ini, fasilitas penting seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), pabrik es, dan cold storage masih belum tersedia.

    Kepala UPT TPI Sambaliung dan TPI Tanjung Batu, Fredrik Sibulo, mengatakan keterbatasan anggaran daerah membuat pembangunan ketiga fasilitas tersebut belum dapat direalisasikan. Untuk itu, selain mengusulkan bantuan kepada pemerintah provinsi dan pusat, Diskan Berau juga mulai menggandeng investor.

    "Kemampuan anggaran daerah masih terbatas, sehingga kami akan mengupayakan bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat. Di sisi lain, kami juga membuka peluang kerja sama dengan investor agar pembangunan fasilitas ini bisa segera terwujud," ujar Fredrik.

    Menurutnya, SPBN dan pabrik es menjadi kebutuhan yang paling mendesak karena berkaitan langsung dengan operasional nelayan. BBM menjadi modal utama untuk melaut, sedangkan es berfungsi menjaga kualitas ikan agar tetap segar hingga dipasarkan.

    "Kalau hanya ada BBM tanpa pabrik es, hasil tangkapan bisa cepat rusak dan nilai jualnya menurun. Karena itu, kedua fasilitas ini sangat penting bagi nelayan," katanya.

    Ia pun mengungkapkan, saat ini sudah ada investor yang menyatakan minat membangun SPBN, sementara penjajakan dengan calon investor lain juga dilakukan untuk pembangunan pabrik es.

    "Sudah ada investor yang ingin membangun SPBN dan mudah-mudahan bisa segera terealisasi. Kami juga sedang menjalin komunikasi dengan investor lain untuk pembangunan pabrik es," ungkapnya.

    Meski demikian, dirinya menegaskan bahwa belum ada target waktu pelaksanaan proyek karena seluruh rencana masih dalam tahap pembahasan dan perhitungan kelayakan ekonomi.

    "Targetnya memang belum bisa ditentukan. Saat ini kami masih melakukan penjajakan dengan calon investor sambil menghitung aspek kelayakan ekonominya," jelasnya.

    Terakhir, Fredrik berharap dukungan berbagai pihak dapat mempercepat penyediaan fasilitas perikanan di TPI Tanjung Batu. Menurutnya, keberadaan SPBN, pabrik es, dan cold storage akan memperkuat sektor perikanan daerah, meningkatkan kualitas hasil tangkapan, serta berdampak pada kesejahteraan nelayan di Tanjung Batu. (Adv)

    (Sf/Rs)