Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Masuk Usulan Geopark Nasional, Air Panas Pemapak Didorong Jadi Destinasi Unggulan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    03 Juli 2026 pukul 18:52 WITA

    Foto destinasi air panas asin pemapak Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Air Panas Pemapak di Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau terus didorong menjadi destinasi wisata unggulan setelah ditetapkan sebagai warisan geologi dan masuk dalam usulan Geopark Nasional Sangkulirang-Mangkalihat. 

    Status tersebut dinilai menjadi peluang besar untuk memperkuat sektor pariwisata daerah yang berbasis konservasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) melihat potensi Air Panas Pemapak tidak hanya sebagai objek wisata alam, tetapi juga kawasan yang memiliki nilai ilmiah tinggi karena menyimpan jejak sejarah bumi yang telah berlangsung selama jutaan tahun.

    Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan keberadaan Air Panas Pemapak menjadi salah satu kekayaan geologi yang patut dibanggakan. Menurutnya, fenomena keluarnya air panas dari lapisan bawah bumi merupakan daya tarik yang tidak dimiliki banyak daerah.

    "Air Panas Pemapak bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi juga memiliki nilai edukasi yang sangat tinggi. Ini menjadi bukti perjalanan panjang sejarah bumi yang masih bisa kita saksikan hingga hari ini," ujar Yudha.

    Ia menyampaikan, masuknya Air Panas Pemapak dalam usulan Geopark Nasional Sangkulirang-Mangkalihat membuka peluang bagi Berau untuk semakin dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan geologi bernilai tinggi. 

    "Selain menarik wisatawan, kawasan ini juga berpotensi menjadi lokasi penelitian dan pembelajaran mengenai sejarah pembentukan bumi," tambahnya.

    Meski demikian, ia menegaskan pengembangan kawasan harus tetap mengutamakan aspek pelestarian lingkungan. Menurutnya, nilai utama Air Panas Pemapak justru terletak pada keaslian kondisi alam yang masih terjaga.

    "Pengembangan destinasi geowisata harus berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan. Keaslian kawasan menjadi faktor utama agar nilai geologi yang dimiliki tetap terjaga untuk generasi mendatang," katanya.

    Menurutnya, pengelolaan kawasan yang berkelanjutan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, baik melalui peningkatan kunjungan wisatawan maupun pelestarian warisan alam yang dimiliki Kabupaten Berau.

    "Kalau kawasan ini dirawat dengan baik, manfaatnya bukan hanya dirasakan masyarakat sekarang, tetapi juga menjadi warisan bagi anak cucu kita," tegasnya.

    Oleh karena itu, Yudha menegaskan pihaknya akan terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam memperkuat promosi Air Panas Pemapak. Edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kawasan warisan geologi juga akan terus dilakukan agar pengembangan destinasi berjalan seiring dengan upaya konservasi.

    "Kami berharap dengan dukungan seluruh pihak, Air Panas Pemapak bisa berkembang sebagai destinasi geowisata unggulan yang tidak hanya memperkuat sektor pariwisata Berau, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pelestarian kekayaan geologi yang dimiliki daerah," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Masuk Usulan Geopark Nasional, Air Panas Pemapak Didorong Jadi Destinasi Unggulan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    03 Juli 2026 pukul 18:52 WITA

    Foto destinasi air panas asin pemapak Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Air Panas Pemapak di Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau terus didorong menjadi destinasi wisata unggulan setelah ditetapkan sebagai warisan geologi dan masuk dalam usulan Geopark Nasional Sangkulirang-Mangkalihat. 

    Status tersebut dinilai menjadi peluang besar untuk memperkuat sektor pariwisata daerah yang berbasis konservasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) melihat potensi Air Panas Pemapak tidak hanya sebagai objek wisata alam, tetapi juga kawasan yang memiliki nilai ilmiah tinggi karena menyimpan jejak sejarah bumi yang telah berlangsung selama jutaan tahun.

    Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan keberadaan Air Panas Pemapak menjadi salah satu kekayaan geologi yang patut dibanggakan. Menurutnya, fenomena keluarnya air panas dari lapisan bawah bumi merupakan daya tarik yang tidak dimiliki banyak daerah.

    "Air Panas Pemapak bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi juga memiliki nilai edukasi yang sangat tinggi. Ini menjadi bukti perjalanan panjang sejarah bumi yang masih bisa kita saksikan hingga hari ini," ujar Yudha.

    Ia menyampaikan, masuknya Air Panas Pemapak dalam usulan Geopark Nasional Sangkulirang-Mangkalihat membuka peluang bagi Berau untuk semakin dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan geologi bernilai tinggi. 

    "Selain menarik wisatawan, kawasan ini juga berpotensi menjadi lokasi penelitian dan pembelajaran mengenai sejarah pembentukan bumi," tambahnya.

    Meski demikian, ia menegaskan pengembangan kawasan harus tetap mengutamakan aspek pelestarian lingkungan. Menurutnya, nilai utama Air Panas Pemapak justru terletak pada keaslian kondisi alam yang masih terjaga.

    "Pengembangan destinasi geowisata harus berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan. Keaslian kawasan menjadi faktor utama agar nilai geologi yang dimiliki tetap terjaga untuk generasi mendatang," katanya.

    Menurutnya, pengelolaan kawasan yang berkelanjutan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, baik melalui peningkatan kunjungan wisatawan maupun pelestarian warisan alam yang dimiliki Kabupaten Berau.

    "Kalau kawasan ini dirawat dengan baik, manfaatnya bukan hanya dirasakan masyarakat sekarang, tetapi juga menjadi warisan bagi anak cucu kita," tegasnya.

    Oleh karena itu, Yudha menegaskan pihaknya akan terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam memperkuat promosi Air Panas Pemapak. Edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kawasan warisan geologi juga akan terus dilakukan agar pengembangan destinasi berjalan seiring dengan upaya konservasi.

    "Kami berharap dengan dukungan seluruh pihak, Air Panas Pemapak bisa berkembang sebagai destinasi geowisata unggulan yang tidak hanya memperkuat sektor pariwisata Berau, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pelestarian kekayaan geologi yang dimiliki daerah," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)