Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Masih Bergantung Pasokan dari Luar Daerah, Diskoperindag Berau Perketat Monitoring Stok Bahan Pangan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    07 Agustus 2026 pukul 09:36 WITA

    Diskoperindag Berau saat melakukan monitoring stok ke sejumlah distributor utama dan gudang Perum Bulog. (Foto: Dok. Diskoperindag Berau)

    Tanjung Redeb - Ketergantungan Kabupaten Berau terhadap pasokan bahan pokok dari luar daerah masih menjadi tantangan dalam menjaga ketahanan pangan. 

    Untuk mengantisipasi gangguan distribusi yang dapat memengaruhi ketersediaan dan harga di pasaran, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau memperketat monitoring stok ke sejumlah distributor utama dan gudang Perum Bulog yang dilaksanakan pada Kamis (6/8/2026)

    Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan pengawasan dilakukan secara rutin guna memastikan stok bahan pokok tetap tersedia, baik yang sudah berada di gudang maupun yang masih dalam proses pengiriman menuju Berau.

    "Kami lebih mengarahkan monitoring ini untuk memastikan stok tetap tersedia. Karena Berau masih cukup bergantung pada pasokan bahan pokok dari luar daerah, maka yang terpenting adalah memastikan distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," ujar Eva.

    Dirinya pun menyampaikan bahwa dari hasil monitoring tersebut seluruh distributor menyatakan persediaan bahan pokok masih dalam kondisi aman. Berbagai komoditas seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung, hingga kebutuhan pokok lainnya tersedia dalam jumlah yang mencukupi. 

    "Pasokan dari daerah pemasok juga terus berdatangan sehingga belum ada indikasi terjadinya kelangkaan," tambahnya.

    Sementara itu, pihaknya juga melakukan pengecekan terhadap Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog. Berdasarkan hasil pemantauan, stok beras yang dimiliki Bulog dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar enam bulan ke depan apabila terjadi gangguan distribusi.

    Namun, ia menjelaskan bahwa monitoring kali ini lebih difokuskan pada kelancaran rantai distribusi dibandingkan pemeriksaan kualitas beras. Menurutnya, karakteristik Berau sebagai daerah yang masih bergantung pada pasokan luar membuat pengawasan distribusi harus dilakukan secara berkelanjutan.

    "Monitoring ini kami lakukan untuk mengetahui ketersediaan stok dan harga barang, sekaligus memastikan kebutuhan bahan pokok masyarakat tetap aman hingga beberapa bulan ke depan," katanya.

    Dirinya pun menilai gangguan cuaca, keterlambatan pengiriman melalui jalur laut, maupun kendala distribusi lainnya juga berpotensi mengganggu pasokan dan memicu kenaikan harga apabila tidak diantisipasi sejak dini.

    Eva menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap distributor, gudang penyimpanan, dan perkembangan harga di pasar. Pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok bahan pokok dipastikan masih aman. Pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan distributor serta Perum Bulog untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.

    "Kami akan terus memantau perkembangan stok dan distribusi agar pasokan tetap terjaga. Dengan begitu, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan stabilitas harga bahan pokok di Berau tetap terkendali," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Masih Bergantung Pasokan dari Luar Daerah, Diskoperindag Berau Perketat Monitoring Stok Bahan Pangan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    07 Agustus 2026 pukul 09:36 WITA

    Diskoperindag Berau saat melakukan monitoring stok ke sejumlah distributor utama dan gudang Perum Bulog. (Foto: Dok. Diskoperindag Berau)

    Tanjung Redeb - Ketergantungan Kabupaten Berau terhadap pasokan bahan pokok dari luar daerah masih menjadi tantangan dalam menjaga ketahanan pangan. 

    Untuk mengantisipasi gangguan distribusi yang dapat memengaruhi ketersediaan dan harga di pasaran, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau memperketat monitoring stok ke sejumlah distributor utama dan gudang Perum Bulog yang dilaksanakan pada Kamis (6/8/2026)

    Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan pengawasan dilakukan secara rutin guna memastikan stok bahan pokok tetap tersedia, baik yang sudah berada di gudang maupun yang masih dalam proses pengiriman menuju Berau.

    "Kami lebih mengarahkan monitoring ini untuk memastikan stok tetap tersedia. Karena Berau masih cukup bergantung pada pasokan bahan pokok dari luar daerah, maka yang terpenting adalah memastikan distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," ujar Eva.

    Dirinya pun menyampaikan bahwa dari hasil monitoring tersebut seluruh distributor menyatakan persediaan bahan pokok masih dalam kondisi aman. Berbagai komoditas seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung, hingga kebutuhan pokok lainnya tersedia dalam jumlah yang mencukupi. 

    "Pasokan dari daerah pemasok juga terus berdatangan sehingga belum ada indikasi terjadinya kelangkaan," tambahnya.

    Sementara itu, pihaknya juga melakukan pengecekan terhadap Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog. Berdasarkan hasil pemantauan, stok beras yang dimiliki Bulog dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar enam bulan ke depan apabila terjadi gangguan distribusi.

    Namun, ia menjelaskan bahwa monitoring kali ini lebih difokuskan pada kelancaran rantai distribusi dibandingkan pemeriksaan kualitas beras. Menurutnya, karakteristik Berau sebagai daerah yang masih bergantung pada pasokan luar membuat pengawasan distribusi harus dilakukan secara berkelanjutan.

    "Monitoring ini kami lakukan untuk mengetahui ketersediaan stok dan harga barang, sekaligus memastikan kebutuhan bahan pokok masyarakat tetap aman hingga beberapa bulan ke depan," katanya.

    Dirinya pun menilai gangguan cuaca, keterlambatan pengiriman melalui jalur laut, maupun kendala distribusi lainnya juga berpotensi mengganggu pasokan dan memicu kenaikan harga apabila tidak diantisipasi sejak dini.

    Eva menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap distributor, gudang penyimpanan, dan perkembangan harga di pasar. Pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok bahan pokok dipastikan masih aman. Pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan distributor serta Perum Bulog untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.

    "Kami akan terus memantau perkembangan stok dan distribusi agar pasokan tetap terjaga. Dengan begitu, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan stabilitas harga bahan pokok di Berau tetap terkendali," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)