Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Maratua Music Festival 2026, Promosi Destinasi Wisata Berau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    07 Juli 2026 pukul 09:40 WITA

    Penampilan tarian daerah di M2F 2026. (Foto: Dok. Disbudpar Berau)

    Tanjung Redeb - Maratua Music Festival (M2F) 2026 dipastikan tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat. 

    Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau menegaskan, festival tersebut dirancang sebagai media promosi untuk memperkenalkan potensi wisata Pulau Maratua kepada masyarakat yang lebih luas.

    Pertunjukan musik sape di M2F 2026. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan konsep M2F tahun ini dikembangkan lebih komprehensif dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Festival yang berlangsung selama lima hari, mulai 30 Juni-4 Juli 2026 tersebut menghadirkan berbagai kegiatan mulai dari pertunjukan seni budaya, bazar UMKM, hingga aksi pelestarian lingkungan.

    "Musiknya merupakan pelengkap. Yang utama adalah promosi wisata," tegas Yudha.

    Ia menjelaskan, konser musik dipilih sebagai daya tarik untuk mendatangkan perhatian masyarakat. Namun, tujuan utama penyelenggaraan festival adalah memperkenalkan kekayaan alam, budaya, serta potensi ekonomi kreatif yang dimiliki Pulau Maratua dan Kabupaten Berau.

    "Kami ingin M2F menjadi event yang berbeda. Selain menghibur, kegiatan ini juga menjadi ajang promosi potensi wisata dan pelaku UMKM lokal," ujarnya

    Menurutnya, konsep festival juga mengalami pengembangan dari tahun sebelumnya yang hanya berfokus pada konser musik malam hari. Tahun ini, berbagai kegiatan digelar sejak siang hingga malam agar pengunjung memiliki kesempatan lebih banyak menikmati destinasi wisata sekaligus mengenal budaya lokal.

    Berbagai agenda budaya juga turut mewarnai penyelenggaraan M2F 2026, di antaranya ritual adat Tolak Bala masyarakat Bajau, pelatihan kulintangan, lomba tari daerah, Maratua Magdendang, hingga pertunjukan musik sape. Selain itu, bazar UMKM juga melibatkan pelaku usaha lokal, Dekranasda, pengelola resort, serta perwakilan dari 13 kecamatan di Kabupaten Berau untuk mempromosikan produk unggulan daerah.

    "Alhamdulillah antusias masyarakat juga cukup tinggi tahun ini," katanya 

    Dirinya juga menyampaikan festival tersebut turut mengusung konsep pariwisata berkelanjutan melalui aksi bersih pantai, penanaman pohon dan pelepasan tukik bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

    "Kami ingin ada perpaduan antara musik, budaya dan lingkungan dalam satu kegiatan yang berkelanjutan," tuturnya.

    Selain itu, Yudha mengatakan untuk memperluas promosi, panitia juga menghadirkan musisi nasional Arvian Dwi dan Stevan Pasaribu pada malam puncak atau malam penutupan festival. Keduanya tidak hanya tampil menghibur pengunjung, tetapi juga diajak mengikuti kegiatan island hopping serta membuat konten promosi destinasi wisata Pulau Maratua.

    "Melalui perpaduan hiburan, budaya, ekonomi kreatif dan konservasi lingkungan, kami harapkan festival ini bisa memperkuat citra Pulau Maratua sebagai destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, " tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Maratua Music Festival 2026, Promosi Destinasi Wisata Berau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    07 Juli 2026 pukul 09:40 WITA

    Penampilan tarian daerah di M2F 2026. (Foto: Dok. Disbudpar Berau)

    Tanjung Redeb - Maratua Music Festival (M2F) 2026 dipastikan tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat. 

    Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau menegaskan, festival tersebut dirancang sebagai media promosi untuk memperkenalkan potensi wisata Pulau Maratua kepada masyarakat yang lebih luas.

    Pertunjukan musik sape di M2F 2026. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan konsep M2F tahun ini dikembangkan lebih komprehensif dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Festival yang berlangsung selama lima hari, mulai 30 Juni-4 Juli 2026 tersebut menghadirkan berbagai kegiatan mulai dari pertunjukan seni budaya, bazar UMKM, hingga aksi pelestarian lingkungan.

    "Musiknya merupakan pelengkap. Yang utama adalah promosi wisata," tegas Yudha.

    Ia menjelaskan, konser musik dipilih sebagai daya tarik untuk mendatangkan perhatian masyarakat. Namun, tujuan utama penyelenggaraan festival adalah memperkenalkan kekayaan alam, budaya, serta potensi ekonomi kreatif yang dimiliki Pulau Maratua dan Kabupaten Berau.

    "Kami ingin M2F menjadi event yang berbeda. Selain menghibur, kegiatan ini juga menjadi ajang promosi potensi wisata dan pelaku UMKM lokal," ujarnya

    Menurutnya, konsep festival juga mengalami pengembangan dari tahun sebelumnya yang hanya berfokus pada konser musik malam hari. Tahun ini, berbagai kegiatan digelar sejak siang hingga malam agar pengunjung memiliki kesempatan lebih banyak menikmati destinasi wisata sekaligus mengenal budaya lokal.

    Berbagai agenda budaya juga turut mewarnai penyelenggaraan M2F 2026, di antaranya ritual adat Tolak Bala masyarakat Bajau, pelatihan kulintangan, lomba tari daerah, Maratua Magdendang, hingga pertunjukan musik sape. Selain itu, bazar UMKM juga melibatkan pelaku usaha lokal, Dekranasda, pengelola resort, serta perwakilan dari 13 kecamatan di Kabupaten Berau untuk mempromosikan produk unggulan daerah.

    "Alhamdulillah antusias masyarakat juga cukup tinggi tahun ini," katanya 

    Dirinya juga menyampaikan festival tersebut turut mengusung konsep pariwisata berkelanjutan melalui aksi bersih pantai, penanaman pohon dan pelepasan tukik bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

    "Kami ingin ada perpaduan antara musik, budaya dan lingkungan dalam satu kegiatan yang berkelanjutan," tuturnya.

    Selain itu, Yudha mengatakan untuk memperluas promosi, panitia juga menghadirkan musisi nasional Arvian Dwi dan Stevan Pasaribu pada malam puncak atau malam penutupan festival. Keduanya tidak hanya tampil menghibur pengunjung, tetapi juga diajak mengikuti kegiatan island hopping serta membuat konten promosi destinasi wisata Pulau Maratua.

    "Melalui perpaduan hiburan, budaya, ekonomi kreatif dan konservasi lingkungan, kami harapkan festival ini bisa memperkuat citra Pulau Maratua sebagai destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, " tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)