Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Maratua Dorong Pertanian Lokal Penuhi Kebutuhan Wisata

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    11 Oktober 2026 pukul 16:38 WITA

    Pulau Maratua. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Masyarakat Pulau Maratua, Kabupaten Berau, mulai mengembangkan pertanian lokal untuk memenuhi kebutuhan pangan di kawasan wisata. Hasil budidaya warga kini telah dipasok ke sejumlah resort dan penginapan, membuka peluang untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar pulau sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

    Camat Maratua, Ashari, mengatakan perkembangan ini menjadi dorongan bagi masyarakat untuk menjadikan pertanian sebagai salah satu sumber ekonomi. Hasil budidaya yang sebelumnya lebih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, kini mulai memiliki peluang pemasaran yang lebih luas.

    "Sekarang masyarakat mulai melihat hasil pertanian bisa memiliki nilai ekonomi. Resort dan penginapan membutuhkan pasokan bahan pangan, sehingga peluang ini bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan pertanian masyarakat," ujar Ashari.

    Ia menyampaikan bahwa pengembangan pertanian di Maratua dilakukan dengan menyesuaikan kondisi wilayah kepulauan. Sebelumnya, petani menghadapi sejumlah kendala, mulai dari biaya pupuk kimia yang relatif tinggi, akses distribusi, kondisi tanah, hingga serangan hama tanaman.

    Melalui pendampingan Tim Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) sejak tahun lalu, masyarakat mulai menerapkan metode budidaya yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungan setempat. Warga mengembangkan pupuk cair organik, media tanam, hingga pestisida hayati dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar mereka, seperti daun pepaya, air kelapa, dan limbah ikan.

    "Masyarakat juga diperkenalkan dengan demplot dan instalasi hidroponik sebagai alternatif budidaya di tengah keterbatasan lahan serta kondisi tanah. Pendekatan ini mendorong warga untuk lebih mandiri dalam mengelola kebutuhan pertanian," tuturnya.

    Dirinya mengatakan, masuknya produk lokal ke sejumlah resort dan penginapan menjadi peluang bagi petani untuk memperluas pasar. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan sektor pariwisata, pemasaran tersebut juga membuka kesempatan agar perputaran ekonomi lebih banyak dirasakan masyarakat setempat.

    "Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Berau, pemanfaatan hasil pertanian ini menjadi salah satu upaya kami untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan tanpa sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar pulau," katanya.

    Ashari pun mengatakan ke depan, peningkatan produksi dan kesinambungan pasokan menjadi hal yang perlu diperhatikan. Petani perlu menjaga kualitas serta jumlah hasil panen agar dapat memenuhi kebutuhan resort dan penginapan secara rutin.

    "Saya berharap pengembangan pertanian organik, hidroponik, dan pemanfaatan bahan baku lokal dari pertanian Maratua bisa semakin berkembang dan mampu mendukung kemandirian pangan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat dari sektor pariwisata," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Maratua Dorong Pertanian Lokal Penuhi Kebutuhan Wisata

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    11 Oktober 2026 pukul 16:38 WITA

    Pulau Maratua. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Masyarakat Pulau Maratua, Kabupaten Berau, mulai mengembangkan pertanian lokal untuk memenuhi kebutuhan pangan di kawasan wisata. Hasil budidaya warga kini telah dipasok ke sejumlah resort dan penginapan, membuka peluang untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar pulau sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

    Camat Maratua, Ashari, mengatakan perkembangan ini menjadi dorongan bagi masyarakat untuk menjadikan pertanian sebagai salah satu sumber ekonomi. Hasil budidaya yang sebelumnya lebih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, kini mulai memiliki peluang pemasaran yang lebih luas.

    "Sekarang masyarakat mulai melihat hasil pertanian bisa memiliki nilai ekonomi. Resort dan penginapan membutuhkan pasokan bahan pangan, sehingga peluang ini bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan pertanian masyarakat," ujar Ashari.

    Ia menyampaikan bahwa pengembangan pertanian di Maratua dilakukan dengan menyesuaikan kondisi wilayah kepulauan. Sebelumnya, petani menghadapi sejumlah kendala, mulai dari biaya pupuk kimia yang relatif tinggi, akses distribusi, kondisi tanah, hingga serangan hama tanaman.

    Melalui pendampingan Tim Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) sejak tahun lalu, masyarakat mulai menerapkan metode budidaya yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungan setempat. Warga mengembangkan pupuk cair organik, media tanam, hingga pestisida hayati dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar mereka, seperti daun pepaya, air kelapa, dan limbah ikan.

    "Masyarakat juga diperkenalkan dengan demplot dan instalasi hidroponik sebagai alternatif budidaya di tengah keterbatasan lahan serta kondisi tanah. Pendekatan ini mendorong warga untuk lebih mandiri dalam mengelola kebutuhan pertanian," tuturnya.

    Dirinya mengatakan, masuknya produk lokal ke sejumlah resort dan penginapan menjadi peluang bagi petani untuk memperluas pasar. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan sektor pariwisata, pemasaran tersebut juga membuka kesempatan agar perputaran ekonomi lebih banyak dirasakan masyarakat setempat.

    "Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Berau, pemanfaatan hasil pertanian ini menjadi salah satu upaya kami untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan tanpa sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar pulau," katanya.

    Ashari pun mengatakan ke depan, peningkatan produksi dan kesinambungan pasokan menjadi hal yang perlu diperhatikan. Petani perlu menjaga kualitas serta jumlah hasil panen agar dapat memenuhi kebutuhan resort dan penginapan secara rutin.

    "Saya berharap pengembangan pertanian organik, hidroponik, dan pemanfaatan bahan baku lokal dari pertanian Maratua bisa semakin berkembang dan mampu mendukung kemandirian pangan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat dari sektor pariwisata," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)