Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Marak Judi Online, Diskominfo Berau Minta Warga Jangan Tergiur Untung Instan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    14 Juli 2026 pukul 11:04 WITA

    Ilustrasi judi online. (Freepik)

    Tanjung Redeb - Maraknya praktik judi online di tengah masyarakat menjadi perhatian serius pemerintah termasuk Kabupaten Berau. Meski sosialisasi mengenai bahaya perjudian digital terus dilakukan, masih banyak masyarakat yang tergoda dengan iming-iming keuntungan instan yang ditawarkan situs-situs judi online.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi, mengatakan selama ini pihaknya secara rutin memberikan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran, mulai dari media informasi, forum kemasyarakatan hingga menggandeng tokoh agama. Namun, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah membangun kesadaran masyarakat agar tidak mudah terjebak dalam praktik perjudian digital.

    "Tantangan terbesar yang kami hadapi adalah membangun kesadaran masyarakat agar memahami bahwa mereka sedang dijebak oleh sistem yang menjanjikan keuntungan semu," ujar Didi.

    Menurutnya, keinginan untuk mendapatkan uang dengan cara cepat menjadi alasan utama masyarakat masih nekat mencoba judi online. Padahal, sistem permainan telah dirancang untuk memberikan keuntungan lebih besar kepada penyelenggara dibandingkan pemain.

    Ia menegaskan tidak ada cara instan untuk meraih kesejahteraan. Kemenangan yang sesekali diperoleh pemain hanyalah bagian dari mekanisme permainan untuk menarik minat, sementara dalam jangka panjang peluang mengalami kerugian jauh lebih besar.

    "Sesekali pemain mungkin memperoleh kemenangan, tetapi dalam jangka panjang peluang mengalami kerugian jauh lebih besar karena mekanisme permainan sepenuhnya dikendalikan oleh penyelenggara," tuturnya.

    Oleh karena itu, Diskominfo Berau juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam menekan penyebaran konten judi online. Warga  pun diminta segera melaporkan apabila menemukan situs maupun akun media sosial yang mempromosikan perjudian daring agar dapat ditindaklanjuti oleh instansi terkait.

    "Partisipasi masyarakat sangat penting untuk mempersempit ruang gerak pelaku judi online. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat juga upaya pemblokiran maupun penanganan yang dapat dilakukan," katanya.

    Terakhir, Didi berharap melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat ini dapat terus diperkuat sehingga praktik judi online dapat ditekan. 

    "Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menolak serta melaporkan aktivitas perjudian digital, dampak sosial maupun kerugian ekonomi yang ditimbulkan diharapkan dapat diminimalkan, " tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Marak Judi Online, Diskominfo Berau Minta Warga Jangan Tergiur Untung Instan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    14 Juli 2026 pukul 11:04 WITA

    Ilustrasi judi online. (Freepik)

    Tanjung Redeb - Maraknya praktik judi online di tengah masyarakat menjadi perhatian serius pemerintah termasuk Kabupaten Berau. Meski sosialisasi mengenai bahaya perjudian digital terus dilakukan, masih banyak masyarakat yang tergoda dengan iming-iming keuntungan instan yang ditawarkan situs-situs judi online.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi, mengatakan selama ini pihaknya secara rutin memberikan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran, mulai dari media informasi, forum kemasyarakatan hingga menggandeng tokoh agama. Namun, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah membangun kesadaran masyarakat agar tidak mudah terjebak dalam praktik perjudian digital.

    "Tantangan terbesar yang kami hadapi adalah membangun kesadaran masyarakat agar memahami bahwa mereka sedang dijebak oleh sistem yang menjanjikan keuntungan semu," ujar Didi.

    Menurutnya, keinginan untuk mendapatkan uang dengan cara cepat menjadi alasan utama masyarakat masih nekat mencoba judi online. Padahal, sistem permainan telah dirancang untuk memberikan keuntungan lebih besar kepada penyelenggara dibandingkan pemain.

    Ia menegaskan tidak ada cara instan untuk meraih kesejahteraan. Kemenangan yang sesekali diperoleh pemain hanyalah bagian dari mekanisme permainan untuk menarik minat, sementara dalam jangka panjang peluang mengalami kerugian jauh lebih besar.

    "Sesekali pemain mungkin memperoleh kemenangan, tetapi dalam jangka panjang peluang mengalami kerugian jauh lebih besar karena mekanisme permainan sepenuhnya dikendalikan oleh penyelenggara," tuturnya.

    Oleh karena itu, Diskominfo Berau juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam menekan penyebaran konten judi online. Warga  pun diminta segera melaporkan apabila menemukan situs maupun akun media sosial yang mempromosikan perjudian daring agar dapat ditindaklanjuti oleh instansi terkait.

    "Partisipasi masyarakat sangat penting untuk mempersempit ruang gerak pelaku judi online. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat juga upaya pemblokiran maupun penanganan yang dapat dilakukan," katanya.

    Terakhir, Didi berharap melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat ini dapat terus diperkuat sehingga praktik judi online dapat ditekan. 

    "Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menolak serta melaporkan aktivitas perjudian digital, dampak sosial maupun kerugian ekonomi yang ditimbulkan diharapkan dapat diminimalkan, " tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)