Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Manfaatkan Teknik Pupuk Urea, Batik ZKS Jadi Produk Unggulan Kampung Panaan di Expo 2026

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    24 Oktober 2026 pukul 00:04 WITA

    Kerajinan batik Kampung Panaan, Kecamatan Kelay dengan memanfaatkan pupuk urea dalam proses pembuatannya. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kampung Panaan, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, memiliki kerajinan batik dengan teknik pengolahan yang unik. Melalui Batik ZKS, Erni Ocnawati mengembangkan kain berbahan katun alam dengan memanfaatkan pupuk urea dalam proses pembuatannya.

    Produk kerajinan tersebut diperkenalkan kepada pengunjung melalui stan Berau Expo 2026. Inovasi ini menjadi salah satu upaya mengangkat potensi lokal, sekaligus memperluas peluang pengembangan usaha kerajinan di tingkat kampung.

    Erni menjelaskan, pengembangan Batik ZKS telah memasuki tahun ketiga. Sementara pembinaan pembuatan batik dengan teknik pemanfaatan pupuk urea sudah berjalan selama dua tahun.

    "Teknik ini terus kami kembangkan agar semakin banyak masyarakat yang bisa belajar dan menghasilkan produk batik sendiri," ujar Erni.

    Menurutnya, teknik pengolahan yang dikembangkannya memiliki keunikan tersendiri, termasuk dari sisi limbah yang dihasilkan. Ia menyebut, limbah proses pembuatan Batik ZKS tidak membuat tanaman mati apabila terkena tanaman.

    "Selain mengembangkan produk di Kampung Panaan, kami juga memperluas pembinaan ke sejumlah kampung lainnya, seperti Merapun, Muara Lesan, Sido Bangen, hingga Talisayan," tuturnya.

    Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat mempelajari keterampilan membatik dan mengembangkan produk dengan ciri khas masing-masing. Pembinaan ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk menjadikan kerajinan batik sebagai usaha yang bernilai ekonomi.

    Ia pun berharap, pembinaan yang dilakukan dapat menarik lebih banyak masyarakat untuk mempelajari teknik membatik sekaligus mengembangkan produk secara mandiri. Dengan begitu, kerajinan ini tidak hanya menjadi ciri khas Kampung Panaan, tetapi juga mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

    "Harapannya, semakin banyak masyarakat yang tertarik belajar membatik dan mampu mengembangkan produk sendiri. Dengan begitu, Batik ZKS bisa semakin dikenal, membuka peluang usaha, serta memperkenalkan potensi lokal Berau ke pasar yang lebih luas," kata Erni.

    Sementara Camat Kelay, Saleh, turut mendukung pengembangan Batik ZKS sebagai salah satu potensi kerajinan lokal. Kehadiran Batik ZKS di Berau Expo 2026 diharapkan dapat meningkatkan pengenalan produk kepada masyarakat luas.

    "Inovasi ini perlu terus kita dorong. Ini juga salah satu potensi yang harus kita dorong biar semakin dikenal dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkap Saleh.

    Saleh optimistis, dengan pengembangan keterampilan dan promosi yang berkelanjutan, kerajinan batik dari Kampung Panaan berpeluang menjadi salah satu produk unggulan Berau sekaligus membuka kesempatan usaha bagi masyarakat setempat. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Manfaatkan Teknik Pupuk Urea, Batik ZKS Jadi Produk Unggulan Kampung Panaan di Expo 2026

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    24 Oktober 2026 pukul 00:04 WITA

    Kerajinan batik Kampung Panaan, Kecamatan Kelay dengan memanfaatkan pupuk urea dalam proses pembuatannya. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kampung Panaan, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, memiliki kerajinan batik dengan teknik pengolahan yang unik. Melalui Batik ZKS, Erni Ocnawati mengembangkan kain berbahan katun alam dengan memanfaatkan pupuk urea dalam proses pembuatannya.

    Produk kerajinan tersebut diperkenalkan kepada pengunjung melalui stan Berau Expo 2026. Inovasi ini menjadi salah satu upaya mengangkat potensi lokal, sekaligus memperluas peluang pengembangan usaha kerajinan di tingkat kampung.

    Erni menjelaskan, pengembangan Batik ZKS telah memasuki tahun ketiga. Sementara pembinaan pembuatan batik dengan teknik pemanfaatan pupuk urea sudah berjalan selama dua tahun.

    "Teknik ini terus kami kembangkan agar semakin banyak masyarakat yang bisa belajar dan menghasilkan produk batik sendiri," ujar Erni.

    Menurutnya, teknik pengolahan yang dikembangkannya memiliki keunikan tersendiri, termasuk dari sisi limbah yang dihasilkan. Ia menyebut, limbah proses pembuatan Batik ZKS tidak membuat tanaman mati apabila terkena tanaman.

    "Selain mengembangkan produk di Kampung Panaan, kami juga memperluas pembinaan ke sejumlah kampung lainnya, seperti Merapun, Muara Lesan, Sido Bangen, hingga Talisayan," tuturnya.

    Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat mempelajari keterampilan membatik dan mengembangkan produk dengan ciri khas masing-masing. Pembinaan ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk menjadikan kerajinan batik sebagai usaha yang bernilai ekonomi.

    Ia pun berharap, pembinaan yang dilakukan dapat menarik lebih banyak masyarakat untuk mempelajari teknik membatik sekaligus mengembangkan produk secara mandiri. Dengan begitu, kerajinan ini tidak hanya menjadi ciri khas Kampung Panaan, tetapi juga mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

    "Harapannya, semakin banyak masyarakat yang tertarik belajar membatik dan mampu mengembangkan produk sendiri. Dengan begitu, Batik ZKS bisa semakin dikenal, membuka peluang usaha, serta memperkenalkan potensi lokal Berau ke pasar yang lebih luas," kata Erni.

    Sementara Camat Kelay, Saleh, turut mendukung pengembangan Batik ZKS sebagai salah satu potensi kerajinan lokal. Kehadiran Batik ZKS di Berau Expo 2026 diharapkan dapat meningkatkan pengenalan produk kepada masyarakat luas.

    "Inovasi ini perlu terus kita dorong. Ini juga salah satu potensi yang harus kita dorong biar semakin dikenal dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkap Saleh.

    Saleh optimistis, dengan pengembangan keterampilan dan promosi yang berkelanjutan, kerajinan batik dari Kampung Panaan berpeluang menjadi salah satu produk unggulan Berau sekaligus membuka kesempatan usaha bagi masyarakat setempat. (Adv)

    (Sf/Lo)