Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Limbah Rumah Tangga Disulap Jadi Kerajinan, Diskoperindag Berau Lirik Potensi Usaha Warga Karang Ambun

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    20 Agustus 2026 pukul 21:11 WITA

    Limbah tutup botol yang disulap jadi kerajinan oleh masyarakat Kelurahan Karang Ambun, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Limbah rumah tangga berupa tutup botol bekas di Kelurahan Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, mulai dimanfaatkan warga menjadi berbagai produk kerajinan. Kreativitas tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha yang memberikan nilai ekonomi.

    Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau melihat kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk ekonomi kreatif berbasis lingkungan yang layak mendapat dukungan.

    Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengapresiasi kreativitas warga yang mampu mengubah barang bekas menjadi produk yang memiliki fungsi dan nilai guna.

    "Kegiatan yang dihadirkan oleh Kelurahan Karang Ambun ini tentu sangat kita apresiasi. Barang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai bisa diolah menjadi produk yang memiliki fungsi dan nilai jual," ujar Eva.

    Menurutnya, kreativitas masyarakat tersebut tidak seharusnya berhenti sebagai kegiatan rumahan. Dengan pengembangan yang tepat, kerajinan dari tutup botol bekas dapat diarahkan menjadi produk usaha yang memiliki pasar.

    "Kalau dikembangkan dengan baik, ini bisa menjadi peluang usaha dan memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat," katanya.

    Meski memiliki potensi, proses produksi kerajinan tersebut saat ini masih dilakukan secara manual. Kondisi itu membuat pengerjaan membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar.

    Oleh karena itu, Diskoperindag Berau berencana mencari solusi untuk membantu warga meningkatkan efisiensi produksi, salah satunya melalui dukungan peralatan yang sesuai kebutuhan.

    "Kita melihat pengerjaannya masih manual. Karena itu, kita akan mendorong dan mencarikan solusi bagaimana caranya agar proses pengerjaannya bisa lebih cepat," terangnya.

    Ia pun mengatakan peralatan yang dibutuhkan nantinya tidak hanya diharapkan mampu mempercepat proses pengerjaan, tetapi juga meningkatkan keamanan warga selama membuat kerajinan.

    Selain itu, dirinya juga menilai pengembangan kerajinan tentu membutuhkan pendampingan agar produk yang dihasilkan dapat memiliki kualitas dan daya saing. Sehingganya pihaknya pun terus membuka peluang untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan potensi yang dikelola.

    "Pemanfaatan tutup botol bekas ini sekaligus menjadi contoh bahwa pengelolaan limbah rumah tangga dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi kreatif," tuturnya.

    Eva berharap kreativitas warga Karang Ambun dapat terus berkembang sehingga kerajinan yang dihasilkan tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga mampu menjadi produk bernilai ekonomi dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Limbah Rumah Tangga Disulap Jadi Kerajinan, Diskoperindag Berau Lirik Potensi Usaha Warga Karang Ambun

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    20 Agustus 2026 pukul 21:11 WITA

    Limbah tutup botol yang disulap jadi kerajinan oleh masyarakat Kelurahan Karang Ambun, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Limbah rumah tangga berupa tutup botol bekas di Kelurahan Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, mulai dimanfaatkan warga menjadi berbagai produk kerajinan. Kreativitas tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha yang memberikan nilai ekonomi.

    Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau melihat kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk ekonomi kreatif berbasis lingkungan yang layak mendapat dukungan.

    Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengapresiasi kreativitas warga yang mampu mengubah barang bekas menjadi produk yang memiliki fungsi dan nilai guna.

    "Kegiatan yang dihadirkan oleh Kelurahan Karang Ambun ini tentu sangat kita apresiasi. Barang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai bisa diolah menjadi produk yang memiliki fungsi dan nilai jual," ujar Eva.

    Menurutnya, kreativitas masyarakat tersebut tidak seharusnya berhenti sebagai kegiatan rumahan. Dengan pengembangan yang tepat, kerajinan dari tutup botol bekas dapat diarahkan menjadi produk usaha yang memiliki pasar.

    "Kalau dikembangkan dengan baik, ini bisa menjadi peluang usaha dan memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat," katanya.

    Meski memiliki potensi, proses produksi kerajinan tersebut saat ini masih dilakukan secara manual. Kondisi itu membuat pengerjaan membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar.

    Oleh karena itu, Diskoperindag Berau berencana mencari solusi untuk membantu warga meningkatkan efisiensi produksi, salah satunya melalui dukungan peralatan yang sesuai kebutuhan.

    "Kita melihat pengerjaannya masih manual. Karena itu, kita akan mendorong dan mencarikan solusi bagaimana caranya agar proses pengerjaannya bisa lebih cepat," terangnya.

    Ia pun mengatakan peralatan yang dibutuhkan nantinya tidak hanya diharapkan mampu mempercepat proses pengerjaan, tetapi juga meningkatkan keamanan warga selama membuat kerajinan.

    Selain itu, dirinya juga menilai pengembangan kerajinan tentu membutuhkan pendampingan agar produk yang dihasilkan dapat memiliki kualitas dan daya saing. Sehingganya pihaknya pun terus membuka peluang untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan potensi yang dikelola.

    "Pemanfaatan tutup botol bekas ini sekaligus menjadi contoh bahwa pengelolaan limbah rumah tangga dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi kreatif," tuturnya.

    Eva berharap kreativitas warga Karang Ambun dapat terus berkembang sehingga kerajinan yang dihasilkan tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga mampu menjadi produk bernilai ekonomi dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. (Adv)

    (Sf/Rs)