Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Lewat Berau Expo 2026, DTPHP Berau Edukasi Anak Pentingnya Protein Hewani

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    20 Oktober 2026 pukul 21:54 WITA

    Sosialisasi Gema Teramisu di stan DTPHP pada Expo 2026. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau memanfaatkan Berau Expo 2026 sebagai sarana mengenalkan pentingnya konsumsi protein hewani kepada anak-anak sekolah dasar. Edukasi tersebut dikemas melalui sosialisasi Gerakan Makan Telur, Daging, dan Minum Susu (Gema Teramisu) di stan DTPHP, Selasa (20/10/2026).

    Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, mengatakan kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran anak sejak dini mengenai pentingnya asupan gizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.

    Selain itu, Gema Teramisu menjadi salah satu langkah yang dilakukan DTPHP untuk mendukung upaya pemerintah menekan angka stunting di Kabupaten Berau.

    "Kami berharap ini menjadi momen sosialisasi dan edukasi agar anak-anak gemar mengonsumsi telur, daging, dan minum susu," ujar Lita.

    Ia menjelaskan, telur dan susu merupakan sumber protein hewani yang mudah ditemukan dengan harga relatif terjangkau. Kedua bahan pangan tersebut memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan serta mendukung pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak.

    "Nutrisinya berpengaruh terhadap kesehatan anak, pertumbuhan, kecerdasan, serta pemenuhan kebutuhan gizi mereka," katanya.

    Dalam kegiatan tersebut, DTPHP menyasar siswa kelas I dan II sekolah dasar. Para guru juga dilibatkan agar informasi yang diberikan dapat diteruskan kepada murid lainnya dan menjadi bagian dari pembiasaan pola makan sehat di sekolah.

    Menurutnya, peran tenaga pendidik penting untuk memperluas jangkauan edukasi, sehingga pemahaman mengenai konsumsi pangan bergizi tidak hanya diterima oleh siswa yang mengikuti kegiatan.

    "Harapan kami, para guru yang hadir dapat meneruskan edukasi ini kepada seluruh anak didik di sekolahnya, sehingga semua anak mendapatkan pemahaman yang sama," tuturnya.

    Meski memanfaatkan ajang pameran untuk sosialisasi, ia menyebut pola pelaksanaan program tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Penyesuaian dilakukan karena efisiensi anggaran yang membuat kegiatan dipusatkan di Berau Expo 2026.

    "Tahun ini merupakan tahun efisiensi anggaran, sehingga program sementara kami fokuskan dalam bentuk sosialisasi terpusat di momen expo ini. Memanfaatkan gelaran expo menjadi langkah yang tepat untuk tetap melaksanakan edukasi," ungkapnya.

    Ke depan, Lita berharap sosialisasi dapat kembali menjangkau sekolah-sekolah secara langsung. Dengan demikian, semakin banyak siswa di berbagai kecamatan yang memperoleh pemahaman mengenai pentingnya konsumsi protein hewani untuk mendukung tumbuh kembang dan mencegah stunting.

    "Mudah-mudahan tahun depan kondisi anggaran kembali membaik, sehingga kegiatan jangkauan langsung ke sekolah-sekolah sampel di setiap kecamatan dapat kita jalankan kembali seperti tahun-tahun sebelumnya," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Lewat Berau Expo 2026, DTPHP Berau Edukasi Anak Pentingnya Protein Hewani

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    20 Oktober 2026 pukul 21:54 WITA

    Sosialisasi Gema Teramisu di stan DTPHP pada Expo 2026. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau memanfaatkan Berau Expo 2026 sebagai sarana mengenalkan pentingnya konsumsi protein hewani kepada anak-anak sekolah dasar. Edukasi tersebut dikemas melalui sosialisasi Gerakan Makan Telur, Daging, dan Minum Susu (Gema Teramisu) di stan DTPHP, Selasa (20/10/2026).

    Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, mengatakan kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran anak sejak dini mengenai pentingnya asupan gizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.

    Selain itu, Gema Teramisu menjadi salah satu langkah yang dilakukan DTPHP untuk mendukung upaya pemerintah menekan angka stunting di Kabupaten Berau.

    "Kami berharap ini menjadi momen sosialisasi dan edukasi agar anak-anak gemar mengonsumsi telur, daging, dan minum susu," ujar Lita.

    Ia menjelaskan, telur dan susu merupakan sumber protein hewani yang mudah ditemukan dengan harga relatif terjangkau. Kedua bahan pangan tersebut memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan serta mendukung pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak.

    "Nutrisinya berpengaruh terhadap kesehatan anak, pertumbuhan, kecerdasan, serta pemenuhan kebutuhan gizi mereka," katanya.

    Dalam kegiatan tersebut, DTPHP menyasar siswa kelas I dan II sekolah dasar. Para guru juga dilibatkan agar informasi yang diberikan dapat diteruskan kepada murid lainnya dan menjadi bagian dari pembiasaan pola makan sehat di sekolah.

    Menurutnya, peran tenaga pendidik penting untuk memperluas jangkauan edukasi, sehingga pemahaman mengenai konsumsi pangan bergizi tidak hanya diterima oleh siswa yang mengikuti kegiatan.

    "Harapan kami, para guru yang hadir dapat meneruskan edukasi ini kepada seluruh anak didik di sekolahnya, sehingga semua anak mendapatkan pemahaman yang sama," tuturnya.

    Meski memanfaatkan ajang pameran untuk sosialisasi, ia menyebut pola pelaksanaan program tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Penyesuaian dilakukan karena efisiensi anggaran yang membuat kegiatan dipusatkan di Berau Expo 2026.

    "Tahun ini merupakan tahun efisiensi anggaran, sehingga program sementara kami fokuskan dalam bentuk sosialisasi terpusat di momen expo ini. Memanfaatkan gelaran expo menjadi langkah yang tepat untuk tetap melaksanakan edukasi," ungkapnya.

    Ke depan, Lita berharap sosialisasi dapat kembali menjangkau sekolah-sekolah secara langsung. Dengan demikian, semakin banyak siswa di berbagai kecamatan yang memperoleh pemahaman mengenai pentingnya konsumsi protein hewani untuk mendukung tumbuh kembang dan mencegah stunting.

    "Mudah-mudahan tahun depan kondisi anggaran kembali membaik, sehingga kegiatan jangkauan langsung ke sekolah-sekolah sampel di setiap kecamatan dapat kita jalankan kembali seperti tahun-tahun sebelumnya," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)