Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Proses pembuatan kain tenun di sentra tenun Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau mendorong pelestarian wastra atau tenun khas Berau melalui berbagai upaya edukasi yang menyasar generasi muda. Salah satu gagasan yang diusulkan yakni menghadirkan kelas belajar tenun hingga memperkenalkannya di lingkungan sekolah agar budaya lokal tetap lestari.
Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengatakan para perajin telah menunjukkan komitmen besar dalam mengembangkan tenun Berau dengan motif yang menjadi identitas daerah. Menurutnya, karya-karya tersebut kini mulai dikenal masyarakat dan memiliki karakter yang membedakannya dengan tenun dari daerah lain.
"Kami sangat mengapresiasi para perajin yang terus berkarya. Tenun Berau kini memiliki motif khas yang menjadi identitas daerah dan semakin dikenal masyarakat," ujar Samsiah.
Ia menilai keberhasilan memperkenalkan tenun Berau tidak lepas dari dukungan media massa dan para kreator konten yang selama ini turut mempromosikan potensi budaya, pariwisata, hingga UMKM Berau kepada masyarakat luas.
"Media memiliki peran besar dalam mengenalkan budaya, pariwisata, dan UMKM Berau hingga semakin dikenal di luar daerah," katanya.
Dirinya juga memberikan apresiasi kepada salah satu perajin tenun Berau, Sonia, yang dinilai tetap konsisten memperkenalkan wastra Berau meski menghadapi berbagai tantangan hingga akhirnya berhasil memiliki galeri tenun sendiri.
"Perjuangan Ibu Sonia menjadi inspirasi karena tidak pernah menyerah memperkenalkan tenun Berau sebagai bagian dari ekonomi kreatif daerah," ungkapnya.
Produk Tenun Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Sementara itu, menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan hanya mempromosikan hasil tenun, tetapi juga memastikan adanya regenerasi perajin. Oleh karena itu, Disbudpar berharap semakin banyak anak muda yang tertarik mempelajari proses menenun.
"Jangan sampai para perajin senior tidak memiliki penerus. Anak-anak muda harus mulai dikenalkan dan diajak belajar menenun," tuturnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Disbudpar mendorong hadirnya ruang edukasi berupa kelas belajar tenun yang dapat melibatkan sekolah maupun komunitas. Bahkan, kegiatan tersebut juga berpeluang dikembangkan sebagai bagian dari paket wisata budaya sehingga wisatawan tidak hanya membeli produk wastra, tetapi juga dapat merasakan pengalaman belajar menenun secara langsung.
Selain itu, ia juga mengajak generasi muda untuk aktif mempromosikan tenun Berau melalui berbagai kegiatan maupun media sosial agar semakin dikenal masyarakat.
"Semakin sering tenun Berau diperkenalkan, semakin besar pula minat generasi muda untuk mempelajari dan melestarikannya," terangnya.
Samsiah pun menegaskan bahwa Disbudpar Berau terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menyelenggarakan kegiatan yang mendukung pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif.
"Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan semua pihak agar budaya, kreativitas, dan karya-karya Berau terus berkembang dan semakin membanggakan," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Proses pembuatan kain tenun di sentra tenun Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau mendorong pelestarian wastra atau tenun khas Berau melalui berbagai upaya edukasi yang menyasar generasi muda. Salah satu gagasan yang diusulkan yakni menghadirkan kelas belajar tenun hingga memperkenalkannya di lingkungan sekolah agar budaya lokal tetap lestari.
Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengatakan para perajin telah menunjukkan komitmen besar dalam mengembangkan tenun Berau dengan motif yang menjadi identitas daerah. Menurutnya, karya-karya tersebut kini mulai dikenal masyarakat dan memiliki karakter yang membedakannya dengan tenun dari daerah lain.
"Kami sangat mengapresiasi para perajin yang terus berkarya. Tenun Berau kini memiliki motif khas yang menjadi identitas daerah dan semakin dikenal masyarakat," ujar Samsiah.
Ia menilai keberhasilan memperkenalkan tenun Berau tidak lepas dari dukungan media massa dan para kreator konten yang selama ini turut mempromosikan potensi budaya, pariwisata, hingga UMKM Berau kepada masyarakat luas.
"Media memiliki peran besar dalam mengenalkan budaya, pariwisata, dan UMKM Berau hingga semakin dikenal di luar daerah," katanya.
Dirinya juga memberikan apresiasi kepada salah satu perajin tenun Berau, Sonia, yang dinilai tetap konsisten memperkenalkan wastra Berau meski menghadapi berbagai tantangan hingga akhirnya berhasil memiliki galeri tenun sendiri.
"Perjuangan Ibu Sonia menjadi inspirasi karena tidak pernah menyerah memperkenalkan tenun Berau sebagai bagian dari ekonomi kreatif daerah," ungkapnya.
Produk Tenun Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Sementara itu, menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan hanya mempromosikan hasil tenun, tetapi juga memastikan adanya regenerasi perajin. Oleh karena itu, Disbudpar berharap semakin banyak anak muda yang tertarik mempelajari proses menenun.
"Jangan sampai para perajin senior tidak memiliki penerus. Anak-anak muda harus mulai dikenalkan dan diajak belajar menenun," tuturnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Disbudpar mendorong hadirnya ruang edukasi berupa kelas belajar tenun yang dapat melibatkan sekolah maupun komunitas. Bahkan, kegiatan tersebut juga berpeluang dikembangkan sebagai bagian dari paket wisata budaya sehingga wisatawan tidak hanya membeli produk wastra, tetapi juga dapat merasakan pengalaman belajar menenun secara langsung.
Selain itu, ia juga mengajak generasi muda untuk aktif mempromosikan tenun Berau melalui berbagai kegiatan maupun media sosial agar semakin dikenal masyarakat.
"Semakin sering tenun Berau diperkenalkan, semakin besar pula minat generasi muda untuk mempelajari dan melestarikannya," terangnya.
Samsiah pun menegaskan bahwa Disbudpar Berau terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menyelenggarakan kegiatan yang mendukung pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif.
"Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan semua pihak agar budaya, kreativitas, dan karya-karya Berau terus berkembang dan semakin membanggakan," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)