Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Kurangi Ketergantungan Luar Daerah, DTPHP Berau Genjot Populasi Ternak dan Produksi Telur Lokal

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    10 Oktober 2026 pukul 22:16 WITA

    Kepala DTPHP Berau, Lita Handini. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau terus mendorong peningkatan produksi peternakan lokal untuk memenuhi kebutuhan daging dan telur masyarakat. 

    Langkah ini dilakukan melalui peningkatan populasi ternak, bantuan bibit, serta pendampingan bagi peternak agar kemandirian pangan daerah dapat terus diperkuat.

    Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, mengatakan pengembangan populasi ternak menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan daging secara mandiri, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

    "Tujuan utama kami adalah memperbanyak populasi ternak sehingga penyediaan daging di dalam daerah dapat terpenuhi secara mandiri. Langkah ini dilakukan agar secara bertahap kita bisa mengurangi ketergantungan pada pasokan daging dari luar daerah," ujar Lita.

    Oleh karena itu, untuk mendukung upaya tersebut, DTPHP telah menyalurkan bantuan 60 ekor kambing dan 90 ekor sapi tahun ini kepada peternak yang ada di Kabupaten Berau. 

    "Kami berharap melalui bantuan itu diharapkan dapat menambah populasi ternak sekaligus mendorong perkembangan usaha peternakan masyarakat," tuturnya.

    Sementara itu, di sektor unggas, ketersediaan daging ayam di Berau dinilai relatif stabil. Kondisi tersebut didukung kemitraan antara peternak lokal dan perusahaan mitra yang membantu menjaga keberlangsungan produksi serta pasokan ayam pedaging.

    "Untuk pasokan daging ayam sebenarnya sudah cukup baik karena sistem kemitraan peternak berjalan baik. Karena sudah mandiri, peran kami lebih pada pemantauan dan pengawasan ketersediaan pasokan," ujarnya.

    Meski demikian, produksi telur lokal masih menjadi perhatian karena belum mencapai swasembada. Sehingganya, DTPHP Berau terus mendorong peningkatan produktivitas peternak ayam petelur melalui pembinaan dan pendampingan agar kebutuhan telur masyarakat dapat dipenuhi secara bertahap dari hasil produksi daerah.

    "Pekerjaan rumah kita saat ini adalah meningkatkan produksi telur agar bisa menuju swasembada. Oleh karena itu, peternak unggas petelur terus kami dampingi," katanya.

    Selain bantuan bibit ternak dan pembinaan, DTPHP juga memberikan pelayanan kesehatan hewan secara berkala. Pelayanan tersebut mencakup pengobatan sapi dan kambing, serta penyaluran obat-obatan bagi peternak yang membutuhkan.

    Lita juga menyampaikan bahwa program Inseminasi Buatan (IB) juga dijalankan untuk membantu mempercepat peningkatan populasi ternak. 

    "Melalui berbagai upaya itu, kami berharap produksi peternakan lokal semakin berkembang sehingga mampu memenuhi kebutuhan daging dan telur sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Kurangi Ketergantungan Luar Daerah, DTPHP Berau Genjot Populasi Ternak dan Produksi Telur Lokal

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    10 Oktober 2026 pukul 22:16 WITA

    Kepala DTPHP Berau, Lita Handini. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau terus mendorong peningkatan produksi peternakan lokal untuk memenuhi kebutuhan daging dan telur masyarakat. 

    Langkah ini dilakukan melalui peningkatan populasi ternak, bantuan bibit, serta pendampingan bagi peternak agar kemandirian pangan daerah dapat terus diperkuat.

    Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, mengatakan pengembangan populasi ternak menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan daging secara mandiri, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

    "Tujuan utama kami adalah memperbanyak populasi ternak sehingga penyediaan daging di dalam daerah dapat terpenuhi secara mandiri. Langkah ini dilakukan agar secara bertahap kita bisa mengurangi ketergantungan pada pasokan daging dari luar daerah," ujar Lita.

    Oleh karena itu, untuk mendukung upaya tersebut, DTPHP telah menyalurkan bantuan 60 ekor kambing dan 90 ekor sapi tahun ini kepada peternak yang ada di Kabupaten Berau. 

    "Kami berharap melalui bantuan itu diharapkan dapat menambah populasi ternak sekaligus mendorong perkembangan usaha peternakan masyarakat," tuturnya.

    Sementara itu, di sektor unggas, ketersediaan daging ayam di Berau dinilai relatif stabil. Kondisi tersebut didukung kemitraan antara peternak lokal dan perusahaan mitra yang membantu menjaga keberlangsungan produksi serta pasokan ayam pedaging.

    "Untuk pasokan daging ayam sebenarnya sudah cukup baik karena sistem kemitraan peternak berjalan baik. Karena sudah mandiri, peran kami lebih pada pemantauan dan pengawasan ketersediaan pasokan," ujarnya.

    Meski demikian, produksi telur lokal masih menjadi perhatian karena belum mencapai swasembada. Sehingganya, DTPHP Berau terus mendorong peningkatan produktivitas peternak ayam petelur melalui pembinaan dan pendampingan agar kebutuhan telur masyarakat dapat dipenuhi secara bertahap dari hasil produksi daerah.

    "Pekerjaan rumah kita saat ini adalah meningkatkan produksi telur agar bisa menuju swasembada. Oleh karena itu, peternak unggas petelur terus kami dampingi," katanya.

    Selain bantuan bibit ternak dan pembinaan, DTPHP juga memberikan pelayanan kesehatan hewan secara berkala. Pelayanan tersebut mencakup pengobatan sapi dan kambing, serta penyaluran obat-obatan bagi peternak yang membutuhkan.

    Lita juga menyampaikan bahwa program Inseminasi Buatan (IB) juga dijalankan untuk membantu mempercepat peningkatan populasi ternak. 

    "Melalui berbagai upaya itu, kami berharap produksi peternakan lokal semakin berkembang sehingga mampu memenuhi kebutuhan daging dan telur sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)