Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Kunjungan Wisata Merabu di Berau Kembali Dibuka, Kelestarian Alam Tetap Jadi Prioritas

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    02 Oktober 2026 pukul 12:49 WITA

    Destinasi Wisata Danau Nyadeng, Kampung Merabu, Kabupaten Berau. (Foto: Kampung Merabu)

    Tanjung Redeb - Aktivitas wisata di Kampung Merabu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, kembali dibuka setelah sempat terhenti hampir sebulan akibat kemarau panjang. Wisatawan kini kembali dapat mengunjungi Danau Nyadeng dan Puncak Ketepu.

    Sebelumnya, destinasi wisata tersebut ditutup sementara sejak 24 Agustus 2026 karena debit Sungai Lesan mengalami penyusutan cukup signifikan. Kondisi itu membuat jalur sungai yang menjadi akses penting menuju kawasan wisata tidak dapat dilalui secara optimal.

    Penutupan dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan wisatawan. Terlebih, kondisi tersebut juga berlangsung bersamaan dengan karhutla di sejumlah wilayah Berau yang membuat aktivitas wisata harus menyesuaikan situasi di lapangan.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan pembukaan kembali dilakukan setelah kondisi akses dinilai memungkinkan. Namun, ia menegaskan aspek keselamatan dan lingkungan tetap menjadi perhatian utama.

    "Tetap keselamatan dan kelestarian alam tetap menjadi yang utama," ujar Yudha.

    Menurutnya, kembali bergeliatnya wisata Merabu juga memberikan peluang bagi masyarakat untuk kembali memperoleh manfaat ekonomi dari sektor pariwisata. Aktivitas wisata dapat menggerakkan jasa pemandu, transportasi, kuliner hingga produk UMKM masyarakat setempat.

    "Saya berharap kunjungan wisatawan tidak hanya memberikan pengalaman menikmati panorama alam, tetapi juga memberi dampak kepada masyarakat lokal melalui jasa pemandu, transportasi, kuliner hingga produk UMKM," katanya.

    Oleh karena itu, ia mengatakan wisatawan yang datang ke Merabu diharapkan turut menjaga kawasan selama menikmati destinasi. Pengunjung diminta mengikuti aturan pengelola, menjaga kebersihan serta menghindari aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.

    "Dengan dibukanya kembali aktivitas wisata, Kampung Merabu ini diharapkan kembali ramai dikunjungi wisatawan tanpa mengesampingkan upaya menjaga kelestarian lingkungan," tuturnya.

    Dirinya pun mendorong peningkatan kunjungan dan perlindungan destinasi agar dapat berjalan beriringan sehingga manfaat pariwisata dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

    Selain itu, Yudha menilai hal tersebut penting karena daya tarik utama Merabu berada pada kondisi alamnya. Danau Nyadeng dan Puncak Ketepu menjadi bagian dari potensi wisata alam Berau yang menawarkan pengalaman bagi wisatawan dengan lanskap yang masih terjaga.

    "Semakin banyak yang datang, semakin besar pula tanggung jawab kita menjaga kawasan ini," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Kunjungan Wisata Merabu di Berau Kembali Dibuka, Kelestarian Alam Tetap Jadi Prioritas

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    02 Oktober 2026 pukul 12:49 WITA

    Destinasi Wisata Danau Nyadeng, Kampung Merabu, Kabupaten Berau. (Foto: Kampung Merabu)

    Tanjung Redeb - Aktivitas wisata di Kampung Merabu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, kembali dibuka setelah sempat terhenti hampir sebulan akibat kemarau panjang. Wisatawan kini kembali dapat mengunjungi Danau Nyadeng dan Puncak Ketepu.

    Sebelumnya, destinasi wisata tersebut ditutup sementara sejak 24 Agustus 2026 karena debit Sungai Lesan mengalami penyusutan cukup signifikan. Kondisi itu membuat jalur sungai yang menjadi akses penting menuju kawasan wisata tidak dapat dilalui secara optimal.

    Penutupan dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan wisatawan. Terlebih, kondisi tersebut juga berlangsung bersamaan dengan karhutla di sejumlah wilayah Berau yang membuat aktivitas wisata harus menyesuaikan situasi di lapangan.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan pembukaan kembali dilakukan setelah kondisi akses dinilai memungkinkan. Namun, ia menegaskan aspek keselamatan dan lingkungan tetap menjadi perhatian utama.

    "Tetap keselamatan dan kelestarian alam tetap menjadi yang utama," ujar Yudha.

    Menurutnya, kembali bergeliatnya wisata Merabu juga memberikan peluang bagi masyarakat untuk kembali memperoleh manfaat ekonomi dari sektor pariwisata. Aktivitas wisata dapat menggerakkan jasa pemandu, transportasi, kuliner hingga produk UMKM masyarakat setempat.

    "Saya berharap kunjungan wisatawan tidak hanya memberikan pengalaman menikmati panorama alam, tetapi juga memberi dampak kepada masyarakat lokal melalui jasa pemandu, transportasi, kuliner hingga produk UMKM," katanya.

    Oleh karena itu, ia mengatakan wisatawan yang datang ke Merabu diharapkan turut menjaga kawasan selama menikmati destinasi. Pengunjung diminta mengikuti aturan pengelola, menjaga kebersihan serta menghindari aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.

    "Dengan dibukanya kembali aktivitas wisata, Kampung Merabu ini diharapkan kembali ramai dikunjungi wisatawan tanpa mengesampingkan upaya menjaga kelestarian lingkungan," tuturnya.

    Dirinya pun mendorong peningkatan kunjungan dan perlindungan destinasi agar dapat berjalan beriringan sehingga manfaat pariwisata dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

    Selain itu, Yudha menilai hal tersebut penting karena daya tarik utama Merabu berada pada kondisi alamnya. Danau Nyadeng dan Puncak Ketepu menjadi bagian dari potensi wisata alam Berau yang menawarkan pengalaman bagi wisatawan dengan lanskap yang masih terjaga.

    "Semakin banyak yang datang, semakin besar pula tanggung jawab kita menjaga kawasan ini," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)