Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Ilustrasi pupuk. (Freepik)
Tanjung Redeb - Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau menegaskan bahwa ketersediaan pupuk berkualitas menjadi salah satu faktor krusial dalam mendukung peningkatan produktivitas perkebunan rakyat. Selain pasokan yang masih terbatas, kepastian mutu pupuk yang beredar di pasaran dinilai penting agar petani tidak mengalami kerugian.
Sekretaris Disbun Berau, Mansur Tanca, mengatakan petani perkebunan rakyat memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pupuk. Berbeda dengan perusahaan perkebunan besar yang telah memiliki sistem pengadaan sendiri, petani rakyat harus memenuhi kebutuhan pupuk melalui distributor dan kios.
"Kalau perkebunan rakyat, petani membeli pupuk melalui distributor atau kios. Sekarang masalahnya pupuk kurang tersedia. Kalaupun ada, kita belum bisa memastikan apakah pupuknya asli atau sesuai dengan dosis yang tertera di label," ujar Mansur.
Menurutnya, penggunaan pupuk yang tidak sesuai standar dapat berdampak langsung terhadap hasil produksi. Meski petani telah mengeluarkan biaya untuk membeli pupuk, produktivitas tanaman belum tentu meningkat apabila kandungan pupuk tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum pada kemasan.
"Luas perkebunan rakyat di Kabupaten Berau mencapai sekitar 23 ribu hektare," tuturnya.
Ia mengatakan dengan luasan tersebut, kebutuhan pupuk setiap musim tanam sangat tinggi sehingga ketersediaan dan kualitas pupuk harus menjadi perhatian bersama.
Sementara itu, pengembangan komoditas perkebunan rakyat, khususnya kakao, hingga kini masih mengandalkan pola swadaya masyarakat. Kondisi itu membuat petani harus menyediakan sendiri berbagai sarana produksi, termasuk pupuk, tanpa dukungan kemitraan seperti yang diterapkan pada komoditas kelapa sawit.
Oleh karena itu, Disbun Berau berharap pengawasan terhadap mutu dan distribusi pupuk terus diperkuat oleh instansi yang berwenang. Dengan tersedianya pupuk yang berkualitas dan mudah diperoleh, produktivitas perkebunan rakyat diharapkan dapat meningkat sehingga kesejahteraan petani juga ikut terdongkrak.
"Kami berharap ketersediaan pupuk bagi petani dapat terjamin, sekaligus memastikan produk yang beredar benar-benar sesuai standar sehingga mampu memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas perkebunan rakyat di Berau," pungkas Mansur. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Ilustrasi pupuk. (Freepik)
Tanjung Redeb - Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau menegaskan bahwa ketersediaan pupuk berkualitas menjadi salah satu faktor krusial dalam mendukung peningkatan produktivitas perkebunan rakyat. Selain pasokan yang masih terbatas, kepastian mutu pupuk yang beredar di pasaran dinilai penting agar petani tidak mengalami kerugian.
Sekretaris Disbun Berau, Mansur Tanca, mengatakan petani perkebunan rakyat memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pupuk. Berbeda dengan perusahaan perkebunan besar yang telah memiliki sistem pengadaan sendiri, petani rakyat harus memenuhi kebutuhan pupuk melalui distributor dan kios.
"Kalau perkebunan rakyat, petani membeli pupuk melalui distributor atau kios. Sekarang masalahnya pupuk kurang tersedia. Kalaupun ada, kita belum bisa memastikan apakah pupuknya asli atau sesuai dengan dosis yang tertera di label," ujar Mansur.
Menurutnya, penggunaan pupuk yang tidak sesuai standar dapat berdampak langsung terhadap hasil produksi. Meski petani telah mengeluarkan biaya untuk membeli pupuk, produktivitas tanaman belum tentu meningkat apabila kandungan pupuk tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum pada kemasan.
"Luas perkebunan rakyat di Kabupaten Berau mencapai sekitar 23 ribu hektare," tuturnya.
Ia mengatakan dengan luasan tersebut, kebutuhan pupuk setiap musim tanam sangat tinggi sehingga ketersediaan dan kualitas pupuk harus menjadi perhatian bersama.
Sementara itu, pengembangan komoditas perkebunan rakyat, khususnya kakao, hingga kini masih mengandalkan pola swadaya masyarakat. Kondisi itu membuat petani harus menyediakan sendiri berbagai sarana produksi, termasuk pupuk, tanpa dukungan kemitraan seperti yang diterapkan pada komoditas kelapa sawit.
Oleh karena itu, Disbun Berau berharap pengawasan terhadap mutu dan distribusi pupuk terus diperkuat oleh instansi yang berwenang. Dengan tersedianya pupuk yang berkualitas dan mudah diperoleh, produktivitas perkebunan rakyat diharapkan dapat meningkat sehingga kesejahteraan petani juga ikut terdongkrak.
"Kami berharap ketersediaan pupuk bagi petani dapat terjamin, sekaligus memastikan produk yang beredar benar-benar sesuai standar sehingga mampu memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas perkebunan rakyat di Berau," pungkas Mansur. (Adv)
(Sf/Rs)