Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Kenalkan Geopark Sejak Dini, Disbudpar Berau Libatkan Pelajar dalam Upaya Pelestarian

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    19 Juli 2026 pukul 10:49 WITA

    Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau terus memperkuat upaya edukasi tentang Geopark Sangkulirang-Mangkalihat kepada generasi muda. Melalui sosialisasi yang menyasar kalangan pelajar, Disbudpar ingin membangun pemahaman bahwa geopark merupakan warisan alam dan budaya yang perlu dijaga serta dimanfaatkan secara berkelanjutan.

    Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya keberadaan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.

    Dalam sosialisasi itu, para pelajar juga dikenalkan dengan berbagai geosite di Berau, seperti Labuan Cermin, Air Terjun Bidadari, Air Panas Asin Pemapak, Badai Biru Tulung Ni Lenggo, Kampung Merabu dengan Goa Tapak Tangan Purba, Tanjung Sinondok, Danau Kakaban, Maratua yang memiliki Halo Tabung dan Haji Buang, Hutan Dumaring, Taman Sungai Dumaring, Keraton Gunung Tabur, Museum Gunung Tabur, hingga geosite lainnya. 

    Selain menyajikan panorama alam yang memikat, kawasan tersebut juga memiliki nilai sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan yang penting untuk dipahami generasi muda.

    "Saya harap, melalui edukasi sejak usia sekolah, para pelajar dapat menjadi duta kecil geopark yang ikut menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengenalkan potensi wisata Berau kepada masyarakat luas," ujar Yudha.

    Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap geopark hanya sebagai objek wisata, padahal konsep tersebut mencakup pelestarian, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

    "Sehingga melalui sosialisasi kami ingin mengenalkan tidak hanya orang dewasa tetapi kepada anak-anak juga agar memahami apa itu geopark, mengapa kawasan ini penting, dan bagaimana mereka bisa ikut menjaga serta mempromosikannya," tambahnya.

    Sementara itu, ia juga menyampaikan bahwa Geopark Sangkulirang-Mangkalihat berada di wilayah Kabupaten Berau dan Kutai Timur dengan total 26 geosite, terdiri dari 15 geosite di Berau dan 11 geosite di Kutai Timur. 

    "Seluruh geosite tersebut memiliki keunikan geologi, kekayaan hayati, serta nilai budaya yang menjadi identitas kawasan," tambahnya.

    Dirinya menegaskan bahwa pengembangan geopark berlandaskan tiga pilar utama, yakni keragaman geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity) dan keragaman budaya (cultural diversity). 

    "Ketiga pilar tersebut harus berjalan beriringan agar pelestarian kawasan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan pariwisata," katanya.

    Terakhir, Yudha berharap melalui sosialisasi tersebut, lahir generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian warisan alam dan budaya. 

    "Dengan meningkatnya pemahaman sejak usia sekolah, keberadaan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Berau sebagai daerah yang kaya akan potensi geowisata," tandasnya.(Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Kenalkan Geopark Sejak Dini, Disbudpar Berau Libatkan Pelajar dalam Upaya Pelestarian

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    19 Juli 2026 pukul 10:49 WITA

    Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau terus memperkuat upaya edukasi tentang Geopark Sangkulirang-Mangkalihat kepada generasi muda. Melalui sosialisasi yang menyasar kalangan pelajar, Disbudpar ingin membangun pemahaman bahwa geopark merupakan warisan alam dan budaya yang perlu dijaga serta dimanfaatkan secara berkelanjutan.

    Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya keberadaan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.

    Dalam sosialisasi itu, para pelajar juga dikenalkan dengan berbagai geosite di Berau, seperti Labuan Cermin, Air Terjun Bidadari, Air Panas Asin Pemapak, Badai Biru Tulung Ni Lenggo, Kampung Merabu dengan Goa Tapak Tangan Purba, Tanjung Sinondok, Danau Kakaban, Maratua yang memiliki Halo Tabung dan Haji Buang, Hutan Dumaring, Taman Sungai Dumaring, Keraton Gunung Tabur, Museum Gunung Tabur, hingga geosite lainnya. 

    Selain menyajikan panorama alam yang memikat, kawasan tersebut juga memiliki nilai sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan yang penting untuk dipahami generasi muda.

    "Saya harap, melalui edukasi sejak usia sekolah, para pelajar dapat menjadi duta kecil geopark yang ikut menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengenalkan potensi wisata Berau kepada masyarakat luas," ujar Yudha.

    Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap geopark hanya sebagai objek wisata, padahal konsep tersebut mencakup pelestarian, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

    "Sehingga melalui sosialisasi kami ingin mengenalkan tidak hanya orang dewasa tetapi kepada anak-anak juga agar memahami apa itu geopark, mengapa kawasan ini penting, dan bagaimana mereka bisa ikut menjaga serta mempromosikannya," tambahnya.

    Sementara itu, ia juga menyampaikan bahwa Geopark Sangkulirang-Mangkalihat berada di wilayah Kabupaten Berau dan Kutai Timur dengan total 26 geosite, terdiri dari 15 geosite di Berau dan 11 geosite di Kutai Timur. 

    "Seluruh geosite tersebut memiliki keunikan geologi, kekayaan hayati, serta nilai budaya yang menjadi identitas kawasan," tambahnya.

    Dirinya menegaskan bahwa pengembangan geopark berlandaskan tiga pilar utama, yakni keragaman geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity) dan keragaman budaya (cultural diversity). 

    "Ketiga pilar tersebut harus berjalan beriringan agar pelestarian kawasan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan pariwisata," katanya.

    Terakhir, Yudha berharap melalui sosialisasi tersebut, lahir generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian warisan alam dan budaya. 

    "Dengan meningkatnya pemahaman sejak usia sekolah, keberadaan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Berau sebagai daerah yang kaya akan potensi geowisata," tandasnya.(Adv)

    (Sf/Rs)